KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Hidup Adalah Pilihan

Lentera Atma: Hidup Adalah Pilihan

Hidup itu adalah pilihan. Artinya, kita ingin menjadi apa dan seperti apa, itu adalah buah dari pilihan kita. Memang, tidak semuanya adalah pilihan kita 100%. Sebagai orang beriman, kita memaknai bahwa hidup kita – menjadi apa dan menjadi seperti apa kita – adalah pilihan kita bersama Tuhan. Apa yang dipilihkan Tuhan untuk kita seringkali kita sebut panggilan. Sementara itu, apa yang kita pilih biasa kita sebut sebagai jawaban kita atas panggilan Tuhan.

Hidup berkeluarga atau tidak menikah demi Kerajaan Allah (menjadi imam, biarawan/wati) adalah pilihan kita bersama Tuhan. Keduanya sekaligus panggilan dan jawaban kita. Maka, keduanya butuh proses yang cukup (panjang). Bukan sekedar pilihan spontan dan tergesa-gesa. Perlu dialog terus-nenerus dengan Tuhan sampai akhirnya mantab dan bahagia memutuskan serta menghayati sampai akhir hayat.

Sebagai pilihan kita bersama dengan Tuhan – yang telah melalui proses panjang dalam dialog dengan Tuhan – kedua pilihan tersebut mengandaikan tidak adanya salah pilih. Artinya, sekali kita memilih, kita berkomitmen menghayatinya sampai akhir hayat. Tidak perlu lagi berpikir salah pilih kemudian merasa perlu mengubahnya.

Untuk mampu menghayati komitmen yang demikian, mutlak dibutuhkan rahmat Tuhan. Tuhan yang memilihkan kita untuk menjalani cara hidup tertentu – berkeluarga atau selibat – menyediakan rahmat yang selalu cukup untuk kita. Apa pun jawaban kita atas panggilan-Nya, pasti disediakan rahmat. Namun, agar rahmat itu bekerja dalam diri kita, ada satu syarat yang mesti kita penuhi, yakni kita tidak tegar hati tetapi memiliki hati yang terbuka dan lemah lembut.

Image by Arek Socha from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA