KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Lika-liku

Kisah Penerima Beasiswa: Lika-liku

Persis di semester-semester sebelumnya, di awal pertemuan dosen pasti membahas mata kuliah dan apa saja yang akan dipelajari di satu semester tersebut. Tidak lupa, dosen juga akan menyuruh mahasiswa untuk membentuk kelompok. Ketika itu, aku terdiam dan takut. Kenapa? Ya, aku mengingat semester lalu aku sempat membuat kesalahan besar, dan aku takut teman-temanku tidak menerimaku lagi karena kesalahanku sendiri.

Saat itu, aku duduk bersama tema-temanku di barisan belakang, ketika dosen memberi perintah untuk membentuk kelompok, temanku langsung menawarkanku bergabung bersamanya. Aku kaget, senang, dan tak menyangka karena dia masih menawarkanku. Baik, bukan? Dalam hatiku berkata, “Ya, Tuhan baik banget, aku nggak boleh ngecewain temanku ini,” dan aku bener-bener terharu. Hari itu, hari pertama aku masuk kuliah semester 6, dan hari itu juga aku mempunyai semangat yang besar untuk kembali menjalani kuliah karena teman-temanku masih menerima dan menaruh kepercayaan kepadaku. Karena hari pertama kuliah aku ditawari untuk bergabung, aku jadi percaya diri dapat menemukan dan bergabung menjadi kelompok Bersama teman-temanku di mata kuliah lainnya. Hal tersebut menjadi semangatku menjalani semester 6.

Ketakutanku untuk kuliah lagi seketika hilang karena teman-teman masih bisa menerimaku. Aku menjadi semangat menjalani kuliah lagi. Tetapi, ada satu mata kuliah yang menurutku sulit, dan aku sekelompok dengan temanku yang kurang aktif dan agak malas. Saat kuliah daring, kita sepakat untuk membagi tugas. Aku selalu mengerjakan bagianku. Namun ketika dia mendapatkan bagian, dia tidak mengerjakan. Aku baru mengetahui hal itu setelah deadline sudah berakhir. Aku ingin menegur dia, tapi aku takut karena dia sangat pemarah walaupun dia yang salah.

Ketika aku kuliah lagi ada beberapa teman-teman yang bertanya ada apa dengan semester lalu, dan kenapa tidak melanjutkannya, bahkan ada yang menyebarkan berita bahwa aku hamil. Ketika mereka bertanya aku hanya bisa tersenyum dan bilang, “Ga papa, ada masalah.”

Seiring berjalannya waktu, aku kuliah seperti biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Namun, aku lebih banyak sendiri di laboratorium mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik sendiri ketika menunggu sesi berikutnya.

Semester ini juga semester yang sudah aku tunggu-tunggu karena aku akan KKN. Aku senang bertemu teman baru dari berbagai fakultas. Aku juga mengajukan diri untuk menjadi bendahara saking senangnya aku untuk KKN. Namun, karena ada pandemi, penerjunan KKN ditiadakan, dan diganti KKN Online. Kegiatan perkuliahan juga secara daring. Awalnya, aku sempat kesal karena tidak jadi KKN penerjunan, tapi ya sudahlah memang harus mengikuti anjuran dari pemerintah dan universitas.

Selama kuliah daring, aku tidak merasa kesulitan apa pun. Hanya saja, terkadang materi yang disampaikan oleh dosen susah untuk memahaminya karena cara mengajar dosen juga berbeda-beda. Aku adalah mahasiswa yang tidak terlalu pintar, tapi ketika ada tugas, aku selalu mengerjakan yang terbaik.

Yogyakarta, 16 Juli 2020
Elyshabet Ayu Sekar Arum
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-4
Mahasiswa Pogram Studi Ilmu Komuniaksi UAJY Angkatan 2017

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA