KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Respon yang Benar

Lentera Atma: Respon yang Benar

Seringkali kita mendengar sebuah kalimat yang berkata, “Hormatilah ayah dan ibumu supaya kamu berbahagia dan panjang umur.” Ada juga beberapa kalimat lainnya yang mengatakan hal yang sama tentang menghormati orang tua. Sebenarnya, kalimat-kalimat itu mengandung sebuah janji yaitu supaya kita berbahagia dan panjang umur. Lalu, apakah kita sudah menghormati orang tua kita? Sulitkah untuk melakukan itu?

Kita perlu mengerti bahwa dari respon, emosi, kebiasaan yang sering kita lakukan atau sering terjadi, ternyata sangat dipengaruhi oleh bagaimana interaksi orang tua dengan kita atau dari pola asuh orang tua kita. Hidup yang kita jalani belum tentu ideal, begitu pula dengan keluarga, tetapi kita harus bisa memilih untuk melakukan respon yang benar. Contoh ilustrasinya adalah Adi merupakan seorang anak yang bertubuh kecil, dia penggembala domba, dan suka bernyanyi. Terkadang, dia dikucilkan dan diremehkan oleh keluarganya. Mulai dari saudara-saudaranya meremehkan dia, bahkan orang tuanya meremehkan dia. Tetapi Adi memilih untuk tetap sabar, rendah hati, dan memaafkan apa yang dilakukan saudara-saudaranya dan orang tuanya. Singkat cerita, Adi berhasil menjadi raja dan membuktikan bahwa apa yang dianggap remeh orang lain ternyata bisa menjadikan kemenangan bagi dia. Seperti Adi, kita juga harus memiliki dan bertumbuh dalam respon yang benar. Sekalipun kita tidak menerima kasih dari orang tua kita di dunia, Tuhan kita selalu memberikan kasih-Nya bagi kita dan mau menerima apapun keadaan kita. Kita harus belajar untuk hidup terbuka, artinya bahwa apabila kita terluka maka kita perlu sembuh. Kita terbuka ke orang yang kita percayai dan terlebih lagi terbuka kepada Tuhan kita. Lalu, kita harus bisa mengampuni dan menerima orang tua kita dengan kasih.

Jagalah hati kita untuk tidak terluka dengan orang yang kita kasihi, yaitu mulai dari orang tua kita. Jangan masukkan ke hati semua kata-kata yang melemahkan kita, sehingga menjadikan hubungan kita rusak. Jangan pernah merasa sendirian dan mengasihani diri sendiri. Masih ada orang-orang di sekitar kita yang bisa menolong kita. Apabila dibebani dengan tanggung jawab jangan menjadi lelah, apalagi menjadi kelihatannya buruk/gagal. Ingat, ada yang memelihara hidup kita dan memberikan kasih serta penghiburan kepada kita. Jagalah hati kita untuk selalu melakukan respon yang benar dan jangan terbawa perasaan, tetapi berjalanlah di dalam kebenaran.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA