KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Mengenal Diri Sendiri

Lentera Atma: Mengenal Diri Sendiri

Saya pernah membaca sebuah kutipan yang berbunyi, “Sebuah kapak memanglah kuat, tapi ia tidak bisa digunakan untuk mencukur rambut. Sebuah silet memang sangat tajam, tapi tidak bisa digunakan untuk menebang pohon.” Menurut saya, kalimat ini sangat mudah dipahami sebagai sebuah cara untuk menyampaikan pesan dan sudut pandang baru bagi orang lain tentang cara memahami diri sendiri, bahwa kita tidak harus seperti orang lain karena kita mempunyai kelebihan/potensi sendiri.

Dalam hidup ini memang akan selalu ada tingkatan bagi setiap orang yang dalam artian bahwa akan selalu ada orang yang lebih tinggi daripada kita dari segi manapun. Dan tidak juga bisa dipungkiri bahwa kita akan selalu memiliki rasa “insecure” khususnya bagi kita yang masih muda karena melihat orang lain memiliki begitu banyak potensi dan bakat sedangkan kita merasa bahwa hidup kita hanya biasa-biasa saja dan tidak mempunyai suatu kelebihan atau potensi.

Tapi, tunggu dulu…

Apakah kita sudah mengenali diri kita sendiri? Apakah kita sudah mencari tahu apa yang menjadi kesukaan atau hal yang kita bisa lakukan tapi orang lain tidak bisa? Terkadang, hal ini menjadi suatu renungan lagi bagi kita semua bahwa tidak ada orang yang tidak punya potensi. Semua pasti mempunyainya, tapi tergantung bagaimana cara untuk menggali dan menggunakan potensi itu agar nyata bisa dilhat dan dirasakan. Pertama-tama bahwa kita harus tahu diri kita itu seperti apa dan fokus pada apa yang kita bisa kembangkan. Berikutnya adalah dengan melihat orang lain lebih dari pada kita. Bukan berarti minder, tetapi hal ini bisa jadi salah satu penyemangat kita lebih mengenali diri sendiri.

Sebagai contoh, ada orang yang bisa menyanyi dengan baik tapi orang tersebut tidak bisa memainkan alat musiknya, dan ada yang bisa memainkan alat musiknya tapi dalam hal  menyanyi kurang pandai. Di sinilah kita bisa melihat bahwa potensi yang kita bisa miliki belum tentu orang lain miliki dan apa yang orang lain bisa belum tentu bisa kita lakukan. Namun dengan kelebihan kekurangan ini, kita bisa menggunakannya sebagai sarana untuk saling membantu dan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan dengan orang lain. Oleh karena itu, tetap tanamkan dalam hati bahwa saya bisa fokus pada diri saya dengan potensi yang saya punya sehingga tidak harus menjadi ”orang lain” karena ini adalah diri saya dan saya tahu apa yang saya bisa. Kuncinya adalah “percaya diri”.

Image by Gino Crescoli from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA