sarah beasiswa kamajaya

Faith, Fight, Pray

SKRIPSI DAN WISUDA

Dunia perkuliahan jenjang S1 pasti mengenal dengan kata itu. Tugas akhir yang harus ditempuh sebagai salah satu persyaratan kelulusan. Ketika skripsi terselesaikan maka akan datang masanya dimana para mahasiswa itu untuk memperoleh hasil berupa gelar sarjana dengan perayaan yang disebut wisuda. Terlihat sangat mudah memang, tapi di balik kata “SKRIPSI dan WISUDA” itu ada banyak perjuangan, doa dan air mata yang harus dikucurkan terlebih lagi dana.

Saya adalah anak angkatan 2014 dari Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Seperti telah diketahui oleh banyak orang untuk membuat skrispsi harus dilakukan penelitian untuk mendapatkan data. Sebelum masuk ke judul skripsi saya saat ini, ada banyak perubahan yang harus saya buat. Baik itu secara besar-besaran yang harus saya kerjakan selama 2 bulan dari Metopen (Metodologi Penelitian) sampai ke seminar proposal maupun sekedar perubahan kecil yang dapat saya kerjakan dalam semalam. Menurut saya itu adalah hal yang sangat penuh dengan tantangan dan saya menyukainya. Setiap tantangan dari dosen pembimbing membuat saya merasa sangat bersemangat untuk segera memasuki masa penelitian di dalam laboratorium. Ya, saya anak biologi dan pencarian data saya harus melalui eksperimen laboratorium tentunya.

Sarah Penelitian 1Saya mendapatkan kesempatan di mana dosen pembimbing saya menawarkan 1 tema penelitian yang membuat saya harus merombak seluruh proposal saya dan saat itu juga saya katakan “YA” karena menurut saya mendapatkan sebuah tawaran dari dosen merupakan suatu kehormatan bagi saya. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan saya langsung kerjakan untuk seminar proposal. Setelah terlewati masa seminar proposal saya merasa sangat bersemangat dan tidak sabar untuk mengerjakan penelitian saya selayaknya peneliti laboratorium yang handal.

Ketika saya merekap semua kebutuhan saya dan melakukan survei harga bahan saya tersadar dan dalam sekejap semangat untuk masuk ke penelitian laboratorium itupun berubah menjadi ketakutan bagi saya. Mungkin banyak orang yang berfikir “baru rekap bahan saja sudah patah semangat, bagaimana kalau sudah masuk ke penelitiannya?” tapi bukan itu yang membuat saya patah semangat. Ada hal yang lebih mendasar lagi yang membuat saya takut tidak bisa melakukan penelitian ini.

DANA …. UANG …

Uang kuliah sampai wisuda saya sudah ditanggung Beasiswa KAMAJAYA, kemudian penelitian saya juga membutuhkan dana yang cukup besar. Dari mana saya bisa mendapatkannya? Orangtua? Saya tidak sampai hati untuk membebani mereka dengan dana penelitian saya. Dan di hari itu juga saya hanya berteriak dan menangis kepada Tuhan. Setiap malam saya hanya bisa berdoa dan mendeklarasikan bahwa akan ada dana yang dikirimkan Tuhan dan semua dicukupkan. Saya penuh dengan ketakutan saat itu tapi saya tidak berhenti berharap kepada Tuhan karena saya tahu siapa Tuhan yang saya sembah dan Dia adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini.

Puasa dan doa itu yang saya lakukan. Setiap pergumulan, ketakutan, kekhawatiran saya sampaikan dalam doa saya. Keadaan keluarga kami saat ini benar-benar tidak memungkinkan untuk mengeluarkan dana sebesar itu dan saya sadar diri tidak ingin membuat papa dan mama saya semakin pusing memikirkan kami yang merantau ini. Saya hanya ceritakan pada romo dan suster saat bimbingan konseling wajib tiap awal semester selain itu hanya saya simpan dalam hati dan saya doakan. Saya berjualan nasi dari orang lain, saya menjadi asdos (asisten dosen) dan saya mengajar anak-anak. Apa pun saya lakukan. Saya berjuang! Setidaknya saya bisa cicil membeli bahan-bahan yang terjangkau. Cukup lama saya berharap, dan saya sempat mengalami yang namanya “hopeless”. Sudah terlalu lama dan saya pikir tidak akan ada mukjizat yang akan diberikan. Saya sudah menyiapkan hati untuk semua yang terburuk.

Sarah Penelitian UAJY 2Saat saya menyerah dan angkat tangan, Tuhan yang akan turun tangan. Ya di siang hari saat saya sedang mendatangi sidang skripsi kawan saya. Saya mendapatkan kabar bahwa penelitian saya akan dibantu dan didanai oleh KAMAJAYA Scholarship. Saat membaca pesan itu dibarengi dengan kabar kelulusan sidang skripsi kawan saya. Tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata tapi yang perlu diketahui adalah saya bahagia, saya bersyukur dan merasa beban yang saya pikul telah diangkat. Kabar yang saya dapat saat itu dana yang akan diberikan adalah mungkin hanya setengah dari biaya total karena tergantung dari jumlah donasi dari alumni UAJY.

Walaupun hanya setengah saja, saya tetap bersyukur. Kata papa saya, “biar kesusahan besok dipikirkan besok, apa yang bisa dilakukan hari ini, kerjakanlah sebaik-baiknya”. Tanpa pikir panjang saya kerjakan yang ada saat itu dan saya berusaha memberikan yang terbaik. Setelah saya menyelesaikan proposal, saya berikan pada pihak KAMAJAYA Scholarship dan saya upload ke situs ASOKA. Saya hanya menunggu kabar selanjutnya dan tetap berdoa tentunya untuk setengah dari dana penelitian saya yang belum terpikirkan dari mana datangnya.

Saat mendapatkan kabar dari Pak Hadi (pengurus KAMAJAYA Scholarship) bahwa bantuan dana penelitian sudah dikirimkan dan ditransfer ke rekening saya, saya lega karena beberapa bahan harus saya beli dan bayarkan. Jadi saya mengambil uang tersebut tanpa berpikir apa pun, karena saya sudah tahu bahwa dana yang diberikan hanya setengah dari total keseluruhan, yaitu sekitar 2 juta rupiah. Ketika saya cek uang yang ada, saya hanya melongo di depan mesin ATM. Saya terdiam dan hanya memegang layar sambil menghitung angka yang tertera ada 4 juta sekian di dalam rekening saya. Saya pastikan semua angka yang saya lihat itu benar dan saya langsung menghubungi orang tua saya dan Pak Hadi. Orang tua saya tidak mengirimkan uang sama sekali dan ternyata seluruh dana saya disetujui oleh pengurus KAMAJAYA Scholarship sehingga seluruh dana yang dibutuhkan diberikan pada saya.

Apalagi yang bisa saya lakukan selain mengucap syukur. Saya tahu bahwa kekuatan doa itu besar dan itu terbukti. Terima kasih kepada semua pengurus KAMAJAYA Scholarship dan para donatur serta alumni UAJY yang telah rela berbagi kasih.

Yogyakarta, 30 Maret 2018
Sarah Yoelsadai

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA