Bersyukur

Seperti kata banyak orang, roda kehidupan selalu berputar. Tidak selalu di atas dan tidak selalu di bawah. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bersiap akan kemungkinan terburuk ketika roda kehidupan membawa kita ke dalam titik terendah. Namun, ketika berada di titik tersebut, sudah seharusnya kita tidak berkecil hati karena lagi-lagi seperti yang kebanyakan orang katakan, “Tuhan selalu tidak pernah meninggalkan umat-Nya.”

Saya tumbuh dan berkembang di Kota Depok, Jawa Barat. Pernah mengalami kondisi ekonomi yang sangat berkecukupan. Namun, ketika memasuki Semester 2 kemarin, kondisi ekonomi keluarga kami memburuk. Ayah ditipu oleh rekan kerjanya sendiri, meninggalkan hutang miliaran rupiah. Di awal tahun 2019, keluarga kami memutuskan untuk pindah ke Yogyakarta. Rumah terpaksa dijual untuk membayar hutang-hutang Ayah yang jumlahnya sangat besar. Dari hasil penjualan rumah tersebut pun tidak semua hutang dapat terbayar. Hingga saat ini, kedua orangtua saya masih mencari pekerjaan tetap ke sana-sini. Apa saja dikerjakan untuk dapat menyambung hidup.

Pengumuman pendaftaran KAMAJAYA Scholarship menarik perhatian saya ketika saya berjalan melewati papan pengumuman di Kampus 4 UAJY. Di tengah perbincangan bersama dengan teman-teman saya, saya menghentikan langkah dan memotret persyaratan yang harus saya lengkapi. Tanpa perlu berpikir dua kali, saya segera mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari KAMAJAYA Scholarship.

Proses pendaftaran dan seleksi berlangsung dengan beberapa hambatan dalam melengkapi persyaratan serta ketakutan akan tidak diterimanya saya di KAMAJAYA Scholarship. Ini seperti sebuah pertaruhan. Kalau sampai saya tidak diterima, saya sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya melanjutkan kuliah. Namun, ketika nama saya disebutkan sebagai penerima Beasiswa KAMAJAYA oleh Pak Maryatmo, saya merasa sangat bersyukur dan lega bahwa saya masih bisa melanjutkan kuliah saya di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya tidak bisa menyembunyikan perasaan saya yang sangat senang sekaligus lega. Oleh karena itu, saya segera memberitahu sahabat dan keluarga saya yang juga pada saat itu juga turut senang dan lega mendengar kabar diterimanya saya sebagai penerima beasiswa KAMAJAYA.

Perasaan senang saya semakin bertambah ketika Perayaan Ulang Tahun ke-2 KAMAJAYA Scholarship. Banyak hal yang berkesan terjadi saat itu. Selama perayaan ulang tahun tersebut, saya merasakan kebersamaan dan rasa penuh syukur yang begitu mendalam. Terutama ketika momen rekoleksi oleh Romo Erwin, Pr. yang mengajarkan hal terpenting dalam kehidupan, yaitu bersyukur. Berkat rekoleksi tersebut, saya semakin mensyukuri kasih Tuhan yang begitu besar karena telah memberikan saya kesempatan untuk berada di Ruang Seminar Kampus 3 bersama dengan penerima Beasiswa KAMAJAYA lainnya. Hal lain yang sangat berkesan adalah ketika pada akhirnya saya resmi menjadi penerima Beasiswa KAMAJAYA setelah menandatangani kontrak beasiswa.

Yogyakarta, 5 Agustus 2019
Okty Setianingrum
Penerima Beasiswa KAMAJAYA
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UAJY Angkatan 2017

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA