KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Seruput Kopi Cantik: Bangsawan Melayani? Mungkinkah?

Seruput Kopi Cantik: Bangsawan Melayani? Mungkinkah?

Teach us, Good Lord, to give and not count the cost; to fight and not to heed the wounds; to toil and not to seek for rest; to labor and not to ask for any reward save that of knowing that we do thy will.

Tuhan, ajari saya untuk bermurah hati; ajari saya untuk melayani Tuhan dengan pantas;
memberi dan tidak memperhitungkan biaya; untuk melawan dan tidak mengindahkan luka;
bekerja keras, dan tidak sibuk ingin beristirahat; Bekerja, dengan tidak meminta imbalan –
kecuali untuk mengetahui bahwa saya melakukan kehendak Tuhan.

Yang tak terbayangkan, doa ini dipanjatkan oleh seorang bangsawan, yang sejak lahir sudah hidup nyaman dalam kemewahan. Dialah Santo Ignatius Loyola (1491 – 1556).
Menarik bukan?

Beliau menjadi pastor, yang pada akhirnya mendirikan ordo Jesuit, karena kerinduan hatinya untuk memberi, berbagi serta membangun hidup orang lain. “Love to show itself in deeds than in words (Kasih menunjukkan dirinya dalam perbuatan lebih daripada dalam kata-kata)”, ujarnya.

Mengikuti anjuran Santo Ignatius Loyola, kasih perlu ditunjukkan melalui perbuatan. Salah satu pilihan yang bagus adalah dengan memberi dan menyalurkan melalui KAMAJAYA Scholarship, yang membantu biaya kuliah mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Unik, bukan sama rata. Adil itu memang bukan sama rata, sama rasa. Dan bukan dilihat prestasi mahasiswa yang dibantu. Banyak yang bersedia membantu siswa berprestasi tetapi siapa yang bersedia membantu mahasiswa yang kurang berprestasi?

Mahasiswa yang nilai akademiknya kurang, tidak berarti bodoh. Sudah terbukti dalam kehidupan, orang- orang yang di sekolah dulu dengan nilai A justru sekarang menjadi pegawai orang-orang dengan nilai C. Yang perlu diberikan adalah kesempatan. Kita tidak pernah tahu masa depan seseorang dan apa rencana Tuhan bagi hidupnya. KAMAJAYA Scholarship menjawab kebutuhan itu dengan memberi kesempatan.

Berbagi adalah kebutuhan vital manusia. Dengan berbagi, kita berbahagia. Dan memang itu kehendak Tuhan, agar kita diberkati untuk menjadi berkat. Jika Anda ingin berbagi, KAMAJAYA Scholarship merupakan alternatif baik, yang sudah terbukti hasilnya. Mari kita membangun warisan abadi yang tak lekang oleh waktu. Siapa tahu pemberian kita dapat mengubah hidup seseorang? Memberi dampak dalam hidup seseorang, meneladani Santo Ignatius Loyola, yang pemikiran, hidup mau pun karyanya tetap dikenang hingga ratusan tahun kemudian setelah beliau pulang ke rumah Bapa.

Give, and it will be given to you; good measure, crushed down, full and running over, they will give to you. For in the same measure as you give, it will be given to you again.

Berilah, maka kamu akan diberi. Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan dan yang diguncangkan dan yang melimpah, akan diberikan ke pangkuanmu. Sebab ukuran yang kamu gunakan untuk mengukur akan diukurkan kepadamu.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA