KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Melawan “Lupa”

Lentera Atma: Melawan “Lupa”

Setiap orang merasakan keresahan ketika kita lupa terhadap kegiatan yang seharusnya dilakukan. Ketika terjadi, hal tersebut memiliki sebab-akibat. Ketika kita lupa, bukan sarana untuk lari dari kenyataan itu, melainkan kita harus menghadapi resiko yang terjadi. Sebenarnya, kita memiliki karunia yang besar untuk melawan “lupa”.

Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu.” (Ulangan 4:9)

Antisipasi ketika “lupa” ini menyerang dapat dilakukan dengan pengaturan cara bertindak, membuat agenda serta daftar pengingat, atau melakukan sesuatu hal yang sesuai dengan reflek tubuh dapat mengingat hal penting yang harus dilakukan.

Ada beberapa kejadian pada orang Israel yang rawan terhadap “penyakit” lupa. Oleh karenanya, Musa menasihati dan meminta bangsa Israel untuk: Pertama, mengingat Tuhan yang selalu menjawab setiap seruan orang Israel (Ulangan 4:7). Kedua, mengingat ketetapan dan Kesepuluh Perintah Allah (ay. 8, 13-15). Ketiga, mengingat pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir yang Tuhan lakukan (ay. 20). Keempat, mengingat perbuatan-perbuatan ajaib yang Tuhan telah lakukan bagi bangsa Israel (ay. 34). Itulah alasan mengapa Musa meminta mereka untuk melawan lupa (ay. 9, 23).

Image by anncapictures from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA