KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah: Tidak Semua Keadaan Merugikan

Kisah: Tidak Semua Keadaan Merugikan

Mulai hari Senin, 16 Maret 2020 sampai dengan akhir Semester Genap TA 2019/2020 seluruh proses pembelajaran (Perkuliahan, UTS, UAS, ujian kerja praktek, ujian magang, ujian pendadaran) dilaksanan secara daring.” (Edaran Rektor, Nomor: 82/In/R tentang Antisipasi Penyebaran OVID-19 di Lingkungan Universitas Atma Jaya Yogyakarta).

Tepat sudah 11 hari saya melakukan kegiatan perkuliahan dengan sistem daring atau yang lebih dikenal dengan kuliah online. Terhitung hingga saat ini, total kuota internet yang saya gunakan berjumlah 15GB. Saat ditanya oleh orang tua, ”Kok, boros tenan to, Nduk (kok, boros sekali, Nak)?” saya hanya menjawab dengan senyum karena saya maklum mungkin kakek dan nenek saya tidak memahami apa yang saya kerjakan di depan laptop. Selain untuk mengerjakan tugas, namun juga untuk panggilan video dari dosen dan teman-teman kuliah melalui Micosoft Teams, Zoom, Line, Whatsapp, dan aplikasi yang lain yang benar-benar menguras kuota internet. Dalam hati, apakah saya sanggup untuk menjalankan perkuliahan saya jika terus seperti ini? Ingin memasang wifi sendiri, namun takut jika tidak dapat membayar untuk bulan-bulan selanjutnya karena orang tua yang juga “seret” untuk memberi kiriman. Semua keadaan yang terjadi saat ini memang saya maklumi dan tetap bersyukur.

Efek lain yang saya terima dari adanya bencana virus corona juga keluarnya tentang larangan kegiatan akademik pada nomor 5 yaitu “Tidak melaksanakan kegiatan akademik di lingkungan luar kampus, seperti Kuliah Kerja Lapangan, Widaya Wisata, Company Visit, Kuliah Praktek pada Semester Genap TA 2019/2020”. Peraturan nomor 5 ini menjadi perhatian saya, karena saya belum melaksanakan Kerja Praktek yang harusnya saya lakukan pada akhir semester 6 ini. Ada beberapa teman yang mengatakan, “Ealah, ngesakne kamu, Nes, urung KP (Ya, salahmu sendiri, Neh, mengapa tidak mau di semester kemarin).” Saya hanya mengiyakan saja pernyataan kawan-kawan terhadap saya. Salah satu alasan mengapa saya tidak KP pada semester kemarin karena keadaan ekonomi keluarga, saya harus bekerja menjadi asisten untuk menabung untuk persiapan KP saya akhir semester 6 ini. Namun apa daya, karena virus yang membahayakan diri, maka saya harus menerima keadaan yang terjadi sekarang. Karena tidak jadi untuk berangkat kerja praktek pada akhir semester 6 ini, maka saya memutuskan untuk pulang kampung. Saya sendiri takut jika pulang, karena anak-anak muda bisa menjadi pembawa penyakit tersebut. Namun, saya harus pulang karena di kampung hanya ada Nenek dan Kakek yang justru perlu saya lindungi.

Malam hari tanggal 19 Maret 2020, saya berdoa agar dapat pulang besok pagi pada tanggal 20 Maret 2020 dengan selamat dan membawa sukacita di rumah. Keesokan paginya, semua telah siap dan segala persiapan mulai dari masker, jaket yang memiliki tutup kepala, kaos kaki, dan tas kecil sudah terpasang dengan rapi di badan dan siap berangkat. Sampai di stasiun, disambut dengan tembakan termal pada kepala untuk mengukur suhu badan, stasiun nampak sepi dan dalam kereta pun demikian. Puji Tuhan dalam hati sukacita sampai di rumah, disambut dengan senyuman Nenek dan Kakek yang rindu dengan cucunya pulang. Saya bersyukur dapat pulang dan sehat sampai saat ini, betapa kasian orang tua jika tidak ada yang membantu memberikan pengertian tentang bahayanya virus ini kepada mereka. Di sisi lain, borosnya saya menggunakan kuota, namun saya senang karena bisa setidaknya meminimalisir mereka untuk keluar rumah dan memutuskan saya saja yang keluar rumah untuk memberi keperluan rumah dan sayur-mayur.

Kediri, 31 Maret 2020
Agnes Diah Puspitasari
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri UAJY Angkatan 2017

Sumber Gambar:
– https://radartegal.com/headline/pelajar-di-brebes-selatan-positif-corona/
– https://sevima.com/11-aplikasi-kuliah-online-untuk-siswa-hingga-mahasiswa/

9 Comments

  • Rachellia ivanna p

    Reply 6 April 2020 20:09

    fgthing eonni,percaya bahwa setiap peristiwa pasti ada maksudnya,aku percahya eonni bisa melalui ini

  • Eureka Karel Margiyanto

    Reply 6 April 2020 20:10

    Semua pasti indah pada waktunya. Tidak ada salahnya menunda Kerja Praktek jika memang ingin menabung terlebih dahulu untuk biaya hidup sehari – hari mengingat disana pengeluaran tentu akan banyak dengan uang makan, uang kos, dll. Tetap semangat

  • Rebecka Dean

    Reply 6 April 2020 20:12

    Semangat kakakku.. semoga pandemi ini cepat berlalu dan semuanya bisa beraktifitas normal seperti biasa.. 💕
    Nggak usah sedih nanti pasti bakal ada kesempatan buat praktek kerja lapangannya
    God bless you 😘

  • Getrudis

    Reply 6 April 2020 20:23

    Tetap semangat, jangan menyerah. Tuhan pasti ada jalan terbaik.

  • Tiurma Dian Pramesti Putri

    Reply 6 April 2020 20:36

    Tetap semangat ya, practice make perfect

  • Efilia

    Reply 6 April 2020 20:47

    Semangat Agnes. Berdoa kepada Tuhan agar semua kesulitan segera berlalu. Percayalah bahwa hasil yang indah akan ada setelah adanya usaha dan doa yang besar😊

  • Mutiara

    Reply 6 April 2020 20:48

    Semangattt dan terus berdoa.. percaya bahwa semua yg terjadi adalah yg terbaik 👍

  • Evita Mareline

    Reply 6 April 2020 20:50

    Jangan lupa bersyukur. Semua yg ada perlu untuk disyukuri. Inget aja Tuhan gak akan kasih cobaan lewat batas kekuatan kita. Semua masalah ada masanya dan pasti akan terlewat juga nantinya. It makes you be a stronger person than ever. Semua sama, ngerasain uang tersedot kuota yang besar gak cuman mahasiswa, dosenpun gitu. Belum lg mempersiapkan materi untuk mhsiswa sangat menyiksa waktu. Semangat agnes, you can do it. We can do it!

  • Laurensia

    Reply 6 April 2020 20:53

    Semangatt kakk❤❤Percaya sama Tuhan Yesus semua nya pasti bakalan indah pada waktunya kak😊Tetap berdoa dan selalu bersyukur atas semuanya kak😇God Bless You kak💕💕

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA