KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kesuksesan Berawal dari Proses

Kesuksesan Berawal dari Proses

Bersama Papa, Mama, dan Kakak pada malam pelepasan wisudawan FTB UAJY.

Pada bulan November 2018, keluarga saya datang ke Yogyakarta untuk menghadiri acara wisuda kakak pertama saya yaitu Sarah Yoelsadai. Puji Tuhan kakak saya bisa lulus dengan predikat cum laude. Papa dan Mama pada awalnya akan berangkat menggunakan pesawat dengan biaya dari saya dan Kakak, saya sudah mulai menabung untuk tiket dan Kakak mulai mencari info tiket pesawat yang promo agar mendapat tiket yang murah. Salah satu alasan yang membuat saya memilih pesawat adalah Papa dan Mama sudah tua dan ada beberapa keluhan penyakit. Maka dari itu, saya memilih untuk menggunakan pesawat agar orang tua saya tidak terlalu lelah dalam perjalanan.

Menjadi MC after party “LAND OF LEISURE 2018 X TASTY”.

Singkat cerita, ternyata tabungan saya dan Kakak tidak mencukupi biaya tiket karena untuk tiket promo sudah tidak ada dan harga tiket PP dari Bali ke Yogyakarta mencapai Rp 2 juta untuk 1 orang, jika diakumulasikan menjadi Rp 4 juta untuk Papa dan Mama. Akhirnya, saya mendapat kabar dari Kakak kalau orang tua saya meyewa mobil dari Bali untuk berangkat ke Yogyakarta. Awalnya saya agak kecewa dengan diri saya sendiri, karena pada akhirnya orang tua yang harus mengeluarkan biaya lagi untuk wisuda anaknya dan harus menempuh perjalanan yang sangat panjang kurang lebih selama 18 jam dari Bali menuju Yogyakarta. Hasil tabungan saya dan Kakak, kami pakai untuk menyewa satu penginapan di Jalan Laksda Adisutjipto untuk kedua orang tua. Saya dan Kakak ingin memberikan service terbaik bagi kedua orang tua supaya selama mereka di Yogyakarta tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun, karena biaya untuk sewa mobil saja sudah mahal. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan wisuda Kakak, pada hari Minggunya kami sekeluarga pergi ke gereja dan makan siang bersama sesudahnya. Sore itu, kedua orang tua harus kembali ke Bali karena pekerjaan mereka tidak bisa ditinggal lama-lama dan biaya sewa mobilnya akan membengkak kalau mereka tinggal lebih lama.

Bersama dengan rekan kerja POTAKING.

Di esai pertama, saya menulis bahwa salah satu kekuatan saya adalah public speaking. Puji Tuhan, pada tahun 2018 saya beberapa kali dipercaya untuk menjadi MC di beberapa acara yang menurut saya cukup besar. Gereja saya pada tahun 2018 mengikuti sebuah acara di Monas, Jakarta, yaitu Pesta Rakyat “Untukmu Indonesia”, ada beberapa panggung yang sudah disediakan untuk beberapa kota. Waktu itu, saya berkesempatan menjadi tim EO, pengisi acara, dan juga menjadi MC pada acara itu. Acaranya begitu meriah dan banyak masyarakat Jakarta yang juga antusias dengan acara yang ada. Ada banyak hadiah dan doorprize yang dibagikan kepada masyarakat. Kemudian, saya juga mendapat kesempatan menjadi MC after party “LAND OF LEISURE 2018 X TASTY”. Acara ini diselenggarakan di Ambarukmo Plaza dan after party-nya diselenggarakan di lounge Hotel Grand Ambarukmo. Ada beberapa acara di tahun 2018 yang mempercayakan saya menjadi MC, sehingga saya bisa memenuhi kebutuhan saya seperti makan dan membayar listrik kost.

Bersama teman-teman komsel.

Lingkungan hidup saya terbagi menjadi lingkungan kost, lingkungan kerja, lingkungan kuliah, dan lingkungan gereja. Di lingkungan kost, saya tidak banyak bersosialisasi karena setiap anak di kost sibuk degan kegiatannya masing-masing di dalam kamarnya. Hanya ada kesempatan beberapa kali ngobrol di depan kamar. Untuk lingkungan kerja, saya memiliki hubungan erat dengan lingkungan gereja. Tempat kerja saya yaitu POTAKING dan pemiliknya adalah anak dari pendeta gereja, jadi secara tidak langsung memiliki hubungannya. Seluruh pekerja di dalamnya juga dari gereja, sehingga ada pengaruhnya bagi saya dalam hal sisi rohani, karena beberapa kali saya cerita ke pimpinan mengenai masalah saya dan Puji Tuhan ada beberapa masukan dan bisa membantu saya dalam masalah itu. Beberapa kali juga saya dan seluruh tim diajak pergi makan bersama untuk fellowship. Satu istilah yang saya suka dari tempat kerja adalah “rekan kerja”. Pimpinan tidak menyebut kami karyawannya tetapi rekan kerja. Kami bersama-sama ingin membuat POTAKING ini sukses. Untuk lingkungan kuliah, saya memiliki teman-teman yang luar biasa dengan beberapa orang yang dekat dan memiliki karakter yang unik.

Semester 5 kemarin sangat berat. Ada banyak project dan tugas yang harus saya penuhi. Pergi dari kost jam setengah 7 pagi, pulang bisa sampai jam 11 malam. Hampir setiap hari saya lakukan. Semua membuahkan hasil yang ukup baik dengan IP semester 3.16 dari 8 mata kuliah (24 sks). Ada satu mata kuliah yang mendapat nilai A dan itu cukup membantu IP saya tidak di bawah 3.00. Kehidupan spiritual saya semakin baik. Saya juga masih aktif dalam pelayanan tarian, EO, dan komsel. Teman-teman komsel sudah seperti keluarga kedua di Yogyakarta.

Di masa depan, saya sangat ingin memiliki pendapatan yang cukup, menabung dan merenovasi rumah di Bali. Itu salah satu impian saya saat ini. Saya juga ingin menjadi orang yang bisa diandalkan, bisa menjadi orang yang selalu diingat dan tentunya sukses dalam segala bidang yang saya kerjakan.

Yogyakarta, 4 Januari 2019
Benyamin Yosia
Penerima Beasiswa KAMAJAYA
Mahasiswa FISIP UAJY Angkatan 2016

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA