KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Waspada Harus, Panik? Jangan Sampai!

Lentera Atma: Waspada Harus, Panik? Jangan Sampai!

Wabah sedang menuju ke Damaskus dan melewati seorang kafilah di padang gurun.

“Mau mana, begitu tergesa-gesa?” tanya kepala kafilah.

“Ke Damaskus. Saya mau merenggut 1.000 nyawa.”

Sekembalinya dari Damaskus, Wabah itu bertemu lagi dengan kafilah itu. Kepala kafilah berkata, “Engkau merenggut 50.000 nyawa, bukan hanya 1.000.”

“Tidak,” kata Wabah. “Saya hanya mengambil 1.000. Yang lain mati disebabkan oleh ketakutan.”

Anthony De Mello, SJ (Doa Sang Katak 2)

Tulisan Anthony De Mello, SJ. tepat sekali menggambarkan situasi masyarakat kita saat ini dalam menyikapi penyebaran virus Corona. Ada yang panik dengan memborong sembako dan masker. Akibatnya, harga beberapa jenis barang terutama masker naik menjadi tidak masuk akal. Belum lagi berita simpang siur dari media sosial yang semakin menambah kepanikan. Perlukah kita panik sampai sebegitunya?

Kita perlu mengerti bahwa panik membuat kita kehilangan akal sehat apalagi panik yang berlebihan. Virus Corona memang berbahaya karena daya tularnya yang tinggi, namun masih banyak penyakit lain yang lebih banyak memakan korban, misalnya saja virus influenza. Nyatanya, kita tidak ketakutan dan panik terhadap virus influenza. Bukan berarti kita menyepelekan sebuah penyakit. Bukan! Tetapi mental tidak panik dan selalu berpikir logis sangat penting. Apalagi dalam suasana seperti saat ini.

Yang penting, kita harus menjaga kesehatan dan kebersihan. Biasakan cuci tangan yang bersih, makan makanan yang sehat, minum yang cukup, hindari kontak dengan hewan atau berdekatan dengan teman yang sedang sakit, jauhi tempat keramaian dan bepergian ke luar negeri. Kita ikuti saja saran dan informasi resmi dari Pemerintah Pusat dalam rangka menanggulangi virus Corona. Waspada harus, tetapi jangan sampai panik berlebihan. Dan yang terpenting, jangan ikut-ikutan menyebarkan info yang belum tentu benar tentang virus Corona melalui media sosial.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA