KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Saat yang Tepat untuk Belajar Tidak Egois

Lentera Atma: Saat yang Tepat untuk Belajar Tidak Egois

Akhir-akhir ini, ada sebuah virus baru yang disebut telah membuat geger dunia bahkan termasuk Indonesia. Sebab, selain dapat menyebar dengan sangat cepat, virus itu juga telah menyebabkan kematian pada banyak orang di beberapa negara dunia, utamanya di China. SARS-CoV-2 adalah nama virus yang menyebabkan penyakit COVID-19. Belakangan ini, Indonesia digemparkan dengan pengumuman dari Presiden RI, Joko Widodo bahwa ada beberapa orang yang terinfeksi virus penyebab COVID-19. Informasi ini menimbulkan kekhawatiran dan rasa panik orang-orang dari berbagai wilayah di Indonesia. Pemerintah Indonesia juga memberi pengumuman bahwa siswa sekolah libur selama 14 hari, begitu juga dengan para pekerja disarankan bekerja di rumah dalam periode yang sama. Bahkan, pemerintah menyarankan agar kita bisa beribadah saja di rumah. Ini dilakukan untuk meminimalisir kontak antarmanusia sehingga penyebaran virus penyebab COVID-19 tersebut bisa diminimalisir sekecil mungkin. Sejak pengumuman itu, banyak orang langsung berbondong-bondong membeli masker dan hand sanitizer sebagai alat perlindungan dari penyebaran virus Corona. Tak hanya itu, masyarakat juga membeli berbagai jenis makanan untuk distok di dalam rumah dan bahan dapur dalam jumlah banyak sehingga menyebabkan stok di pusat perbelanjaan habis, kejadian ini disebut sebagai “panic buying“.

Kemunculan virus ini bukan hanya membuat ketakutan saja atau kekhawatiran, tetapi juga ada suatu pembelajaran yang dapat kita ambil. Pembelajaran yang dapat kita ambil yaitu inilah saat yang tepat untuk kita bisa belajar tidak egois. Dari peristiwa tersebut, terlihat sekali bahwa ketakutan menimbulkan suatu keegoisan yang dapat mengalahkan kebersamaan/persatuan. Dari panic buying, dapat terlihat bahwa beberapa orang bahkan banyak orang yang lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan kepentingan bersama. Sehingga tanpa kita sadari, dari perbuatan kita yang cenderung egois (contohnya panic buying) mengakibatkan banyak orang menderita. Kita seharusnya tidak hanya memikirkan keselamatan pribadi, tetapi juga orang lain. Benar apa yang dikatakan Ibu Puan Maharani bahwa kita harus menjauhkan sikap egois, sikap mau selamat sendiri, karena virus Corona hanya bisa dilawan kalau kita bersatu menghadapinya. Kita bisa mengambil peran dalam ikut menjaga kesehatan diri, kebersihan lingkungan, mendukung praktek social distance, dan mematuhi protokol penanganan wabah. Bukan hanya masyarakat saja yang saling bekerja sama, tetapi pemerintah juga bekerja sama dengan masyarakat untuk mengatasi penyebaran virus ini. Virus ini akan menyerang siapa saja tanpa memandang status kita, agama kita, profesi kita, suku, bahkan warna kulit kita. Maka untuk melawannya, kita harus bekerja sama, bersatu sebagai anak bangsa, tanpa adanya keegoisan. Tetap berdoa, tenang, dan yakin bahwa semua akan baik-baik saja.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA