KAMAJAYA Scholarship / Berita  / Yayasan Bakti KAMAJAYA Indonesia: Bakti Alumni UAJY untuk Pelayanan kepada Mahasiswa dan Masyarakat

Yayasan Bakti KAMAJAYA Indonesia: Bakti Alumni UAJY untuk Pelayanan kepada Mahasiswa dan Masyarakat

Yogyakarta—Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA) mendirikan Yayasan Bakti KAMAJAYA Indonesia (YBKI) sebagai bentuk bakti dan sumbangsih alumni UAJY untuk pelayanan mahasiswa kepada mahasiswa dan masyarakat yang kurang mampu.

Peresmian YBKI ini diselenggarakan hari Sabtu (1/8/2020) di Auditorium UAJY dan dihadiri oleh Rektorat UAJY, pengurus YBKI, dan Pengurus Daerah KAMAJAYA dan penerima Beasiswa KAMAJAYA yang berpartisipasi secara daring melalui fasilitas Zoom.

Menurut Seretaris YBKI Hadisantono, KAMAJAYA Scholarship dibentuk pada 31 Juli 2017 oleh Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA).

“Bentuk kelompok informal tanpa badan hukum sudah tidak dapat lagi menaungi karya pelayanan KAMAJAYA Scholarship yang kian berkembang dan meluas,” ujarnya.

Pembentukan badan hukum menjadi penting untuk melaksanakan karya-karya di bidang sosial, terutama upaya membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang mampu memberi kontribusi yang nyata kepada nusa dan bangsa melalui pelayanan dalam cahaya kebenaran.

Setelah tiga tahun berdiri KAMAJAYA terpanggil untuk secara nirlaba dan formal melanjutkan karya-karya pelayanan kepada mahasiswa UAJY dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Rapat Pengurus KAMAJAYA Scholarship secara daring pada 24 Juni 2020 memutuskan: Pertama, mengubah bentuk organisasi informal KAMAJAYA SCHOLARSHIP menjadi YAYASAN BAKTI KAMAJAYA INDONESIA. Kedua, merumuskan Anggaran Dasar (AD) YAYASAN BAKTI KAMAJAYA INDONESIA sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004. Ketiga, menentukan susunan Organ Pengurus YAYASAN BAKTI KAMAJAYA INDONESIA Periode 2020-2025 sebagai berikut: Pembina: Hutomo Mugi Santoso (Ketua), Laurensius Tirta Widjaja (Anggota, ex-officio), dan Fransiscus Go (Anggota). Pengawas: R. Maryatmo (Ketua). Pengurus: Bedjo Sarwono (Ketua), Hadisantono (Sekretaris), Laniawati S. Matita (Bendahara).

YAYASAN BAKTI KAMAJAYA INDONESIA dikukuhkan dengan Akta Notaris No. 08 tanggal 29 Juli 2020 oleh Notaris Servatia Herlina, B.Sc., S.H. Tercatat di Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak dengan NPWP No. 95.507.991.8-542.000. YAYASAN BAKTI KAMAJAYA INDONESIA disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0012458.AH.01.04.Tahun 2020 (Tanggal 29 Juli 2020).

Sejarah KAMAJAYA Scholarship

Munculnya ide untuk membuat sebuah Program Beasiswa yang benar-benar berbeda dari program beasiswa yang sudah ada diawali komunikasi melalui komunikasi informasil melalui Whatsapp antara R. Maryatmo (dosen UAJY di Yogyakarta), Hadisantono (dosen dan alumni UAJY yang sedang menempuh studi doktoral di Selandia Baru) dan Hutomo Mugi Santoso (Ketua Umum PP KAMAJAYA, yang sedang berlibur di sebuah kapal pesiar).

Dengan bantuan beberapa orang Pengurus Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA) seperti Bedjo Sarwono, Laniawati S. Matita, Petrus Suryadiputra Swarnam, Pius Izak Dumatubun dan Wisnu Sumantha pada 31 Juli 2017 berdirilah lembaga Beasiswa KAMAJAYA atau KAMAJAYA Scholarship di bawah lindungan Santo Ignasius dari Loyola.

Para pendiri melihat bahwa mahasiswa UAJY yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk hidup saja harus berjuang apalagi untuk bisa kuliah.

“Menjadi tidak mudah bagi para mahasiswa UAJY di saat hampir semua pemberi beasiswa hanya tertarik pada anak yang cerdas. Mereka cenderung kalah bersaing dengan anak-anak dari keluarga mampu yang lebih punya kemampuan finansial, kesempatan dan fasilitas untuk meraih beasiswa-beasiswa yang sudah ada,” ujar Hadisantono.

Inilah yang mendasari pengurus KAMAJAYA mendirikan Program Beasiswa dengan prioritas anak-anak yang terancam putus kuliah karena kendala finansial tanpa mensyaratkan nilai akademik.

Sebagai konseptor KAMAJAYA Scholarship, Hadisantono menyadari program beasiswa yang tujuannya untuk menyelamatkan mahasiswa yang terancam putus kuliah tanpa memperhatikan nilai akademik sebuah terobosan yang berani.

“Sangat tidak mudah meyakinkan calon donatur bahwa mahasiswa yang nilai akademik pas-pasan (bahkan kurang) layak diberi beasiswa dan pemberian beasiswa itu tidak sia-sia,” tambah Hadisantono.

Hadisantono sebelumnya memiliki pengalaman belasan tahun memimpin dan mengelola lembaga dan yayasan beasiswa. Menurutnya, kendala terbesar dalam keberhasilan studi penerima beasiswa justru bukan pada aspek akademis semata tetapi dari aspek non-akademis, misalnya kondisi keluarga, ekonomi, lingkungan, dan lain-lain.

Aspek akademis relatif sudah tertangani karena di UAJY ada dosen pembimbing akademik (DPA) untuk setiap mahasiswa. Namun dari aspek non-akademis belum sepenuhnya tertangani.

Hadisantono meminta bantuan Romo Agus Widodo, Pr. (imam diosesan Keuskupan Agung Semarang) untuk merancang sebuah konsep Bimbingan dan Konseling (BK) yang sesuai untuk anak-anak Penerima Beasiswa KAMAJAYA.

Full Scholarship

Beasiswa KAMAJAYA adalah beasiswa penuh (full scholarship) yang menanggung semua biaya kuliah hingga lulus sarjana termasuk biaya hidup, biaya asrama/kost, dan lain-lain supaya anak-anak tersebut dapat fokus kuliah dan punya masa depan yang lebih baik.

Sasaran Beasiswa KAMAJAYA adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu atau mahasiswa yang terancam putus kuliah karena orangtuanya jatuh sakit, meninggal dunia, bangkrut, di-PHK, dan lain sebagainya.

Hingga akhir Juli 2020, KAMAJAYA Scholarship telah memberikan beasiswa kepada 57 mahasiswa, dan 12 mahasiswa di antaranya sudah lulus dan diwisuda.

Alumni dari KAMAJAYA Scholarship yang sudah bekerja mempunyai kewajiban untuk mengembangkan program ini dengan menjadi donatur selanjutnya (Pay it Forward). Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya orang-orang baik yang mendukung KAMAJAYA Scholarship.

Dokumentasi Peresmian Yayasan Bakti KAMAJAYA Indonesia dapat dilihat di sini: https://youtu.be/ZmFYlpMCSGs

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA