KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2021/2022  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Gde Rama Vedanta Yudhistira

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Gde Rama Vedanta Yudhistira

Gde Rama Vedanta Yudhistira

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

13 Februari 2002

Denpasar

Fakultas Teknologi Industri Prodi Informatika semester 4 (Juni 2022)

Gde Rama Vedanta Yudhistira

Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UAJY Prodi Informatika

Tak Menyalahkan Keadaan

Nama saya Gde Rama Vedanta Yudhistira, biasa dipanggil Rama. Nama saya diambil dari tokoh-tokoh dalam epos Ramayana dan Mahabarata. Saya lahir di Denpasar pada 13 Februari 2002. Saya merupakan anak ke-2 dari 2 bersaudara. Saya mempunyai seorang kakak perempuan yang saat ini sudah lulus kuliah. Saat ini, saya tinggal bersama ayah, kakak, dan kakek di rumah milik tante saya. Ibu saya sendiri sudah bercerai dengan ayah saya dan saat ini tinggal terpisah.

Ayah saya memiliki watak yang keras, namun beliau sangat sayang terhadap anak-anaknya sehingga menyebabkan beliau menjadi protektif terhadap saya dan kakak. Saya paham kekhawatiran beliau sebagai ayah, tentunya tidak ingin anak-anaknya kenapa-napa. Akibatnya, saya jarang pergi ke luar, paling-paling hanya pergi ke tempat ibadah. Pergaulan di sekolah pun tidak banyak, saat SD dan SMP saya disekolahkan di sekolah yang baru dibangun, pendirinya merupakan kenalan orang tua saya. Muridnya saat itu masih sedikit, sekelas hanya ada sekitar 10 siswa. Karena itu, saya kurang mendapat pergaulan karena lebih sering di rumah. Selama di rumah, saya hanya bermain laptop sehingga saya jadi punya ketertarikan terhadap dunia IT.

Saya memutuskan untuk masuk ke SMK jurusan rekayasa perangkat lunak. Di SMK ini, saya belajar banyak hal. Tak hanya keahlian teknis, saya juga dikenalkan dengan pergaulan yang lebih luas. Salah satu pengalaman berharga saya ketika SMK adalah saat PKL. Saat itu, saya dikenalkan dengan dunia kerja. Sangat banyak hal yang bisa saya pelajari saat itu. Selain menambah keahlian, saya juga belajar tentang pentingnya menjalin koneksi. Saat itu, saya juga bertemu dengan teman-teman yang sampai saat ini masih dekat, mereka yang menjadi motivasi saya untuk berkembang dan lebih produktif.

Saat lulus SMK, saya berkeinginan kuliah di luar pulau agar bisa lebih mandiri. Awalnya, saya takut ayah saya tidak menyetujui. Saya coba bicarakan dengan Ayah dan untungnya beliau mengizinkan. Saya memutuskan untuk kuliah di Yogyakarta karena terkenal sebagai kota pelajar dan biaya hidupnya yang terbilang murah. Lalu, saya mulai mencari kampus dan tertarik pada Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Awalnya, saya sempat ragu untuk mendaftar melihat biayanya. Namun, ayah saya meyakinkan bahwa saya tidak perlu memikirkan soal biaya. Saya pun mendaftar dan berhasil diterima lewat jalur ranking di Program Studi Informatika.

Awal saya kuliah, mulai muncul beragam masalah. Sewaktu belum ada pandemi, ayah saya mulai membangun usaha coffee shop menggunakan modal dari bank. Sebenarnya, ayah saya sudah mempunyai rencana dalam pengelolaan ekonomi saat membangun usaha ini. Namun, pandemi muncul dan mengakibatkan semua kinerja bisnis merosot tajam, ayah saya pun merasakan hal ini. Hasil penjualan yang baru mulai dibangun mulai menurun hingga tidak bisa mencukupi kebutuhan. Hal ini membuat ayah saya stres dan keadaan rumah pun menjadi tidak nyaman. Ayah dan Ibu mulai sering bertengkar. Hingga akhirnya pertengkaran memuncak, dan suatu hari Ibu pun meninggalkan rumah.

Hari itu merupakan minggu-minggu awal perkuliahan dimulai. Saya bangun dan mulai bersiap untuk kuliah. Saya bertemu Ibu, saat itu beliau menanyakan jadwal jam kuliah saya dan jam kerja kakak saya, yang saat itu sedang mengajar privat bahasa Inggris. Ibu saya bertanya dengan detail, dari jam berapa sampai jam berapa. Saat itu, saya tidak memikirkan macam-macam dan hanya menjawab lalu mengunci pintu untuk sesi kuliah. Saat sesi kuliah saya menggunakan headset dan hanya fokus sehingga suara dari luar tidak terdengar. Setelah kuliah selesai, saya mendapati rumah yang kosong, biasanya ada ibu dan kakek saya yang tinggal di rumah. Namun saat itu, Ibu tidak ada, hanya ada kakek saya di dalam kamarnya. Mungkin, Ibu pergi dengan Ayah, pikir saya. Hari itu, Ayah memang sedang keluar untuk melaksanakan kegiatan keagamaan. Saya masih tidak mempunyai pikiran buruk, sampai akhirnya Ayah pulang. Beliau pulang seorang diri, saat saya tanya Ibu di mana, Ayah malah bingung. Sontak ayah saya panik dan langsung mencoba menhubungi Ibu, namun tidak aktif. Ayah semakin panik, semua kenalan dihubungi namun tidak ada yang tahu kabar Ibu. Ayah mulai mencari Ibu tanpa arah, berkeliling pantai dan jalan-jalan namun tetap tiada hasil. Ibu mulai memberi kabar saat sore hari kepada saya. Berkat kejadian ini, ayah saya yang sudah stress akibat masalah ekonomi makin tertekan sehingga tidak bisa bekerja.

Dari kejadian ini, saya dan Kakak mencoba untuk tidak terpuruk. Kami berusaha agar bisa pulih dari kondisi sekarang. Kakak saya pun berinisiatif mengambil alih usaha ayah saya dan merintisnya supaya bisa kembali berjalan. Sedangkan karena saya harus kuliah online, saya lebih sering mengurus pekerjaan rumah, menggantikan ibu saya. Tidak jarang saya harus mengikuti kelas sambil mengurus rumah. Namun, masalah ekonomi masih terus memberatkan kami, rumah pun terpaksa kami jual untuk membayar hutang dan cicilan. Saya sangat bersyukur ada tante saya yang mengizinkan kami sekeluarga untuk tinggal di rumah miliknya sehingga kami masih ada tempat untuk tinggal. Berkat kakak saya, usaha juga mulai berkembang dan cukup untuk memenuhi kebutuhan, namun untuk membayar kuliah masih berat.

Saya sempat memutuskan untuk cuti kuliah, agar tidak memberatkan orang tua. Bersyukur atas kehadiran KAMAJAYA Scholarship dalam hidup saya. Saya dinyatakan lolos sebagai salah satu Penerima Beasiswa KAMAJAYA. Cita-cita saya adalah untuk membangun sebuah startup berbasis IT. Untuk mewujudkannya, saya harus giat belajar dan mengasah kemampuan, mencari pengalaman, serta membangun relasi dengan banyak orang. Ketika sudah mampu nanti, saya berniat untuk membantu orang dengan cara apa pun, seperti bagaimana saya ditolong saat ini.

Saat PKL di BDI Denpasar, 2019.
Pembuatan project individu Kelompok Studi Robotik.
Kebun Raya Bedugul, 2020.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA