KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2022/2023  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Gumelang Axel Bramesta

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Gumelang Axel Bramesta

Gumelang Axel Bramesta

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

13 Juni 2000

Waingapu, Sumba Timur

Fakultas Bisnis dan Ekonomika Prodi Ekonomi Pembangunan semester 7 (November 2022)

Gumelang Axel Bramesta

Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY Prodi Ekonomi Pembangunan

Selalu Ada Harapan

Halo, perkenalkan nama saya Gumelang Axel Bramesta. Nama panggilan saya sehari-hari adalah Axel. namun sebagian orang memanggil saya Gumelang. Berbekal nama ini dalam hidup, adalah sebuah anugerah dan suka cita buat saya. Itu adalah sebuah hadiah indah dari orang tua saya. Sedikit cerita, nama lengkap saya memiliki arti untuk tiap suku namanya. Izinkan saya menjelaskannya, untuk nama Gumelang memiliki makna sebagai pribadi yang punya prinsip dan tujuan hidup serta memiliki pembawaan yang berwibawa. Kemudian nama Axel, dalam bahasa Kristiani diartikan sebagai bapa pembawa damai. Sedangkan nama Bramesta, memiliki arti sebagai pribadi yang emosional dalam soal keberanian dan keramahan. Tentu saya yakini bahwa saya harus memiliki karakter-karakter demikian, sebagaimana saya menjalani kehidupan ini. Saya yakin, awal mula jati diri saya berawal dari nama saya karena nama bukan hanya sebuah nama, saya memandang itu sebagai kekuatan, motivasi, dan semangat hidup saya. Saat ini, saya sudah menginjak usia 21 tahun, ada banyak cerita dan pengalaman hidup yang membuat saya semakin kuat hingga saat ini. Pelajaran berharga datang dari keluarga, pertemanan, lingkungan pendidikan, gereja, dan lain sebagainya.

Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan S1 Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Bisnis Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Sejauh ini, saya sudah memasuki semester 7. Saya berasal dari Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saya lahir dari keluarga kecil sederhana. Keluarga yang menyimpan sejuta cerita dan kenangan yang ditinggalkan serta sulit untuk dilupakan. Papa saya bernama Daud Nggau Behar dan mama saya bernama Minarsih. Keduanya memiliki latar belakang berbeda, karena papa saya berasal dari Sumba sedangkan mama berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Saya lahir pada 13 Juni 2000 di Kota Ende di Flores, di mana kota tersebut adalah kota penempatan Papa waktu memulai karir sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil. Saya dibesarkan di tengah keluarga yang penuh dengan cinta kasih Tuhan. Saya tumbuh dan berkembang di antara dua keluarga besar yang memiliki perbedaan, baik dari suku dan agama. Ya, keluarga Mama adalah Islam sedangkan keluarga Papa adalah Kristen Protestan. Saya senang, bisa kenal Tuhan Yesus dan Dia menjadi juruselamat saya. Begitu bersyukurnya saya dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan cinta kasih Tuhan. Saya memiliki seorang saudari perempuan, bernama Brisani Elmiga Kareri. Dia saat ini sudah duduk di bangku kelas 3 SMA. Saya bersyukur oleh karena didikan yang ditanamkan oleh orang tua dalam hal kerohanian membuat saya tumbuh menjadi pemuda yang bertanggung jawab dan takut akan Tuhan. Saya selalu mengupayakan untuk memiliki kerohanian yang baik, selalu antusias dalam kegiatan gereja dan dalam persekutuan, baik dari masa sekolah minggu, remaja, hingga pemuda.

Keluarga kami sangat diberkati, dan orang tua selalu menunjukkan teladan nilai-nilai kebaikan dalam hidup. Saya bersyukur dapat menikmati kenyamanan, damai sejahtera, dan kerukunan dalam keluarga. Secara finansial, Tuhan selalu cukupkan kami pada waktu itu. Namun, semua kebahagian tersebut usai sudah setelah dihantam badai kehidupan. Tepat di tanggal 17 November 2018, Tuhan memanggil Papa pulang. Beliau mengalami sakit komplikasi pada organ usus, ginjal, hingga paru-paru. Semua sirna dan sangat cepat sekali waktu merenggut Papa. Beliau meninggal setelah 2 minggu dirawat di rumah sakit karena kondisinya semakin memburuk pasca operasi besar. Ini merupakan peristiwa paling pahit. Kami sepertinya tidak berdaya melihat orang yang kami kasihi, yakni yang terdekat dalam hidup yang tak lain adalah ayah kandung sendiri, harus meninggalkan kami oleh peristiwa kematian. Sungguh, ini merupakan pil pahit bagi keluarga kami. Dalam benak kami, masih belum percaya dengan kenyataan yang mengatakan bahwa Mama sudah berstatus janda dan saya bersama adik Brisa adalah anak yatim. Kami hancur, tanpa arah, bagi saya kehilangan seorang ayah sama artinya dengan kehilangan kehormatan. Semua keadaan berubah, baik dari segi finansial maupun semua lini kehidupan kami. Namun, ini adalah bagian dari kehidupan, yang harus kami hadapi dengan kuat hati. Semuanya terjadi dalam kehendak Tuhan, satu-satunya sikap yang tepat adalah berserah.

Masa-masa setelah meninggalnya Papa sangat sulit, karena Mama harus memikirkan semuanya sendiri dan saat ini Mama-lah yang menjadi tulang punggung keluarga dalam menghidupi keluarga dan adik saya Brisani. Kami selalu berusaha untuk hidup mandiri dan tidak menyusahkan orang lain, entah bagaimana pun caranya, kami hadapi setiap situasi ketidakpastian. Namun, satu hal yang kami tahu adalah bahwa Tuhan selalu mengetahui dan menyediakan apa yang anak-anak-Nya perlukan. Sejak mulai kuliah di UAJY pada tahun 2019, Mama-lah yang berperan dalam membiayai segala kebutuhan hidup dan perkuliahan selama di Yogyakarta. Awalnya, saya mau berencana untuk mencari pekerjaan sambilan, namun belum diizinkan oleh Mama karena Mama ingin saya fokus di perkuliahan saja.

Dari awal saya memulai perkuliahan, saya sudah tanamkan mindset bahwa kuliah bukan hanya berbicara masalah belajar dan mengerjakan tugas dan tanggung jawab akademik. Kuliah lebih dari itu, harus ada keseimbangan dalam pengembangan softskill dan hardskill. Sebab, itu menjadi modal dan nilai jual bagi diri sendiri saat sudah masuk di dunia kerja nanti. Dengan latar belakang semangat ini, saya memutuskan untuk siap menghadapi perkulihan ekstra ditambah dengan kegiatan di luar akademik. Dari semester 1 hingga semester 6 yang lalu, saya aktif di lembaga Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dan bekerja di Komisi 1 Legislatif dan Pengawasan. Sudah banyak program kerja yang saya ikuti selama berorganisasi 3 tahun di BPM, mulai dari program kerja internal. Saya juga pernah mengikuti salah satu perlombaan di kampus, yakni Development Economic Competition 2020 dan memperoleh juara 2. Saya aktif dalam kegiatan PMK Oikumene di kampus, dan masih banyak kegiatan organisasi dan kepanitian yang telah saya tempuh selama ini. Dan saat ini, saya baru bergabung dan dipercayakan sebagai Asisten Laboratorium di FBE UAJY. Semua ini menjadi pengalaman baru yang penting untuk mengasah dan meningkatkan kualitas diri saya.

Dari lubuk hati yang paling dalam, sejujurnya saat ini saya sedang sangat sedih dan bingung harus berbuat apa. Keadaan sepertinya terjadi di luar kendali saya, itu sangat terasa dalam segi finansial keluarga. Kepergiaan almarhum Papa membuat kami harus tertatih-tatih dalam menghadapi setiap ujian hidup yang datang. Untuk perkuliahan ini, saya sangat bersemangat untuk menimba ilmu karena didasari dengan motivasi dan visi besar saya untuk mengubah nasib keluarga. Melihat kondisi perekonomian keluarga saat ini, benar-benar tidak memungkinkan untuk saya bisa melunasi tagihan uang SPP tiap semester.

Mama saya mendapatkan tunjangan gaji pensiun Papa sebesar 1,6 juta per bulan, ditambah dengan usaha Mama yang berjualan makanan secara online menunjukkan kondisi pendapatan yang tidak pasti. Jika digabung, maka pendapatan Mama rata-rata per bulannya adalah 2 juta. Namun, biaya kuliah di UAJY yang tergolong mahal apalagi Mama masih ada tanggungan uang sekolah adik saya yang masih di bangku SMA tentunya tidak dapat ditutupi oleh sumber pendapatan yang ada saat ini. Terbukti, terhitung hingga saat ini uang kuliah saya masih ada tunggakan sebesar Rp 24.581.250,00. Dan terhitung sudah tiga kali saya mendapat bantuan beasiswa UKT dan SPP di UAJY yang meloloskan saya sehingga bisa tetap mendaftarkan KRS di tiap semesternya. Kondisi saat ini sangat mengancam keberlangsungan perkuliahan saya. Tentunya saya tidak mau putus kuliah, saya harus kuliah dan selesai tepat waktu bagaimana pun caranya. Karena saya harus menuntaskan apa yang harus saya mulai dan sejauh ini saya bertanggung jawab dengan studi saya, terbukti dengan riwayat capaian IPK yang baik.

Saya mendapat info adanya Beasiswa KAMAJAYA ini. Muncul harapan yang besar dalam hati saya agar nantinya saya dapat dipercayakan untuk menjadi mahasiswa yang terpilih menerima beasiswa ini. Apalagi, saya suka dengan konsep beasiswa ini, yang saya artikan sebagai “diberkati untuk memberkati”. Saya akan terus berjuang dan mendoakan, agar sekiranya cita-cita saya dapat tercapai meskipun banyak tantangan yang harus saya hadapi. Saya berharap, beasiswa ini bisa menjadi milik saya di tahun ini demi kelancaran perkuliahan S1 saya di kampus UAJY tercinta.

Bersyukur sekali ternyata harapan saya bisa terkabul. Saya bisa mendapat bantuan Beasiswa dari KAMAJAYA di tahun ini, sehingga sangat membantu dalam menopang masalah administrasi kuliah dan saya bisa meringankan beban Mama yang saat ini juga sementara menyiapkan dana untuk perkuliahan adik saya di tahun depan. Harapan yang terbaik buat diri saya agar bisa selalu menjadi berkat bagi sesama di mana pun dan dalam kesempatan kapan pun. Untuk KAMAJAYA sendiri, tentunya saya harus bisa membalas budi dengan ikut berkontribusi dalam pengembangan sistem yang ada, baik secara materil maupun secara moril, untuk membantu kemajuan bangsa lewat bidang pendidikan di masa mendatang.

Target saya dalam studi ini adalah bisa menyelesaikan proposal dan magang di semester 7, kemudian menyelesaikan skripsi dan dapat wisuda di tahun 2023. Di masa depan, saya ingin menjadi seorang birokrat dan masuk di politik. Karena lewat sektor itulah, saya bisa membantu banyak orang dan masyarakat Indonesia. Saya memiliki ketertarikan dalam hal itu, saya mau terlibat dan menjadi bagian dalam agen pembangunan. Namun di sisi lain, saya juga memiliki ketertarikan di dunia bisnis. Jika Tuhan berkenan, mungkin suatu saat nanti saya bisa membuka usaha di bidang pertanian karena pertanian menjadi salah satu sektor unggulan di daerah saya. Inti dari semuanya adalah, bahwa saya memiliki visi untuk membangun daerah saya tercinta, Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Juara 2 Development Economics Competition 2020.
Menjadi Ketua Pelaksana Pramuker-Muker FBE UAJY 2021.
Saat menjadi MC di Roadshow Gerakan Nasional 1000 Start Up Digital dari KOMINFO.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA