KAMAJAYA Scholarship / Coretan Mahasiswa  / Coretan Mahasiswa: Kesehatan Mental Berkaitan dengan Kesehatan Fisik

Coretan Mahasiswa: Kesehatan Mental Berkaitan dengan Kesehatan Fisik

Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju, informasi mengenai kesehatan mental lebih mudah tersebar luas, yang mengakibatkan terbukanya pandangan orang-orang akan kesehatan mental. Walaupun belum seluruhnya merata. Nah kalau dari kacamataku sendiri, aku lihat orang-orang sekitarku sudah semakin sadar akan kesehatan mental. Keluarga, teman-teman, bahkan akun-akun di media sosial sudah banyak sekali yang mengangkat permasalahan atau isu kesehatan mental.

Menjaga kesehatan mental itu sangat penting. Begini penjelasan ilmiahnya.

National Alliance on Mental Illness memperkirakan bahwa hampir 1 dari 5 orang dewasa mengalami masalah kesehatan mental setiap tahunnya di Amerika Serikat. National Institute of Mental Health (NIMH), pada tahun 2017, diperkirakan 11,2 juta orang dewasa di AS atau sekitar 4,5% orang dewasa, memiliki kondisi psikologis yang parah. Ini membuktikan bahwa menjaga kesehatan mental sangat penting. Dengan kesehatan mental yang baik, seseorang akan menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dan dapat bekerja secara produktif.

Dr. Brock Chisholm mengatakan, “Without mental health there can be no true physical health,” yang berarti tanpa kesehatan mental kita tidak akan mendapatkan kesehatan fisik yang sebenarnya.

Contohnya kita pasti pernah mengalami hal seperti saat sedang kehilangan semangat, maka kita merasa tubuh lemas. Saat kita sakit, untuk berpikir saja rasanya sulit.

Nah, ini dinamakan sebagai mind-body connection yang artinya bahwa pikiran, perasaan, keyakinan, dan sikap kita dapat memengaruhi kesehatan fisik kita secara positif maupun negatif. Sebaliknya, kesehatan fisik dapat memengaruhi kesehatan mental baik secara positif dan negatif. Penelitian pun telah membuktikan kesehatan mental berpengaruh pada fisik seseorang, dan sebaliknya. Penelitian tersebut membuktikan bahwa pada pasien yang mengalami depresi, risiko mengalami serangan jantung lebih dari dua kali lebih tinggi, sedangkan mengobati gejala depresi setelah serangan jantung telah terbukti menurunkan tingkat mortalitas pada pasien. Jadi, menjaga kesehatan mental itu sangatlah penting ya … teman-teman.

Image by PDPics from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA