Bangkit

“Aku bingung harus bagaimana,” kata yang muncul saat lockdown terjadi di mana-mana. Kerja Praktikku terpaksa berhenti karena pandemi. Bingung rasanya karena aku takut jika harus mengulang lagi di semester selanjutnya. Akhirnya, kucoba untuk mencari kerja praktik yang lain, aku mencari ke sekitar Jawa Tengah. Pikirku mungkin masih ada yang bisa, tapi ternyata semua menghentikan proyeknya. Ingin rasanya aku marah, tapi pada siapa? Aku baru saja mencoba untuk bangkit, tapi ada saja halangan yang muncul. Belum lagi kuliah yang biasanya tatap muka berubah menjadi daring. Aku cukup sulit untuk menyesuaikan karena sewaktu tatap muka saja aku belum tentu paham apalagi dengan daring.

Semakin hari aku semakin tertekan dengan keadaan pandemi ini. Ketakutan-ketakutan mulai muncul, ditambah lagi aku mulai tidak cocok dengan keluarga budheku. Aku mencoba untuk menahan sebisa mungkin, tapi ternyata itu semua malah membuatku semakin terpuruk. Hampir sebulan lebih aku mengalami depresi. Awalnya, aku tidak tahu aku kenapa. Akan tetapi, orang-orang di sekitarku menyadari hal itu. Aku mudah sekali mengalami perubahan dari yang tadinya senang tiba-tiba menjadi sedih. Emosiku juga sulit untuk dikontrol, aku sering sekali marah tanpa sebab. Menangis tanpa alasan. Rasanya semua terasa sia-sia.

Akhirnya awal Mei 2020, aku dibawa ke psikiater dan aku diberi obat untuk mengurangi gangguan yang terjadi padaku. Bulan itu terasa sangat berat. Aku takut studiku akan terganggu kembali, tapi aku mencoba untuk tetap bangkit. Semenjak itu, aku rutin untuk berobat dari yang setiap minggu menjadi setiap bulan. Tapi, perubahan yang terjadi tidak begitu signifikan. Aku masih merasa tidak berarti dan pikiran-pikiran lain muncul yang tentu saja membuatku semakin terpuruk. Aku pun dirujuk untuk menemui psikolog di sebuah RSJ di daerah Kaliurang. Sampai saat ini, aku masih menjalani terapi. Puji Tuhan, terapi ini cukup membawa perubahan dalam diriku. Aku mulai perlahan menata kembali kehidupanku. Mencoba untuk mengalihkan trauma masa kecil ke dalam sebuah aktivitas. Yang aku lakukan adalah memasak dan membaca. Hal ini cukup bisa mengalihkanku ketika aku kembali ke lingkaran setan itu. Tapi aku sadar, perjalananku untuk kembali seperti semula cukup panjang karena aku juga mulai mengalami krisis iman. Tapi aku berharap, aku bisa segera kembali lagi.

Puji Tuhan, untuk studiku yang aku takutkan tidak terjadi. Kerja Praktikku tetap bisa kuselesaikan untuk semester ini karena ada kebijakan baru dari Fakultas. Untuk KKN walaupun tidak ada penerjunan, aku tetap senang karena bisa selesai juga untuk semester ini. IP-ku (Indeks Prestasi) juga mulai naik kembali dan lebih baik dari semester sebelumnya. Aku sangat bersyukur walaupun aku sedang terpuruk tapi aku masih bisa bertanggung jawab atas studiku. Tinggal 2 semester lagi. Aku hanya berharap agar dilancarkan dan semester berikutnya aku bisa lebih baik lagi dari semester ini sehingga aku bisa segera mengambil Tugas Akhir.

Untuk relasiku dengan teman-teman, karena masa pandemi ini untuk tatap muka dan berkumpul yang pastinya jarang. Aku menjaga relasi dengan bertanya kabar melalui WhatsApp ataupun media sosial. Bahkan ketika aku membutuhkan teman, tak jarang aku menelepon mereka. Kegiatan untuk semester ini tidak begitu banyak, karena aku sudah cukup sibuk untuk kerja praktik, kuliah, dan kerja. Walaupun saat pandemi semuanya total dilakukan di rumah saja. Aku juga masih kadang menyempatkan waktu untuk ikut mengurus kegiatan gereja selama masa pandemi dan new normal.

Ke depan, aku hanya berharap bisa lepas dari keterpurukanku saat ini dan lepas dari obat-obat psikiater ini dan memulai menata hidup kembali. Aku hanya ingin bangkit dan menjadi manusia yang bahagia. Untuk studiku, aku ingin berusaha lebih keras lagi di semester ini walaupun kuliah masih dengan metode daring. Aku yakin pasti bisa bangkit dari keterpurukan. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kehidupan dapat kembali berjalan seperti biasa.

Yogyakarta, 6 Juli 2020
Anastasia Dayinta Adella
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UAJY Angkatan 2017

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA