KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Akhirnya Selesai Juga

Kisah Penerima Beasiswa: Akhirnya Selesai Juga

Kembali lagi mengulik dan mengenang perjuangan selama tiga semester. Arti berjuang bagi saya adalah mencapai tujuan yang diinginkan dengan melakukan berbagai macam cara walaupun berbagai tantangan dan hambatan datang silih berganti. Berjuang bagi setiap orang artinya pasti berbeda dan jalannya juga tentu berbeda. Di setiap proses berjuang itu kita benar-benar ditekan, ditempa, didorong, dipaksa, dan diarahkan untuk melakukan sebuah pergerakan. Entah kita ingin atau tidak, entah kita suka atau tidak, tetap harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.

Tiga semester artinya proses pengerjaan tugas akhir saya telah dimulai sejak Semester 7. Saya menargetkan akan selesai mengerjakan skrispi di awal tahun 2021 sehingga bisa cepat-cepat lulus. Ternyata, kita boleh berencana, tetapi tetap Tuhan yang menghendaki. Hingga akhirnya, rencana untuk lulus cepat tidak dapat saya capai karena waktu penyelesaian skripsi saya ternyata butuh lebih banyak waktu. Keluarga dan tetangga sudah banyak bertanya, Skripsinya udah selesai belum? Kapan wisudanya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Ditambah lagi, saya tinggal di rumah dengan orang tua selama pandemi membuat saya sangat mengetahui bagaimana situasi mereka yang benar-benar terpukul keadaan karena Pandemi COVID-19. Hal ini membuat saya mau tidak mau memikirkan keadaan yang terjadi pada keluarga kami. Perasaaan campur aduk, tetapi lebih didominasi “GEGANA” atau gelisah, galau, merana. Tidak tahu harus bagaimana, bingung mau mulai dari mana, jalan keluarnya apa. Saya hanya bisa selalu berdoa untuk diberikan petunjuk dan jalan keluar dari permasalahan saya selama tiga semester yang sangat berat itu. Selalu berdoa dan berdoa.

Di Semester 7 ketika saya memulai membuat proposal, itu membutuhkan waktu 6 bulan atau 1 semester penuh. Di Semester 7 juga saya masih disibukkan KKN dan banyak mata kuliah teori yang belum selesai. Pengajuan judul saya yang pertama tidak diterima dan harus mencari dan membuat judul yang baru. Setelahnya, Puji Tuhan judul saya yang kedua diterima dan berlanjut ke latar belakang, rumusan masalah, dan seterusnya. Berdasarkan bimbingan dengan dosen pembimbing skripsi saya (yang sangat sabar), saya diarahkan untuk mengerjakan semua isi proposal secara bertahap. Satu pokok bahasan beres, baru dilanjutkan ke pokok bahasan berikutnya. Banyak revisi yang harus saya kerjakan hingga akhirnya proposal saya disetujui. Setelah proposal saya disetujui, kemudian saya segera mengurus surat izin penelitian untuk memulai tahap penelitian di lokasi penelitian.

Saya mulai penelitian di Semester 8. Di tahap ini, saya benar-benar buntu. Jika dipikirkan lagi, saya sangat kurang aktif bertanya dan meminta saran dari dosen pembimbing tentang kendala yang saya hadapi. Semuanya hanya saya pikirkan sendiri sehingga banyak waktu yang terbuang sia-sia. Hingga Semester 8 berakhir dengan skripsi yang masih terhenti di BAB II bagian hasil penelitian, tanpa ada kemajuan yang berarti. Lagi-lagi perasaan menjadi campur aduk. Teman-teman yang lain sudah lulus duluan, malah saya harus mengalami dan merasakan Semester 9. Saya sudah memulai skripsi dari Semester 7, tapi sudah ditikung teman yang mulai skripsi di Semester 8 untuk wisuda duluan. Oh…, down sekali rasanya. Padahal, banyak orang yang menggantungkan harapan pada saya untuk segera lulus. Empat kali jadwal wisuda di tahun 2021 saya lewatkan begitu saja.

Terlalu banyak merenung dan berpikir tanpa melakukan sesuatu dengan cepat (alias lamban) menjadi hambatan dari sekian hambatan dalam penyelesaian skripsi saya ini. Saya menyadari itu, tetapi saya selalu bingung mau melanjutkannya bagaimana. Yaaah, namanya juga tugas akhir bikin mumet siang malam. Masalah lain ketika penelitian, saya tidak mencari data skripsi dengan lengkap dan saya keburu berangkat ke Jogja supaya lebih fokus mengerjakan skripsi. Baru setelah sampai Jogja, saya menyadari ada data penelitian yang kurang. Saya mulai panik untuk melanjutkan tulisan saya bagaimana. Saya berusaha meminta data ke tempat penelitian saya di kantor pertanahan daerah saya, tetapi responnya sangat lamban. Ini juga salah satu penyebab skrispi saya lamban untuk diselesaikan. Hingga akhirnya, permintaan data dari kantor pertanahan ditanggapi dan saya berusaha mengejar ketertinggalan saya yang sudah sangat jauh.

Puji Tuhan, setelah skripsi selesai saya tulis dan sudah disetujui dosen pembimbing, pada tanggal 1 Desember 2021 saya segera mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian pendadaran. Setelahnya, saya menunggu kabar pengumuman tanggal ujian pendadaran dan saya dikabarkan untuk ujian pada tanggal 21 Desember 2021, itu pun diberi tahu ketika H-1 sebelum hari ujian pendadaran. Betapa panik dan berdebarnya saya saat itu. Berpikir segalak apakah para tim penguji nantinya ketika mengkritik tulisan saya. Sampai pada hari itu datang, saya diuji dalam ujian pendadaran. Rasanya sangat mendebarkan, tetapi penuh dengan rasa syukur yang tak terhingga karena akhirnya saya sudah mencapai titik ini setelah melewati banyak drama, ujian, tantangan, dan segala hambatan. Ujian pendadaran saya lewati dengan baik dan menerima banyak saran juga kritik yang sangat bermanfaat dari para tim penguji dan akhirnya saya dinyatakan lulus dengan mendapat nilai A. Kebahagiaan membuncah, tumpah ruah, dan sujud syukur saya haturkan kepada Allah Bapa di surga, Tuhan Yesus Kristus, dan Bunda Maria atas waktu yang berharga ini yang telah lama saya nantikan.

Banyak doa, harapan, dan segala bentuk dukungan yang telah saya terima dari orang-orang sekitar saya, baik jauh maupun dekat, yaitu orang tua, adik-adik, seluruh keluarga, seluruh pengurus KAMAJAYA Scholarsip, Bapak, Ibu, Romo, Suster, yang telah sabar menuntun, mengarahkan, membimbing dan mendukung, para donatur yang baik hati, teman-teman KAMAJAYA Scholarsip yang selalu saling mendukung, dan teman-teman seperjuangan yang juga selalu memberikan dukungan moral. Terima kasih banyak yang tak terhingga untuk jasa baik yang telah diberikan untuk mendukung saya, semoga Tuhan Yesus membalas segala kebaikan itu dan kita semua selalu diberkati. Amin.

Yogyakarta, 30 Januari 2022

Claudiana Novita Penabur
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UAJY Angkatan 2017
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA