KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Melawan Kekhawatiran

Lentera Atma: Melawan Kekhawatiran

Kekhawatiran adalah suatu hal yang sudah tidak asing lagi kita jumpai dalam hidup, atau bahkan cukup sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Sering kali kita merasa khawatir ketika menghadapi sesuatu yang tidak pasti atau memiliki kemungkinan untuk gagal/berakhir kurang baik. Padahal, apa yang kita khawatirkan/takutkan sering kali tidak terjadi. Kekhawatiran biasa dialami oleh manusia dari segala umur, baik anak-anak hingga orang dewasa. Contohnya murid yang khawatir dengan hasil ujiannya dan pelamar kerja yang khawatir tidak diterima. Rasa khawatir mampu membuat seseorang lebih berhati-hati dan berpikir secara matang sebelum bertindak. Namun, kekhawatiran yang berlebihan dapat membuat kita menjadi stres.

Terdapat istilah yang hari-hari ini cukup terkenal di internet, yaitu quarter life crisis. Quarter life crisis adalah periode saat seseorang berusia 18–30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial (Alodokter.com). Sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya pun tidak luput dari kekhawatiran tentang hal-hal tersebut. Saat ini, saya baru saja memasuki semester 8, sehingga saya akan segera memulai skripsi setelah mendapatkan pengarahan dari kaprodi (ketua program studi) dan dosen pembimbing nantinya. Terkadang, terlintas dalam pikiran saya kekhawatiran mengenai skripsi dan pekerjaan saya nantinya setelah menjadi fresh graduate.

Namun, saya menyadari bahwa memikirkan hal seperti itu terus-menerus adalah sia-sia. Hal terpenting yang perlu dilakukan yaitu berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai cita-cita dan tidak lupa disertai dengan berdoa sungguh-sungguh. Ada bacaan dalam Alkitab yang selalu mengingatkan saya ketika saya mulai terlalu khawatir, yaitu Matius 6:25-34. Salah satu ayat yang selalu mengingatkan saya yaitu Matius 6:27, yang berbunyi, “Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Dari ayat tersebut, Tuhan menunjukkan bahwa kekhawatiran tidak akan mengubah apa pun. Lalu, apa yang perlu kita lakukan? Satu lagi ayat yang sering mengingatkan saya ketika saya khawatir, yaitu 1 Petrus 5:7 yang berbunyi, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Mari kita belajar untuk percaya dan menyerahkan segala pergumulan serta kekhawatiran kepada Tuhan.

Image by Pexels from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA