KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2021/2022  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Silvester Septian Geraldo

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Silvester Septian Geraldo

Silvester Septian Geraldo

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

27 September 2001

Sleman, DIY

Fakultas Teknik Prodi Arsitektur semester 4 (April 2022)

Silvester Septian Geraldo

Mahasiswa Fakultas Teknik UAJY Prodi Arsitektur

Terjang Halangan yang Menghadang

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai, yang ada hanya niat yang terlalu rendah untuk melangkah.” -Bong Chandra

Perkenalkan saya Silvester Septian Geraldo, seorang mahasiswa Program Studi Arsitektur angkatan 2020 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya sering dipanggil Aldo dan juga Silvester. Saya juga memiliki panggilan paraban yaitu “Mbah Aldo” karena dulu saat study tour SMA ke Bandung saya merasa kedinginan di sana, lalu teman-teman saya itu menanyai saya, “Kedinginan, Do?” Kemudian saya mengiyakan karena memang itu dingin sekali menurut saya, lantas teman-teman saya berkata, “Waaa, lha dah kayak simbah-simbah.” Padahal, mereka di sana juga kedinginan semua, jadi kami saling memanggil nama dengan awalan “Mbah”. Kemudian di perkuliahan pun karena sudah terbiasa menggunakan kata panggilan “Mbah”, jadi saya dan teman-teman kuliah saya juga saling memanggil dengan kata panggilan “Mbah”.

Saya hidup di dalam keluarga yang lengkap dan harmonis, tetapi bukan keluarga yang terpandang. Kami memiliki utang di bank yang mana digunakan untuk biaya pendidikan saya dan kakak saya. Utang tersebut dibayarkan hingga 2024, yang artinya baru lunas setelah saya selesai kuliah. Dengan kondisi seperti ini dan dengan penghasilan bapak saya yang tidak besar, tentu untuk memenuhi kebutuhan sangatlah sulit bagi kami. Kemudian dengan modal seadanya dan kebetulan rumah kami berada di pinggir jalan dan ibu saya bisa memasak, kami mencoba membuka warung makan kecil-kecilan. Harapannya supaya bisa membantu mencukupi kebutuhan kami.

Sehari-hari selain saya berkuliah, saya juga membantu ibu saya dalam usaha di warung. Walaupun saya tidak begitu jago untuk memasak, biasanya saya membantu menggoreng telur dadar, gorengan, membuat sop, membantu menyiapkan bumbu brongkos, dan lain-lain. Harapan saya walaupun hanya membantu sedikit, semoga “lelahnya” ibu saya dapat sedikit berkurang. Dari sini saya juga belajar bahwa “entuk duit kui ora gampang” atau bahasa Indonesianya: dapat uang itu tidak mudah. Jadi, saya lebih bisa menghargai uang. Pada semester ini, saya juga meningkatkan jiwa eksplorasi saya yang harapannya bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Saya belajar untuk foto produk, saya ikut teman saya ketika ada job memfoto, saya belajar angle-angle dalam memfoto, mendekor produk, dan lain-lain. Di sini, saya mendapatkan ilmu dan pengalaman yang banyak. Selain itu, saya juga mendapat tambahan uang dari job ini. Karena latar belakang saya adalah mahasiswa arsitektur, saya juga mengeksplorasi hal yang menyangkut bidang tersebut. Akhir-akhir ini, saya sedang belajar bagaimana cara memasarkan rumah. Saya belajar dari salah satu developer untuk memasarkan rumah. Walaupun memang sangat sulit untuk memasarkannya, tetapi saya tetap belajar dan tetap mencoba karena siapa tahu itu juga salah satu peluang yang bagus.

Selain kuliah sekaligus membantu orang tua, saya tetap menyempatkan diri untuk terlibat berorganisasi, terutama di Gereja. Memang dari kecil saya dididik orang tua saya untuk aktif di Gereja. Saat ini, saya menjadi pendamping misdinar dan pengurus di organisasi OMK sebagai seksi hubungan masyarakat serta saya juga tergabung dalam Paguyuban Pemazmur Paroki Santo Alfonsus Nandan. Bagi saya, hal-hal seperti ini bisa menjadi sesuatu yang dapat membentuk saya semakin baik karena menjadi semakin terlatih untuk menghadapi orang banyak, untuk bertanggung jawab, terlatih untuk menghadapi masalah, dan untuk berbicara di depan umum.

Sejak SMP, saya sudah belajar berorganisasi, saya menjadi Bendahara 1 di OSIS SMP saya (SMP Negeri 2 Mlati). Hal ini menjadikan saya lebih bertanggung jawab. Saat di SMA, saya juga terpilih menjadi pengurus OSIS, saya terpilih dalam seksi bidang pembinaan sastra dan budaya, di mana seksi bidang ini mengurusi banyak event eksternal maupun internal. Hal ini membuat saya semakin terlatih untuk bagaimana berinteraksi dengan orang-orang di luar sana. Saya juga pernah menjadi ketua dalam event “Smada Movie Gathering”, semacam menonton film bersama. Film yang ditonton merupakan film yang diproduksi oleh anak-anak SMA Negeri 2 Jogja sendiri. Di masa SMA, saya juga mengikuti ekstrakurikuler teater yang bernama “Teater Kertas”, dapat disebut salah satu teater SMA yang terbilang bagus di Jogja. Saya pernah dua kali ikut serta dalam pentas besarnya yang bernama “Pentas Tunggal”. Pertama, saya menjadi salah satu tokoh di dalam ceritanya. Kemudian yang pementasan kedua, saya menjadi asisten sutradara. Banyak sekali cerita yang dilalui dalam persiapannya, ada senang, sedih, dan sering terjadi perbedaan pendapat, yang mana hal-hal ini dapat menjadikan saya lebih dapat bersikap dewasa, lebih dapat mengatasi masalah-masalah yang ada. Masa SMA ini sangat berkesan bagi saya. Akan tetapi, ada satu hal yang mengganjal, karena pada masa SMA inilah ibu dan bapak saya mempunyai utang di bank.

Memasuki dunia perkuliahan, ibu dan bapak saya berkata, “Pokoknya kamu yang fokus kuliahnya, nggak usah mikirin biaya kuliahmu, nggak usah mikir utang kita.” Tetapi bagaimanapun juga, saya tetap memikirkan hal itu karena semakin ke sini semakin susah kondisinya. “Buat nguliahin aku berat banget ya,” hal ini yang terus saya pikirkan. Saya merasa beban mereka terlalu berat untuk menguliahkan saya. Dari sinilah saya mencari info mengenai beasiswa-beasiswa yang ada, lalu saya menemukan Beasiswa KAMAJAYA ini dari websitewebsite yang saya kunjungi. Kemudian, saya mendaftarkan diri dan mengikuti proses seleksinya. Puji Tuhan, saya dapat diterima dalam Beasiswa KAMAJAYA ini. Hal ini sangat membantu saya dan keluarga saya dalam membiayai kuliah saya. Saya akan selalu berusaha untuk kuliah dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi kebanggaan.

Di lain sisi, saya bersyukur karena perkuliahan saya berjalan cukup lancar walaupun pada awal semester sempat terjadi sedikit kerumitan karena adanya pergantian kurikulum, tetapi semua dapat berjalan dengan baik dan puji Tuhan saya mendapatkan hasil yang menurut saya cukup baik. Teman-teman di sekitar saya juga sangat mendukung untuk menjalani perkuliahan karena menurut saya mereka memiliki “positive vibe” dalam menjalani perkuliahan. Dalam sisi spiritual-keagamaan, saya setiap Minggunya pergi beribadah ke gereja, tetapi pernah karena ada deadline tugas dan karena pandemi ini perayaan ekaristi dijadwalkan per wilayahnya dan wilayah saya mendapat jadwal pada saat yang bersamaan dengan deadline tugas, maka satu dua kali saya pernah tidak ke gereja. Sehari-hari saya berdoa juga setiap bangun tidur, akan melakukan aktivitas, sebelum makan dan sebelum tidur, karena saya merasa berdoa merupakan salah satu cara kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas apa yang kita terima.

Hal yang akan saya ingat adalah halangan pasti ada, tetapi pasti juga ada jalan untuk menyelesaikannya, tinggal bagaimana kita memilih, akan menerjang atau akan menyerah sebelum maju. Untuk ke depannya, saya memiliki mimpi untuk selesai kuliah dengan cepat dengan hasil yang memuaskan dan kemudian dapat bekerja sesuai dengan apa yang saya pelajari dan saya dapat menciptakan kebahagiaan bagi diri saya sendiri dan bagi orang-orang di sekitar saya. Saya kelak juga memiliki keinginan untuk membantu adik-adik yang mengalami kesulitan sehingga dapat terus melanjutkan perkuliahannya dengan menjadi salah satu donatur di beasiswa KAMAJAYA ini.

Foto ini diambil ketika saya ikut dalam pementasan teater.
Jika saya merasa penat dan jenuh, saya lebih suka pergi ke tempat-tempat yang alami untuk menghilangkan kepenatan saya.
Foto ini saya ambil ketika sedang mengerjakan tugas membuat video puisi.
Ini ketika saya menjadi tim Paduan Suara pada acara Asian Youth Day.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA