KAMAJAYA Scholarship / Berita  / Wawancara Daring Seleksi Beasiswa KAMAJAYA TA. 2020/2021

Wawancara Daring Seleksi Beasiswa KAMAJAYA TA. 2020/2021

Pengurus KAMAJAYA Scholarship (KS) telah mengumumkan 35 mahasiswa yang lolos evaluasi dokumen dan akan mengikuti tahap seleksi wawancara. KAMAJAYA Scholarship diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga TIDAK MAMPU untuk menjadi future leaders (tidak harus cerdas, tapi punya kemampuan/potensi akademik untuk menyelesaikan studi di UAJY). Syarat Beasiswa KAMAJAYA yang utama adalah MISKIN/TIDAK MAMPU, maka melalui wawancara ini, team seleksi diharapkan mendapatkan gambaran keseluruhan mengenai profil diri calon penerima Beasiswa KAMAJAYA. Meskipun IPS/IPK bukan menjadi persyaratan pendaftaran beasiswa, namun perlu memperhatikan anak-anak yang IPS/IPK-nya kurang dari 2.75. Perlu ditelusuri apakah penyebab rendahnya IPS/IPK yang bersangkutan, apakah karena cuti kuliah, harus bekerja paruh waktu, masalah keluarga, atau penyebab lainnya. Pewawancara juga bisa menelusuri kemampuan akademiknya di SMA. Pada saat wawancara, yang bersangkutan perlu diminta komitmennya untuk menaikkan IPS/IPK.

Seleksi wawancara dilakukan secara daring mulai tanggal 5 Mei hingga 15 Mei 2020. Hal ini dilakukan karena adanya anjuran untuk tetap di rumah dalam mencegah penularan COVID-19. Wawancara secara daring baru pertama kali dilakukan oleh KAMAJAYA Scholarship. Calon penerima beasiswa dibagi menjadi 11 kelompok dan pada masing-masing kelompok terdiri tiga pewawancara. Sebelum melakukan wawancara, pewawancara sudah diberikan panduan untuk menyelidiki calon penerima beasiswa lebih lanjut. Tujuan utama seleksi wawancara adalah klarifikasi dan menggali informasi yang lebih detail mengenai profil calon penerima Beasiswa KAMAJAYA sehingga dapat diputuskan apakah calon yang bersangkutan layak untuk diterima/tidak diterima.

Wawacara daring menggunakan Microsoft Teams.

Salah satu pewawancara, yaitu Sr. Florentine, OP. juga mengatakan bahwa wawancara daring ini memiliki kendala, khususnya dalam menilai bahasa verbal saat mewawancarai calon penerima beasiswa. “Sebenarnya kendala ada, artinya tidak bisa melihat secara utuh dalam arti bahasa tubuh dari konseli ketika merespon tanggapan atau menjawab pertanyaan, saya hanya dapat melihat sebagian dari diri yang bersangkutan, khususnya wajah. Padahal bagi saya pribadi bahasa tubuh secara utuh sangat penting karena apakah sinkron dengan kata-kata yang dikatakan atau tidak,” ujar Sr. Florentine. Di sisi lain, Sr. Florentine juga berharap agar wawancara ke depannya dapat juga dilakukan dengan mengenal keluarga atau lingkungan tempat tinggal calon penerima beasiswa.

Wawacara daring menggunakan WhatsApp Video Call.

Calon penerima beasiswa pun merasakan perbedaan yang dialami ketika melakukan wawancara secara daring. Walaupun tidak mengalami kendala, namun mereka merasa lebih efektif apabila dilakukan secara tatap muka. Begitu pula yang diungkapkan oleh Stefani Angelina Ruru Hia dari Program Studi Ilmu Hukum UAJY.

Setelah proses wawancara, maka tim seleksi akan menggelar rapat pleno untuk menentukan calon yang diterima/tidak diterima. Rapat Pleno dilakukan menggunakan aplikasi ZOOM pada hari Sabtu, 16 Mei 2020, pukul 09.00-11.00 WIB. Hasil seleksi secara keseluruhan akan diumumkan pada akhir Juli 2020.

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA