KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Ukuran Sebuah Kesuksesan

Lentera Atma: Ukuran Sebuah Kesuksesan

Dari kecil pasti kita sering diajarkan tentang arti kata sukses. Seringkali orang berkata, kita harus sekolah sungguh-sungguh supaya menjadi orang yang sukses. Namun, kesuksesan yang dimaksud seringkali disamakan dengan kekayaan. Orang yang sudah kaya baru dibilang sukses. Itu merupakan paradigma yang berbahaya. Karena dalam kenyataannya, arti kesuksesan di mata manusia dan di mata Tuhan itu berbeda. Kesuksesan hidup kita di mata Tuhan, bukan ditentukan dari seberapa banyak yang kita miliki untuk diri kita sendiri, namun seberapa banyak yang kita bisa beri. Hidup ini bukan hanya untuk menjadi kaya, tetapi suatu kesempatan untuk berkarya. Tuhan tidak akan pernah tanya, berapa banyak uang yang kamu miilki? Berapa tinggi jabatanmu? Seberapa terkenal kamu? Hal-hal itu seringkali menjadi ukuran sebuah kesuksesan dalam diri manusia. Tetapi pada akhirnya, hal-hal tersebut tidak akan ada yang bisa kita bawa saat kita mati.

Kesuksesan hidup kita di mata Tuhan adalah tergantung bagaimana kita memperlakukan orang lain. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri dan perbuatlah kepada orang lain sebagaimana kamu ingin orang lain perbuat kepadamu. Ketika kita ingin belajar mengasihi orang lewat pekerjaan atau usaha kita, jangan cuma cari untung tapi carilah pengaruh dan dampak bagi orang lain. Kita bisa pikirkan bagaimana bisnis kita bisa menolong orang-orang yang kelaparan (contohnya para gelandangan yang ada di jalan), menolong orang-orang yang tidak bisa sekolah (contohnya bisa dengan ikut berdonasi lewat KAMAJAYA Scholarship), orang-orang yang sedang sakit (contohnya mendonasikan uang untuk orang-orang yang terkena penyakit serius), dan lainnya. Kesuksesan hidup kita di mata Tuhan juga tergantung bagaimana kita menggunakan waktu yang diberi oleh Tuhan. Waktu adalah kesempatan yang Tuhan berikan untuk kita berkarya. Mengerjakan kehendak Tuhan dalam hidup kita, memaksimalkan potensi kita, dan menjadi berkat bagi orang banyak. Jangan pernah sia-siakan waktu yang Tuhan beri. Investasikan waktu kita untuk orang-orang yang tepat. Kesuksesan hidup kita di mata Tuhan juga tergantung pada bagaimana kita menggunakan uang. Uang bukanlah segalanya, contohnya adalah kita bisa makan steak, makan apapun dengan uang tetapi yang bisa membuat kita menikmatinya adalah Tuhan. Dari contoh itu kita tahu, bahwa Tuhan adalah segalanya.

Image by Gerd Altmann from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA