KAMAJAYA Scholarship / Coretan Mahasiswa  / Coretan Mahasiswa: Semester Lima, Menikmati Keramaian, Merangkai Cerita

Coretan Mahasiswa: Semester Lima, Menikmati Keramaian, Merangkai Cerita

Kalau dipikir-pikir, aku sendiri agak bingung bagaimana semester lima bisa terasa begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku masih sibuk beradaptasi dengan dunia perkuliahan—masih sering bingung mencari ruang kelas dan mencoba mengenal teman-teman satu angkatan. Sekarang, tiba-tiba sudah semester lima, dan hidup rasanya jauh lebih ramai. Bukan hanya karena tugas kuliah yang semakin banyak, tetapi juga karena semakin banyak orang yang aku temui.

Semester lima ini mungkin menjadi salah satu periode di mana aku merasa memiliki teman paling banyak. Bukan berarti semua orang tiba-tiba menjadi sahabat dekat, tetapi lingkaran pertemananku terasa semakin luas. Ada teman dari kelas, organisasi, kegiatan kampus, hingga orang-orang yang sebelumnya bahkan tidak pernah terpikir akan aku kenal. Salah satu penyebabnya tentu karena akhir-akhir ini aku cukup sering mengikuti kegiatan organisasi.

Awalnya, ikut organisasi hanya karena ingin mencoba sesuatu yang baru. Lama-kelamaan, kegiatannya semakin banyak: rapat, diskusi, acara, kepanitiaan, dan berbagai hal lain yang membuat waktu di luar kelas jadi lebih padat. Kadang memang terasa melelahkan. Ada saat-saat ketika aku ingin langsung pulang setelah kuliah tanpa harus memikirkan kegiatan lain. Namun, kalau dipikir lagi, justru dari kesibukan-kesibukan itu aku bertemu banyak orang. Ada yang awalnya hanya saling tahu nama, lalu mulai sering berbincang karena satu kepanitiaan. Ada yang awalnya hanya bertemu saat rapat, tetapi akhirnya bisa bercanda seperti sudah lama kenal. Ada juga yang mungkin jarang bertemu, tetapi sekali ngobrol langsung terasa nyambung.

Hal-hal kecil seperti itu ternyata menyenangkan!

Aku jadi sadar bahwa perkuliahan tidak hanya terjadi di dalam kelas. Banyak hal justru aku pelajari ketika mengurus acara, berdiskusi dengan orang lain, atau sekadar duduk dan berbincang setelah kegiatan selesai. Mungkin itu salah satu alasan mengapa semester lima terasa berbeda. Aku tidak hanya bertambah semester, tetapi juga bertambah kenalan, pengalaman, dan cerita. Kalau dulu aku berpikir kuliah itu sekadar datang ke kampus, masuk kelas, mengerjakan tugas, lalu pulang, sekarang rasanya jauh lebih dari itu.

Suatu saat nanti, perkuliahan akan selesai. Organisasi yang kini terasa sibuk akan menjadi cerita. Orang-orang yang setiap minggu bertemu mungkin akan memiliki kesibukan masing-masing. Dan mungkin, teman-teman yang sekarang terasa dekat akan menempuh jalan berbeda.

Karena itu, aku mulai belajar menikmati keramaiannya. Semester lima ternyata bukan hanya tentang bertambahnya angka di semester. Bagiku, semester lima adalah tentang bertambahnya cerita. Dan jika suatu hari nanti aku ditanya apa yang paling berkesan dari masa kuliah, mungkin jawabanku bukan tentang nilai atau berapa banyak mata kuliah yang berhasil dilewati. Mungkin aku akan menjawab:

“Orang-orangnya.”

Dan dari orang-orang itulah aku belajar bahwa hubungan yang terjalin selama masa kuliah bukan sekadar menemani perjalanan akademik, tetapi juga memberi warna dalam hidup. Mungkin kelak kita akan berjalan di jalannya masing-masing, tetapi kenangan tentang kebersamaan, tawa, dan kerja sama akan tetap tinggal. Karena pada akhirnya, yang paling berharga bukan hanya pencapaian akademik, melainkan juga ikatan yang pernah kita rawat bersama.

Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay

No Comments

Post a Comment