KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2021/2022  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Yasientha Dinda Syachkresna

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Yasientha Dinda Syachkresna

Yasientha Dinda Syachkresna

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

15 Mei 2001

Kota Malang

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Prodi Ilmu Komunikasi semester 4 (Juni 2022)

Yasientha Dinda Syachkresna

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UAJY Prodi Ilmu Komunikasi

Kehadiran Tuhan dalam Setiap Langkah Hidup Kami

“He has made everything beautiful in its time” – Ecclesiastes 3:11

Hai! Namaku Yasientha Dinda Syachkresna. Orang terdekat dan teman-temanku selalu memanggil aku Iyas atau Yash. Namaku ini sendiri memiliki arti yang indah, “Yasientha” diambil dari Santa Jacinta dan Dewi Sinta yang berarti cantik, setia, dan pemberani. Sudah pasti melalui namaku ini, mamaku berharap aku mampu menjadi seseorang yang memiliki sifat baik dan mampu menerapkannya dengan bijak dalam kehidupanku. Aku sendiri merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Aku melewati  20 tahunku ini dengan penuh rasa bersyukur. Hampir selama 17 tahun aku hanya tinggal dan hidup bertiga dengan mama dan adik perempuanku dikarenakan adanya perceraian orang tuaku saat aku balita, yang mengharuskan aku berpisah dengan papaku. Aku lahir dan besar di Kota Malang, Jawa Timur dengan dirawat oleh sosok wanita hebat yang mampu memerankan sosok ibu dan ayah sekaligus, beliau adalah seorang karyawan swasta pada umumnya dan yang tidak lain adalah mamaku. Sedari kecil mama terlepas dari adanya pembelajaran agama di sekolah, mama selalu membimbing aku dan mengenalkanku akan kehadiran Tuhan dalam setiap langkah dalam hidup kami.

Saat itu aku, ketika menempuh pendidikan di bangku SD, aku mulai menyadari adanya kekurangan dalam hidupku. Aku mulai merasa sedih dan iri saat melihat teman-temanku datang dan pulang sekolah ditemani oleh mama dan papa masing-masing. Aku merasa bahwa aku tidak bisa mengalami hal semacam itu. Namun aku bersyukur, di tengah kesibukan mamaku mencari nafkah bagi aku dan adikku, mama selalu menyempatkan dan meluangkan waktunya untuk berada di sampingku, apa pun kegiatan yang aku ikuti, entah itu sebatas pertemuan orang tua, gelar seni setiap akhir semester, bahkan sampai lomba antar sekolah dan provinsi yang aku ikuti. Sejak kecil, aku memang sudah cinta dengan segala hal yang berbentuk seni dan entertainment. Oleh karena itu, aku selalu mengikuti banyak kegiatan dan lomba yang di mana aku bisa mengeksplorasi segala bakat dan minatku di sana. Kemudian karena aku memiliki ambisi untuk membuat mama dan adikku bangga, aku tekun belajar sehingga dari kelas 1-6 aku tak lepas dari peringkat 3-5 besar.

Tak hanya berhenti di sana, Puji Tuhan aku masih bisa melanjutkan pendidikan ke bangku SMP dengan menerima bantuan dari gereja. Dari situ, semakin aku menyadari bahwa Tuhan memang selalu ada dan menopang setiap orang yang percaya pada-Nya. Di usiaku saat itu, sudah saatnya bagiku untuk menyambut Komuni I. Oleh karena itu, setelah aku melewati tahap penerimaan Komuni I, untuk mengungkapkan rasa syukurku aku mengabdikan diri sebagai Misdinar dan pelayan gereja seperti lektor, anggota koor, dan kolektan dan juga membantu beberapa peran dalam kegiatan keagamaan selama SMP.

Di tahap inilah aku mulai terguncang oleh beberapa kejadian, seperti halnya saat aku beranjak ke kelas 9, saat itulah adikku harus memulai tahap baru dari SD ke SMP, yang berarti mamaku memerlukan biaya ekstra untuk pendaftaran sekolah adikku dan biaya sekolahku. Sementara pada saat itu, mamaku baru saja mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya patah dan tidak bisa berkegiatan untuk beberapa bulan. Saat itu, kami benar-benar panik dan kehilangan arah. Akan tetapi, Mama mengajarkanku untuk tetap percaya akan pertolongan dan kesetiaan Tuhan. Benar adanya, Tuhan masih bersedia mendengar dan memberi pertolongan. Akhirnya, bantuan datang dari orang-orang baik kiriman Tuhan melalui gereja. Di saat itulah, Mama bisa berobat dan kami berdua bisa melanjutkan sekolah tanpa khawatir akan apa pun.

Aku berusaha membalas kebaikan Tuhan dan membahagiakan Mama lewat hal kecil yang dapat aku lakukan. Aku adalah seorang perempuan yang tergolong aktif dan selalu ingin berorganisasi dengan baik. Pada saat itu, aku juga ingin menambah pengalaman dan pada akhirnya mulai aktif OSIS, Paskibra, Pramuka, Kelompok Pecinta Alam, Basket, dan juga yang pasti aku tetap melanjutkan kecintaanku terhadap seni, yaitu Dance. Dan Puji Tuhan, tak hanya berprestasi selama duduk di bangku SD, rahmat kepandaian dan ketrampilan ini berlanjut sampai aku duduk di bangku SMP. Di SMP, aku mengikuti banyak lomba tari dan Puji Tuhan selama 3 tahun berturut-turut aku selalu mampu membawa pulang piala dan kejuaraan.

Sampai berlanjutlah ke tahap SMA di mana cobaan kali ini sangatlah berat dan banyak, sampai mengharuskan aku menempuh pendidikan di dua sekolah yang berbeda. Inilah masa yang paling gelap dan kelam, di mana aku sangat jatuh dan terpuruk bahkan sempat sangat jauh dengan Tuhan. Kala itu, aku sempat sakit dan bahkan untuk bangun pun susah. Di situ, aku mulai sadar dan berusaha datang lagi kepada Tuhan untuk berbicara dan menceritakan segala yang aku alami. Dan benar, Tuhan selalu ada saat aku jatuh, segala hal yang ada saat itu dipulihkan dengan cepat oleh-Nya. Dan saat aku lulus SMA, aku bimbang karena kondisi keuangan yang tidak stabil, sedangkan adikku harus tetap melanjutkan sekolahnya. Aku sangat ingin berkuliah, tetapi pada akhirnya aku memutuskan untuk gapyear, dan mengisinya dengan bekerja di beberapa tempat. Kemudian setelah hampir setahun aku bekerja, aku mendengar bahwa Universitas Atma Jaya Yogyakarta membuka tes Jalur Antara untuk penerimaan calon mahasiswa baru. Dari situ, aku sangat senang dan mengikuti tes gelombang ketiga, dan siapa sangka di tes pertamaku itu aku langsung lulus dan saat ini sudah resmi menjadi mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Semester pertama dan keduaku kulalui secara online akibat Pandemi COVID-19 yang belum mereda. Sejujurnya, aku sedih karena tidak bisa bertatap muka dengan teman dan dosen baru dan harus melaksanakan kegiatan belajar di rumah. Namun, semua dilakukan demi kebaikan bersama. Dan tak hanya berkuliah, aku mengisi waktu luangku dengan menjadi model foto beberapa brand juga aktif bermedia sosial dan puji Tuhan mendapat sedikit penghasilan dari konten yang aku buat, dan saat ini aku memiliki hampir 250 ribu pengikut di TikTok dan hampir 10 ribu di Instagram.

Di balik setiap kejadian yang aku alami, aku sadar dan tak pernah lupa akan segala berkat dan kesetiaan Tuhan dalam menjaga dan menemaniku serta keluarga kecilku. Penghasilan kecil yang kudapat sudah berhasil kutabung demi membantu Mama dari kerja serabutanku di media sosial. Yang kemudian aku mendengar adanya KAMAJAYA Scholarship. Sehingga pada akhirnya, aku memutuskan untuk mengajukan permohonan beasiswa demi meringankan biaya studiku dan membantu mengangkat sedikit beban di pundak Mama dalam hal ekonomi. Dan puji Tuhan, permohonan yang aku ajukan disetujui sehingga aku bisa menerima program beasiswa ini. Aku sangat bersyukur dan untuk membalas segala kebaikan serta sebagai bentuk rasa terima kasihku, aku dengan sekuat tenaga akan memberi hasil baik dan membanggakan dari segala proses yang kulalui di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Aku sungguh bersyukur karena dengan adanya Beasiswa KAMAJAYA aku tidak perlu takut untuk menempuh seluruh proses pendidikanku di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Semoga segala hasil yang kelak kuberikan mampu memberikan kebanggaan dan di masa yang akan datang mampu membantu berlangsungnya KAMAJAYA Scholarship agar dapat terus berjalan dan semakin berkembang. Tuhan Yesus Memberkati.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA