KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Lilin Hidupku Mulai Redup

Lilin Hidupku Mulai Redup

Awal semester 7 dimulai, saya berusaha untuk mencari bantuan dana penelitian di beberapa perusahaan. Setiap hari saya berusaha terus untuk membuat sebuah proposal penelitian yang berkualitas. Saya memasukkan beberapa proposal tersebut dan tiba saatnya pengumuman. Besar harapan saya, untuk mendapatkan pendanaan penelitian. Namun, saya belum beruntung. Rasanya sungguh kecewa dan sedih. Di situlah saya gelisah dan bingung, harus mencari uang ke mana lagi dan berapa banyak waktu serta tenaga saya untuk bekerja?

Selama 3 semester ini, saya berusaha untuk mengatur waktu dengan baik agar dapat mengambil kerja paruh waktu. Walaupun, sebenarnya setiap 3 bulan sekali KAMAJAYA Scholarship memberi bantuan living cost yang sangat membantu untuk kehidupan sehari-hari. Harapannya, saya bisa menabung sedikit demi sedikit dari situ. Pada kenyataannya, saya selalu kekurangan. Kemudian, saya kerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan kuliah dan untuk biaya transportasi ke kampus.

Saya heran, apa yang salah? Padahal, saya sudah berhemat maksimal, tetapi masih saja belum memenuhi kebutuhan dan tidak ada yang tersisa untuk ditabung. Jika dihitung-hitung, uang tersebut cukup untuk setiap hari sekali makan. Saya bekerja sambil kuliah, setiap bulan mendapatkan gaji paling banyak Rp 200.000,00. Sempat terlintas di benak saya, “Lalu, saya harus berkerja seperti apa?” Sedangkan, saya masih harus ambil banyak mata kuliah baru agar semester depan dapat mengambil skripsi. Ibu tidak bisa membantu saya, karena tiap bulan Ibu hanya menerima pensiun sebesar Rp 400.000,00 dan itu diberikan kepada kedua adik saya. Jika kami pinjam bank, sudah tidak bisa karena masih banyak hutang di bank yang belum terbayar.

Jujur saya bingung, biaya penelitian yang dibutuhkan cukup besar. Untuk hidup saja masih pas-pasan, bagaimana saya bisa mulai melakukan penelitian jika sekarang saja dana belum ada? Teman-teman saya sudah mulai mencicil untuk membeli bahan-bahan penelitian, sedangkan saya tidak mampu untuk itu. Setiap malam, saya merenung dan berdoa agar diberikan jalan keluar atas permasalahan ini. Sungguh, keras dan pedih kehidupan ini, tetapi saya percaya pasti ada pertolongan dari Tuhan.

Yogyakarta, 3 September 2019
Elisabeth Lexna Paramitha Novitasari
Penerima Beasiswa KAMAJAYA
Mahasiswa Fakultas Teknobiologi Angkatan 2016

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA