KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2022/2023  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Marselino Adimas Visi Pratama

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Marselino Adimas Visi Pratama

Marselino Adimas Visi Pratama

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

5 Desember 2001

Yogyakarta

Fakultas Teknologi Industri Prodi Informatika semester 5 (Desember 2022)

Marselino Adimas Visi Pratama

Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UAJY Prodi Informatika

Mengabdi untuk Negara

Nama saya Marselino Adimas Visi Pratama. Saya memiliki banyak nama panggilan, biasanya saya dipanggil Marsel, Nino, Seli, Dimas, Plentong, dan Kepleh. Nama-nama tersebut adalah nama akrab saya di setiap pergaulan dan jenjang pendidikan. Saya lahir di Yogyakarta, 5 Desember 2001. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saya memiliki adik perempuan yang juga berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta Program studi Ilmu Komunikasi. Ayah saya bekerja di Universitas Atma Jaya Yogyakarta bagian Kantor Pengelolaan Sarana dan Prasarana (KPSP) dan ibu saya bekerja di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY).

Dari kecil, saya lebih dekat dengan Nenek dan Kakek dikarenakan pekerjaan orang tua saya yang sangat sibuk. Saya dulu dititipkan di TPA (Tempat Penitipan Anak) Graha Asih karena kesibukan orang tua saya. Lalu, melanjutkan sekolah di TK Mater Dei Marsudirini pada tahun 2006 dan lulus pada tahun 2008. Saya pernah disebut menteri penerangan oleh guru saya karena saya sering menjelaskan materi, terutama hal membaca dan menulis. Saya lepas dari buta huruf pada umur 4 tahun karena saya ikut les membaca. Saya memiliki cita-cita menjadi seorang Polisi ketika anak lain ingin menjadi Guru, Dokter, Astronot, dan lain-lain.

Lalu pada tahun 2008, saya bersekolah di SD Marsudirini dengan permulaan yang baik dan mendapat nilai yang lumayan bagus. Di sekolah ini pula, saya mendapat banyak teman dan banyak pengalaman. Saya lulus di tahun 2014 dengan nilai yang cukup baik menurut saya. Lalu, dilanjutkan bersekolah di SMP Maria Immaculata Marsudirini. Saya mulai mengenal apa yang disebut cinta dan apa yang disebut pertemanan sejati di tempat ini.

Sebelas tahun bersama Yayasan Marsudirini cukup memberi saya pelajaran berharga tentang mengimani Santo Fransiskus dari Asisi dan Santa Magdalena Daemen. Di tempat ini pula, sikap nasionalisme saya terbentuk dari seorang guru PKN bernama Bu Agnes. Prinsip yang kuat membawa saya bertekad menjadi abdi negara dan akan selalu mengusahakan mimpi saya.

Lalu, saya melanjutkan bersekolah di SMA Angkasa Lanud Adisutjipto karena saya ingin membentuk jiwa kepemimpinan yang tangguh, prinsip yang teguh, dan mental yang kuat. Banyak cerita indah saya di sekolah ini. Saya pertama kali mengenal alkohol pula di tempat ini, namun tidak sampai kecanduan. Di sini saya dilatih fisik, bekerja di bawah tekanan dan pendidikan dasar kemiliteran. Saya tidak pernah merokok, karena saya tahu efeknya membuat kemampuan fisik saya menurun. Saya juga mengikuti bela diri karate di Dojo Atma Jaya hingga mendapat dua kali prestasi mewakili Atma Jaya saat masih SMA.

Saya memiliki keberhasilan di bidang non-akademik, seperti mendapat jabatan strategis di Senat Mahasiswa, menjadi Ketua UKM Karate Atma Jaya, menjadi Koordinator Bidang Acara Green Action, menjadi Ketua Pelaksana Bakti Sosial, dan masih banyak lagi. Kemampuan akademik saya yang biasa saya lengkapi dengan kemampuan non-akademik agar seimbang. Saya sering melakukan ibadah di luar misa hari Minggu karena sejak SMA setiap hari Jumat semua yang beragama wajib ke tempat ibadah masing-masing, yang Muslim Sholat Jumat, yang Kristen Misa Jumat, yang Hindu ke Pura, yang Budha ke Wihara.

Sejak saat itu, hubungan pribadi antara saya dan Tuhan mulai terbentuk. Mulai puasa Senin-Kamis agar bisa lolos menjadi abdi negara, tapi malah kemampuan spiritual saya yang mengarah ke hal-hal mistis terbentuk. Saya memiliki relasi sangat baik dengan orang-orang sekitar karena saya sama sekali tidak memiliki musuh. Untuk hubungan yang mengarah ke pacaran, saya masih belum berani karena saya merasa belum ada yang bisa dibanggakan. Di bidang minat bakat saya juga masih aktif di UKM Karate karena saya adalah Ketua, tetapi saya belum bisa melanjutkan prestasi karena pandemi berlangsung.

Saya sekarang juga memiliki kesibukan lain di luar kampus, yaitu menjadi Satgas COVID di tingkat RW, dan menjadi Bregodo. Saya menjadi Satgas COVID karena kesadaran tentang sebuah pengabdian pada negara dalam bidang kesehatan. Saya menjadi Bregodo karena sebuah kesadaran untuk mempertahankan budaya. Bregodo adalah sebuah seni keprajuritan warisan kerajaan Mataram Kuno. Ada dua jenis Bregodo di Yogyakarta, yaitu Bregodo Kraton dan Bregodo Rakyat. Saya mengikuti Bregodo Rakyat dan memilih Laskar Suryoatmojo. Saya memiliki cita-cita yang kuat untuk menjadi Abdi Negara seperti Kepolisian Republik Indonesia atau Tentara Nasional Indonesia. Melihat banyaknya aksi terorisme yang mengancam dan menyerang tempat ibadah dan fasilitas umum, aksi-aksi kejahatan di jalan dan ketidakadilan di negara ini. Saya memutuskan untuk tetap berusaha mewujudkan cita-cita saya.

Tujuan saya kuliah karena saya ingin bergabung melalui jalur Perwira Karir. Selain itu, saya memiliki kendala mata minus, jadi harus melakukan operasi mata yang bagi saya biayanya cukup mahal. Saya ingin berdiri tegak dengan kedua kaki saya dalam menjalani kehidupan sehingga setelah lulus kuliah saya akan bekerja dulu untuk mencari biaya operasi mata. Alasan saya mengikuti seleksi Beasiswa KAMAJAYA adalah agar ketika saya sukses saya bisa menginspirasi orang lain dengan menunjukkan bahwa anak orang sederhana juga bisa menjadi seorang Perwira dengan usaha, tekad, dan kerja kerasnya sendiri.

Usaha saya dalam mewujudkan mimpi adalah mengikuti Pembinaan Jasmani di Koramil Danurejan setiap Senin dan Kamis sore untuk mempertahankan performa fisik saya. Saya juga mencari prestasi dan sertifikat untuk menambah poin kegiatan dan mengembangkan softskill. Setelah saya meraih cita-cita saya, saya akan merawat nenek saya di hari tuanya dan berbakti kepada kedua orang tua saya karena saya percaya bila doa saya terhalang oleh dosa-dosa saya, Tuhan akan mengabulkan doa keluarga saya.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA