KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Melalui Masa Sulit Bersama KAMAJAYA Scholarship

Kisah Penerima Beasiswa: Melalui Masa Sulit Bersama KAMAJAYA Scholarship

Saya Ilalang Arsa Yoyada, lahir di Semarang, 12 Agustus 2000. Saat ini, saya tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Eyang Putri, Mama, dan adik saya ditambah dengan adik Mama dengan ketiga anaknya. Ayah saya meninggal sejak saya masih berada di bangku SMP dan ibu saya seorang pedagang makanan. Setelah Ayah meninggal, saya sekeluarga tinggal menumpang di rumah Eyang dan melanjutkan studi SMA di Yogyakarta hingga saat ini saya berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Semasa menempuh studi untuk memperoleh gelar S1, saya memilih untuk menjadi mahasiswa yang aktif di dunia perkuliahan, baik itu secara akademis pada Kegiatan Belajar Mengajar maupun organisasi dengan menjadi anggota HMPSA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi), mengingat didikan orang tua saya untuk belajar sekaligus mencari koneksi melalui pertemanan yang terjalin semasa studi.

Di tengah masa studi S1, saya dihadapkan dengan kondisi yang ekstrim, terutama terkait kondisi perekonomian keluarga di saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Usaha orang tua dimudahkan dengan bantuan e-Commerce. Kendati demikian, tingkat persaingan semakin tinggi dikarenakan orang bebas memilih makanan yang dekat dengannya dengan harga yang lebih murah tanpa melihat kualitas yang diperjualbelikan. Kondisi perekonomian keluarga saya yang hanya ditunjang dengan usaha dagang tersebut mengalami kondisi terpuruk. Pada saat itu, tingkat stres pun turut meningkat yang pada akhirnya saya dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan studi saya, cuti kuliah, atau keluar dari perkuliahan. Hingga akhirnya suatu saat teman satu divisi di HMPSA, Lina, memberikan informasi terkait beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa/i kurang mampu, yakni Beasiswa KAMAJAYA. Akhirnya, saya berusaha untuk menggali informasi lebih dalam, dan mencoba peruntungan untuk mendaftar beasiswa. Pada akhirnya, Tuhan menjawab doa-doa saya sekeluarga melalui tangan-tangan donatur dan Pengurus KAMAJAYA Scholarship. Saya resmi menjadi bagian dari KAMAJAYA Scholarship Batch 4 pada semester ke-4 masa studi saya, tepatnya pada 10 Juli 2020.

Pada semester 4 ini, terdapat perubahan signifikan bagi kegiatan belajar mengajar di dunia perkuliahan. Seperti yang telah diketahui dan dirasakan masyarakat Indonesia, terutama di dunia pendidikan, pendidikan berubah total, yakni dimulainya era daring di dunia pendidikan. Saya pribadi sebagai mahasiswa merasakan sulitnya menyerap materi dengan kuliah tanpa bertatap muka secara langsung dengan dosen. Pandemi turut mengganggu kegiatan organisasi. Namun ada suatu hal yang mengejutkan dari dunia organisasi di mana setelah kalah dalam pemilihan ketua HMPSA, saya diberikan kepercayaan oleh Lina yang menjadi ketua HMPSA, orang yang sama yang memberikan saya informasi tekait beasiswa KAMAJAYA, memberikan kepercayaan kepada saya untuk membimbing sebuah divisi di HMPSA yang memiliki beberapa program kerja untuk 1 tahun masa perkuliahan di semester 5 dan 6.

Keseharian berproses mengerjakan skripsi.

Pada semester 5, di mana perkuliahan semakin membutuhkan teknologi untuk belajar, saya dihadapkan dengan kondisi sulit dikarenakan laptop yang saya miliki sudah usang dan tidak dapat terkoneksi dengan internet. Hal ini turut menjadi dilema dikarenakan untuk membeli laptop baru yang sangat saya perlukan terutama untuk semester ke depannya yang dihadapkan pada seminar dan skripsi, namun tidak ada kemampuan finansial untuk membeli dikarenakan kondisi perekonomian keluarga saya pada kala itu masih sangat terpuruk. Apakagi ditambah dengan adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang menjadi kebijakan pemerintah. Di saat itu pun, Tuhan masih sangat baik kepada saya, melalui KAMAJAYA Scholarship. Bertepatan dengan kebutuhan terkait laptop, KAMAJAYA Scholarship membagikan pinjaman laptop kepada penerimanya yang membutuhkan laptop sehingga saya dapat berkuliah dengan maksimal.

Pada semester 6 dan 7, segala perkuliahan berjalan dengan lancar. Seminar dan KKN secara online pun dapat saya jalankan tanpa kendala yang berarti. Pada semester itu pun teman-teman saya selalu mendukung untuk berproses bersama dalam studi. Akhirnya, semester 8 pun datang di kehidupan saya, masa yang menjadi puncak dunia pendidikan S1. Selama satu semester saya habiskan untuk mencari objek dan judul terkait skripsi saya, dikarenakan judul yang saya gunakan tidak diterima oleh dosen pembimbing saya. Rasa frustasi yang mulai timbul akibat objek skripsi yang tak kunjung didapatkan dan direstui dosen pembimbing, serta keinginan untuk segera bekerja dan keluar dari kancah perkuliahan, dan kejenuhan akibat bosan dengan kegiatan keseharian yang dilakukan, serta kewajiban sebagai penerima beasiswa yang harus segera menyelesaikan studi agar tidak menjadi beban bagi KAMAJAYA Scholarship menjadi satu padu selama 1 semester. Enam belas perusahaan saya hubungi selama 1 semester tanpa hasil, hingga memasuki semester 9. Lagi-lagi, Tuhan sangat baik kepada saya. KAMAJAYA Scholarship masih mau mengulurkan tangannya untuk memberikan perpanjangan beasiswa selama 1 semester, ditambah dengan adanya titik terang, yaitu dikarenakan adanya perubahan kurikulum sehingga skripsi hanya menjadi 4 SKS. Hal ini mempermudah saya dalam mencari judul skripsi, dan ada 1 perusahaan konveksi yang mau untuk diteliti dan bersedia membagikan data keuangannya dengan imbalan saya magang di konveksi tersebut.

Pada akhirnya, saya dapat menyelesaikan penyusunan skripsi saya hanya dalam kurang dari 2 bulan, dan dapat maju untuk pendadaran dan dinyatakan lulus pada tanggal 11 Oktober 2022. Saya bersyukur apa pun yang Tuhan arahkan kepada saya di hidup ini, saya percaya ketika saya terus berusaha dan melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin dan dengan penuh ikhlas maka akan ada hasilnya. Melalui masa sulit bersama KAMAJAYA Scholarship merupakan hal yang luar biasa dan seperti ada napas baru di hidup saya karena sangat membantu keluarga. Selain membantu secara finansial, saya juga mendapat pengalaman berharga dari KAMAJAYA Scholarship di mana teman-teman dari KAMAJAYA Scholarship pun sangat menerima dan terbuka. Di kondisi seperti saat ini, saya sangat beryukur karena keluarga tidak perlu merisaukan biaya kuliah saya yang sebelumnya menurut saya merupakan beban bagi orang tua saya. Meskipun banyak gejolak dari segala segi kehidupan yang berdampak pada diri saya, saya percaya dalam setiap perkara selalu ada nilai-nilai yang berharga yang dapat diambil.

Saat ini, saya memilih untuk fokus dengan mencari pekerjaan agar dapat mencapai tujuan saya untuk bekerja di luar pulau Jawa. Terima kasih kepada KAMAJAYA Scholarship dan para donatur. Melalui bantuannya, saya Ilalang Arsa Yoyada dapat lulus dan mengakhiri masa studi S1 saya dengan baik.

Yogyakarta, 20 Oktober 2022

Ilalang Arsa Yoyada
Mahasiswa Program Studi Akuntansi UAJY Angkatan 2018
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-4

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA