KAMAJAYA Scholarship / Berita  / Bimbingan dan Konseling: Sarana Membangun Konsep Diri yang Positif

Bimbingan dan Konseling: Sarana Membangun Konsep Diri yang Positif

Sr. Fernanda, CB (Konselor) dan Claudiana Novita Penabur (Penerima Beasiswa).

KAMAJAYA Scholarship (KS) secara rutin mengadakan bimbingan konseling setiap semester bagi penerima Beasiswa KAMAJAYA. Bimbingan konseling ini dilaksanakan pada tanggal 6 Januari hingga 11 Januari 2020. Bimbingan ini dibutuhkan untuk dapat membantu penerima beasiswa semakin mengenal diri dan memiliki konsep diri yang positif.

Rm. Erwin (Konselor) dan Doris Agusnita (Penerima Beasiswa).

Sebelum melakukan bimbingan, penerima beasiswa terlebih dahulu memilih konselor dan membuat esai singkat mengenai pengalamannya selama 1 semester dan hasil refleksinya, ditambah dengan hal-hal khusus yang sedang menjadi fokus hidup atau pergulatan yang sedang dialaminya melalui situs ASOKA. Bimbingan ini dibantu oleh tim konselor KS yang terdiri dari Ch. Suryanti, M.D. Susilawati, Rm. Ave, MSC, Rm. Paulus Erwin Sasmito, Pr., Rm. Sigit Heriyanto, Pr., Sr. Fernanda, CB., dan Sr. Florentine, OP. Dalam hal ini, konselor memiliki peran untuk membimbing penerima beasiswa agar dapat lebih terbuka mengenai dirinya. Setelah bimbingan, konselor akan menarik kesimpulan mengenai knowledges, skills, dan attitude masing-masing anak. Data yang digunakan konselor juga dibantu oleh esai yang telah dibuat oleh penerima beasiswa.

“Bimbingan kemarin adalah kesempatan yang baik bagi para mahasiswa untuk ber-sharing/mengungkap pengalaman hidupnya dan sekaligus mendapatkan pendampingan non-akademik. Kemarin adalah bimbingan yang pertama kali untuk saya. Akan tetapi, menurut saya, cukup efektif. Mereka cukup terbuka, menceritakan pengalaman hidupnya, bahkan kesulitan-kesulitan hidupnya,” ungkap Rm. Paulus Erwin Sasmito, Pr., salah satu konselor KS. Romo Erwin juga mengharapkan agar penerima beasiswa harapannya semakin terbuka lagi dan sungguh-sungguh menghayati bimbingan tersebut agar dapat mengembangkan diri dalam aspek non-akademis guna menunjang keberhasilan dalam perkuliahan.

Bu Ch. Suryanti (Konselor) dan Gabriel Rimu Dicky B.S (Penerima Beasiswa).

Penerima beasiswa juga merasakan manfaat dari bimbingan konseling ini. Salah satu penerima Beasiswa KAMAJAYA, Monica Wulan Sari Simbolon (Biologi, 2017) mengemukakan bahwa bimbingan tiap semester dapat menolongnya untuk menghadapi semester-semester selanjutnya, bahkan membuat Monica semakin termotivasi untuk kuliah.

Tindak lanjut konseling untuk setiap penerima beasiswa tentunya berbeda-beda sesuai dengan situasi masing-masing. Untuk itu, tindak lanjut konseling tergantung pada proses dan ditentukan bersama antara konselor dengan penerima beasiswa yang bersangkutan untuk bersama-sama “menyirami, menggemburkan, menyuburkan, dan memupuk” dan sejauh perlu “memangkas dan membuang” serta mengobati penyakit/masalah yang ada.

Dengan adanya bimbingan ini, penerima beasiswa juga diharapkan dapat tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang integral dan seimbang dalam berbagai aspek hidupnya, baik knowledge (pengetahuan, intelektualitas), skills (keterampilan untuk menerapkan pengetahuan dan ilmunya dalam karya dan pekerjaan), maupun attitude.

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA