KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Wanita Muda

Opini: Wanita Muda

Sesosok Kartini, emansipator wanita pertama Indonesia yang dikenal dengan kegigihannya dalam mewujudkan mimpi-mimpinya, sangat menginspirasi wanita Indonesia hingga memasuki era sekarang ini. Tidak hanya menginspirasi kaum wanita saja, namun kaum pria juga demikian. Oleh karena emansipasi wanita era sekarang ini mampu membuat kaum pria menjadi lebih respect dan tidak sedikit dari mereka mengubah mindset mereka bahwa kini wanita pun sama derajatnya dengan pria, wanita juga sama hebatnya di berbagai bidang, sehingga mereka menjadi lebih respect.

Ada beberapa pandangan dan pendapat lama dari berbagai kalangan yang menurut saya kurang moderat, ketika beberapa dari mereka mengatakan “buat apa sih sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya cuma ngurusin rumah atau jadi ibu rumah tangga doang”. Kadang saya tersinggung, karena saat itu saya masih duduk di bangku SMA kelas 3, di mana waktu itu masih mempertimbangkan untuk melanjutkan kuliah di mana. Saya tersinggung karena saya merasa dianggap remeh, sebagai wanita.

Sempat merasa bahwa pendapat mereka ada benarnya, namun ibu saya ingin saya memiliki pendidikan tinggi. Beliau ingin anak perempuannya tidak kalah hebat dari kakak-kakak laki-lakinya, sesederhana itu. Saya tersadarkan bahwa ibu saya pasti adalah wanita yang hebat dulu, melihat piagam wisuda beliau yang lulus pada tahun 1990 di mana ibu saya sudah menikah. Menunjukkan bahwa keinginan menimba ilmu itu tidak melihat seberapa usia seseorang, demikian ibu saya. Terdapat jiwa membara dari sosok Kartini pada ibu saya sampai saat ini.

Namun, bukan berarti wanita yang tidak memiliki riwayat pendidikan yang tinggi itu adalah wanita yang masih mengadopsi pendapat kuno “wanita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi”. Menurut saya, setiap orang memiliki pilihan jalannya sendiri, berdasarkan apa yang mereka inginkan dan impikan. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki mimpi memilih untuk berhenti karena keterbatasan yang ada. Salah satunya adalah keterbatasan finansial. Saya yakin di luar sana banyak orang-orang yang punya mimpi, tekad, dan potensi yang besar, namun terhenti karena mereka tidak ada dana untuk memperoleh fasilitas (seperti untuk sekolah, kursus, dan lain-lain) sebagai penunjang tercapainya mimpi dan keinginan mereka.

Saat ini, saya sedang menjalani masa akhir semester saya di program studi Teknik Sipil. Saya menjadi sebagai salah satunya, di posisi di mana saya memiliki keinginan dan mimpi tetapi saya terhambat secara fasilitas. Adanya hambatan ini pun bisa memunculkan rasa untuk berhenti saja. Sayangnya, pengaruh motivasi dan didikan hebat ibu saya membuat saya tidak berhenti begitu saja, selalu ada jalan. Sejauh ini, kuliah saya terus berjalan berkat KAMAJAYA Scholarship.

Beberapa lembaga/yayasan memberikan beasiswa hanya pada anak-anak yang berprestasi dan IP tinggi. Namun berbeda dengan Beasiswa KAMAJAYA, oleh karena Beasiswa KAMAJAYA berbasis sosial, tidak terlalu memprioritaskan IP, hal ini membuka peluang dan kesempatan bagi mahasiswa yang berkendala finansial dan kendala nilai yang pas-pasan untuk terus kuliah dan menggapai mimpi. Bersama dengan tim bimbingan konselingnya, para suster dan romo yang selalu memberikan motivasi untuk terus giat belajar dan terus mengembangkan potensi yang ada selama masa kuliah. Dengan ini, mahasiswa akan merasa terfasilitasi dan kegiatan perkuliahan menjadi tidak terhambat oleh karena masalah finansial.

Saya bersyukur saya memperoleh Beasiswa KAMAJAYA, saya merasa saya sangat ter-backup. Saya memperoleh bimbingan, pengarahan yang sangat memotivasi saya selama saya menempuh studi saya. Seperti membuat saya sebagai wanita kembali menemukan kembali feel dan passion saya sebagai mahasiswi engineer. Seringkali saya mendapat pandangan dan komentar menyudutkan seperti “cewek kok ambil teknik”. Lupakan saja, saya lebih mendengarkan pendapat mereka yang memotivasi saya, seperti “You can be more than them”. Mengingat perkembangan dunia semakin maju dan canggih, kita harus belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi, dari hari ini untuk esok harinya.

Saya ambil satu kutipan favorit saya dari sosok seorang Kartini, yakni “Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu”. Kita harus melalui berbagai proses untuk menjadi apa yang kita inginkan. Tanggal 21 April merupakan hari penghargaan bagi setiap wanita Indonesia, bagi kalangan mahasiswa seperti saya, saya berterima kasih karena tanpa adanya sosok Kartini serta bantuan Beasiswa KAMAJAYA, mungkin saat ini saya tidak akan merasakan indahnya proses dan petualangan saya dalam mencapai mimpi saya. Selamat Hari Kartini!

Yogyakarta, 19 April 2020
Hana Ariana
Penerima Beasiswa KAMAJAYA
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UAJY Angkatan 2016

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA