KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Berbohong demi Kebaikan, Baikkah?

Lentera Atma: Berbohong demi Kebaikan, Baikkah?

Beberapa kali, pasti kita pernah mendengar seseorang atau bahkan diri kita sendiri berkata, “Ini semua untuk kebaikan,” di saat kita melakukan atau menutupi kebenaran dengan tujuan kebaikan. Namun, hal ini tetaplah akan menjadi sebuah kebohongan, ketidakjujuran, tidak terbuka, dan merupakan hal yang salah untuk diri kita sendiri maupun orang lain.

Hal-hal kecil yang mungkin pernah kita lakukan, yaitu ketika terlambat ke kampus atau tempat kerja karena telat bangun, namun ketika ditanya kita mengatakan karena macet. Ketika sedang kuliah atau meeting online, kita diminta mengaktifkan kamera, namun enggan dan beralasan koneksi internet sedang buruk padahal tidak. Hal ini kita sampaikan untuk “kebaikan diri” menjaga nama baik. Contoh lain ketika anak yang merantau telah kehabisan uang, namun mengatakan kepada orang tua bahwa uangnya masih cukup, tujuannya agar tidak membebani orang tua dan memilih makan makanan cepat saji atau bahkan menahan lapar, memang niatnya baik, namun hal ini akan mendatangkan masalah baru seperti penyakit, terganggu konsentrasi belajar.

Banyak hal lain yang mungkin telah menjadi pengalaman pribadi kita, hanya kita dan Tuhan yang tahu. Niat baik yang ditutupi dengan ketidakjujuran, akan mendatangkan masalah-masalah baru yang mungkin lebih besar. Kebohongan yang satu harus ditutupi dengan kebohongan yang lain. Begitu seterusnya. Kebohongan tidak ada yang abadi, pasti suatu saat akan terungkap dan merugikan diri sendiri, menghilangkan kepercayaan orang lain, dan tidak menghormati Tuhan. Lebih baik menyatakan kejujuran yang menyakitkan, daripada kebohongan yang menyenangkan sesaat.

Image by PDPics from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA