KAMAJAYA Scholarship / Berita  / Pertemuan Pengurus dan Penerima Beasiswa KAMAJAYA

Pertemuan Pengurus dan Penerima Beasiswa KAMAJAYA

Pada hari Sabtu, 14 November 2020 telah diadakan pertemuan Pengurus dan Penerima Beasiswa KAMAJAYA. Pertemuan yang diselenggarakan secara daring melalui ZOOM bertujuan untuk menggali permasalahan pembelajaran daring selama masa pandemi yang dihadapi oleh para Penerima Beasiswa KAMAJAYA. Pengurus KAMAJAYA Scholarship yang hadir adalah R. Maryatmo, Sr. Florentine, OP., Sr. Fernanda, CB., Ch. Suryanti dan Pius Izak Dumatubun.

Secara umum, para Penerima Beasiswa merasakan kesulitan pembelajaran selama masa pandemi yang kurang lebih sama, yaitu kesulitan dalam hal dukungan fasilitas seperti jaringan internet, kuota internet dan jaringan listrik, di samping masalah-masalah teknis lainnya. Kesulitan ini lebih-lebih dirasakan oleh para Penerima Beasiswa yang sedang mengerjakan penelitian/skripsi.

Lexna, mahasiswa Program Studi Biologi UAJY, menceritakan perjalanan mengerjakan skripsi, mulai dari membuat rencana penelitian di laboratorium, namun tidak jadi karena pandemi sehingga diganti menjadi literature review, kemudian berubah lagi karena laboratorium sudah bisa digunakan (dengan melaksanakan protokol kesehatan). Adi Ageng, mahasiswa Fakultas Hukum UAJY mengalami kesulitan dalam mengerjakan skripsi. Permasalahan Adi Ageng mulai muncul saat penyusunan proposal. Ada beberapa bagian yang harus dilengkapi padahal sebelumnya tidak diminta oleh dosen pembimbing, sehingga harus direvisi, namun revisi tersebut kembali lagi pada tempat yang sama. Pak Maryatmo dan Pak Pius menanggapi dengan menyarankan Adi Ageng untuk mendokumentasikan proses revisi sehingga track record-nya tercatat.

Lain lagi dengan pengalaman Agnes, mahasiswa Program Studi Teknik Industri UAJY. Agnes sibuk mengurus kuliah di semester 7 (mengurus KKN, Kerja Praktek dan Proposal Skripsi). Selain itu, ibunya Agnes terkena COVID-19 sebagai OTG. Perangkat desa melarang keluarga Agnes untuk keluar rumah padahal banyak kegiatan yang harus dilakukan. Selain itu, keluarga terkena stigma negatif dari masyarakat, sehingga kakek dan neneknya Agnes sering ditanya mengenai COVID-19. Hal ini membuat perasaan keluarga menjadi sangat tidak nyaman.

Pertemuan seperti ini direncanakan akan dilaksanakan secara rutin sehingga masalah-masalah yang dihadapi oleh para penerima Beasiswa KAMAJAYA dapat segera diselesaikan. Pertemuan seperti ini juga sangat positif karena bisa saling menyemangati. Selanjutnya pertemuan ini akan diadakan satu bulan sekali dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya agar dapat dihadiri oleh semua penerima dan pengurus Beasiswa KAMAJAYA.

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA