KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Kekuatan Saat Mengatakan Tidak!

Kekuatan Saat Mengatakan Tidak!

Ketidakberanian kita untuk berkata “TIDAK” mengakibatkan banyaknya kesulitan hidup menghampiri kita. Biasanya kita menuruti semua hal hanya karena ada perasaan tidak enak. Bahkan, terkadang sampai mengorbankan diri sendiri agar bisa membuat semua orang yang di sekeliling kita merasa senang. Tidak mau kalah atau tidak mau keduluan dengan orang lain, membuat semua kesempatan diambil tanpa mengetahui dan memperhitungkan apapun konsekuensinya. Banyak orang yang berkata bahwa salah satu kunci orang sukses adalah bukan hanya dia terbuka dan mengatakan “YA”, tetapi justru orang yang sangat sukses adalah orang yang tahu kapan dia harus mengatakan “TIDAK”.

Manusia harus tahu apa yang menjadi kemauannya, apa yang menjadi kebutuhannya, dan apa yang baik untuknya. Kita harus berani mengatakan “TIDAK” untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan kita. Misalnya, mengatakan “TIDAK” untuk hal-hal yang bertentangan dengan prinsip kita, mengatakan “TIDAK” untuk hal-hal yang bertentangan dengan hati nurani kita, mengatakan “TIDAK” untuk hal-hal yang akan bisa menghancurkan masa depan kita, mengatakan “TIDAK” untuk hal-hal yang akan melemahkan kita, mengatakan “TIDAK” untuk hal-hal yang berlawanan dengan iman kita, mengatakan “TIDAK” pada kebiasaan lama kita, bahkan kita harus berani mengatakan “TIDAK” pada orang-orang yang hanya bisa membawa dampak negatif bagi hidup kita.

Contoh sederhana bagi mahasiswa ketika di kampus, salah satu teman kita mengajak untuk bolos kuliah. Ketika kita berkata “TIDAK” bisa saja membuat kita dikucilkan atau dijauhi bahkan dibilang cupu, tetapi biarkanlah, kita harus bersikap tegas untuk mengatakan “TIDAK” kepadanya. Saat kita mengatakan “TIDAK” untuk membolos, maka saat itu juga kita berkata “YA” untuk masa depan kita. Contoh kedua untuk mahasiswa atau masyarakat umum ketika menghadiri sebuah pesta, salah satu teman kita menawarkan kita untuk menggunakan obat-obatan terlarang. Di situlah saatnya kita harus berkata “TIDAK” yang akan menyelamatkan kita dari malapetaka. Saran terbaik adalah sebisa mungkin kita meninggalkan lingkungan itu. Mungkin hal ini bisa membuat mereka menjauh, tetapi semua akan baik-baik saja, dan dari situlah kita akan dijauhkan dari hal-hal yang bisa membahayakan hidup kita.

Berani mengatakan “TIDAK” adalah suatu hal yang tidak mudah. Bahkan di awal sekalipun akan banyak konsekuensi yang membuat kita merasa bersalah. Dibenci, dicaci, dijauhi, di-bully, ditertawakan dan mungkin dibilang pencitraan. Sikap kita ini bahkan bisa mengecewakan banyak orang dan bisa juga sampai kehilangan orang-orang itu dalam hidup kita. Tetapi yang harus kita ingat adalah pilihan kita itulah yang nantinya akan mendewasakan kita. Jangan bilang “YA” hanya karena ikut-ikutan, jangan bilang “YA” hanya karena kita merasa tidak enak, dan jangan bilang “YA” hanya karena kita berada di bawah tekanan. Ketika kita mengatakan “TIDAK”, itu artinya kitalah yang memegang kendali. Ketika kita berani mengatakan “TIDAK” ke mereka yang memaksa kita, itu artinya kita punya pendirian yang teguh dan tidak bisa disanggah. Ketika kita berani mengatakan “TIDAK” ke mereka, itu artinya kita mengatakan “YA” kepada diri kita sendiri.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA