KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Peacemaker

Lentera Atma: Peacemaker

Kedamaian tidak akan menjadi signifikan kalau semuanya baik-baik saja. Tetapi kedamaian akan menjadi signifikan dan penting ketika semuanya tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Tetapi kita membawa sesuatu ke situasi tersebut sehingga situasi tersebut menjadi berubah. Kita harus berani membawa damai ke tempat di mana tidak ada kedamaian. Kita dipanggil untuk membawa damai kepada lingkungan di sekitar kita. Namun yang terutama, damai tersebut harus ada di dalam kita terlebih dahulu. Kalau kita ingin menjadi pemimpin, cara pandang kita harus berbeda. Jangan anggap masalah menjadi akhir dari sebuah cerita. Tetapi jadikanlah masalah/konflik sebagai awal sebuah pengetahuan yang baru untuk orang-orang yang kita pimpin. Tiga hal mendasar ketika orang berhadapan dengan konflik:

  1. Respon Menghindar. Orang-orang yang suka menghindari masalah, bukan menyelesaikan masalah. Melarikan diri meninggalkan komunitas, teman bahkan gereja. Contohnya : Ketika orang tersebut menghadapi masalah, ia akan menyangkali masalahnya. Fokusnya adalah aku (Bagaimana agar aku aman dan tidak terluka). Orang yang memiliki respon menghindar adalah Peace Faker.
  2. Respon Menyerang. Orang-orang yang lebih ingin memenangkan konflik/masalah, daripada menyelesaikan konflik tersebut. Orang yang memiliki respon menyerang akan berusaha sebisa mungkin supaya orang lain minta maaf kepadanya, supaya orang lain merasa bersalah. Fokusnya adalah orang lain (Bagaimana bisa membuat orang lain bisa mengakui kesalahannya dan membuat mereka meminta maaf). Orang yang memiliki respon menyerang adalah Peace Breaker.
  3. Respon Membawa Damai. Orang yang memiliki respon membawa damai, akan: mengampuni, rekonsiliasi (saling memaafkan dan memperbaiki hubungan), mempertanggungjawabkan kesalahannya. Fokusnya adalah peduli terhadap kepentingan orang lain tetapi juga peduli terhadap kehendak Tuhan. Kerinduannya adalah, menyelesaikan masalah demi keuntungan bersama. Kalau kita memiliki respon membawa damai, maka kita adalah Peace Maker.

Hukuman ada supaya kita kapok dan menyerah. Tetapi disiplin ada supaya kita diubahkan. Jangan berlari dan jangan menyerang sebuah masalah, kita dipanggil untuk membawa damai. Jangan biarkan masalah membutakan kita. Dan kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai bagi dunia.

Image by Wokandapix from Pixabay

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA