KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Mystery Box 2020

Kisah Penerima Beasiswa: Mystery Box 2020

Dear, 2020… ciyeeee…

Kamu itu penuh dengan kejutan. Banyak rintangan yang baru: adanya pandemi yang mengharuskan tetap di rumah, mengurangi aktivitas kumpul-kumpul, harus kuliah online, KKN pun online! Memang tahun prihatin. Well… yah, hidup memang harus prihatin kata leluhur, “Laku prihatin.”

Tapi di balik itu semua, banyak orang yang semakin kreatif, yang mau tak mau harus berinovasi, banyak juga yang sadar ternyata kegiatan sehari-hari yang mungkin sepele atau tidak terpikirkan (karena sudah menjadi kebiasaan) merasa kehilangan momen tersebut dan rindu suasana tersebut. Jujur, aku kangen bau karbol lantai kampus…. Iya, he’eh! Ga salah baca…. KANGEN BAU KARBOL LANTAI KAMPUSSSS! Menandakan kampusku buersih puolll, nyaman buat kuliah, engga risih duduk di lantai. Itu sepele. Banget. Ruang dosen yang AC-nya kenceng banget wkwk…. Dah lah kebanyakan intro….

Semester ini full online, jadi ya sudah terbiasa. Aku mengambil 11 sks, skripsi (6 sks), KKN (2 sks) dan Tata Ruang Dalam/TRD (3 sks). Dari ketiga itu, aku sangat menikmati kuliah TRD. Dosennya menyenangkan, ke-ibuan, dan punya aura yang positif, seperti ketika sedang presentasi tidak ada selaan dari Bu Dosen. Lalu ketika aku selesai presentasi, ibu tersebut selalu memberi pujian dulu lalu komentar-komentar yang tidak menjatuhkan. Untuk mata kuliah ini, aku mendapat nilai A.

Skip.

KKN online. Kesanku untuk KKN tahun ini: GILA! Kayak, “Apaan sih ini? ga jelas!” SKS kecil, tapi berhasil mengalihkan perhatian. Aduh, panjang deh keluh kesahnya. Belum masalah kelompok. Aku merasa KKN ini cuma untuk memberi kerjaan para dosen. Hehe, bercanda deh. Dilihat dari tugasnya yang menurutku dikerjakan berulang-ulang gitu loh. Buat e-book dua, yang satu potensi desa satunya buku saku. Video dua, masing-masing menjelaskan potensi desa dan buku saku. Buat satu jurnal, abis itu buat laporan. Itu baru yang kelompok. Ada juga yang individu, aku membuat e-book dan laporan individu. Dan banyak ketentuan yang memusingkan, ribet, dosennya menjelaskan muter-muter. Hadeuh…! Untungnya nilaiku A. Harus A-lah. He he he…!

Terlalu fokus mengerjakan KKN (kelompokku tertinggal banyak progresnya dan dinilai pasif oleh dosen), skripsiku semrawut. Ditambah aku mendapat dosen “sisa”, pilihan terakhirku dan yang mending di antara beberapa dosen. Ibu ini orangnya seloooowwww, santai banget tapi sibuk. Nah loh. Jadi, jarang ada pertemuan dan sering lupa buka slot pengumpulan progres. Kadang aku harus dipacu, seperti waktu TRD, selalu ada slot pengumpulan progres tiap minggunya, jadi ya terus mengerjakan. Seperti itu. Aku baru sampai bab 4 karena buntu. Kurang tiga bab lagi dan memang rencananya mau lanjut semester 8 ini. Tapi masih belum tau, mau ganti dosen apa engga.

Selain kuliah online, ibadah pun juga masih online. Padahal di gereja-gereja lain sudah bisa misa offline walau terbatas jumlah. Tapi di Temanggung masih belum, pernah sih, tapi tidak lanjut karena waktu itu ada yang tertular Covid-19. Beruntungnya aku ikut misa offline saat Malam Natal dan Natal Fajar sebagai peserta koor. Kangen banget deh ikut tugas-tugas di gereja. Oh iya, ada juga pertemuan online lainnya, yaitu latihan sepak bola. Aku hanya pengurus bagian dokumentasi kok, bukan anggota. Kurang greget sih kepengurusan ini. Aku ga tau rencana dari ketuanya, dia santai sekali, agak manutan, suka mendadak kalo memberi tau hal penting, kurang cekatan. Sudah pernah ditegur sampai diomeli oleh bendahara dan sekretarisnya, tapi ya tetep wae, wis angel.

Oh iya, ini harus aku sampaikan. Dulu aku dan dua temanku pernah ikut kontraktor dan mau mendirikan biro yang dibawahi oleh kontraktor itu sendiri, Srikandi. Tapi kami berhenti. Sebelum teman-temanku ikut bergabung, aku sudah mengiyakan ajakan bergabung. Awalnya takut, tapi yo wis, coba dan jalani dulu. Aku merasa aneh, tapi aku ga bisa mencari apa keanehan itu. Sempat membuat desain rumah dan beberapa kali revisi, akhirnya menggantung, ga ada info sama sekali, setelah aku kasih hasilnya. Itu kejadiannya awal 2020. Kami tidak dibayar, digantungin, kami ga suka dengan sistem kerja seperti itu. Yah, akhirnya kami mengiklaskan waktu dan desain yang setengah jadi (disini aku dan Bi sadar kalo posisi kami lemah dan harus rela melepas, sedangkan Fani agak sulit melepas desain yang sudah dikerjakan) dan kami mundur.

Karena peristiwa tidak menyenangkan itu, kami termotivasi untuk membentuk biro sendiri, beranggota aku, Fani, Bi, Poi, dan Adhit. Namanya DEPANDOOR-A STUDIO. Sudah ada di Instagram @depandoora.studio. Kami mendesain interior dan furniture. Saat ini mulai berproses lagi, akan meng-upload hasil desain kami yang sempat tertunda dan masih menunda untuk survei workshop kayu untuk furniture. Awalnya bingung sih menentukan ini itu, tapi ya coba dan jalani, baru tau hasilnya kan. Itu tentang aku dan teman-temannku. Syukur punya teman seperti mereka. Aku juga punya second account Instagram: @b.srvti. Aku memberanikan diri untuk membuka akun baru dan mengunggah karyaku, ilustrasi. Seneng sih rasanya, berkat pandemi, keahlianku bertambah.

Untuk kedepannya, lolos skripsi lalu masuk studio, dan menyelesaikan perziarahanku di Arsitektur UAJY tercinta. Ada rencana untuk magang juga di biro arsitek, tapi tetap mengembangkan Depandoor-a Studio. Kami juga akan menambah ranah yaitu Microhome/Tiny house yang dirasa akan dibutuhkan untuk waktu yang akan datang. Berawal dari ikut sayembara dengan tema Microhome. Oh ya…, belajar Bahasa Inggris karena kepingin melamar di IKEA Indonesia. Aku merasa semakin dekat dengan mimpiku. Gugup rasanya. Semoga di tahun 2021 ini, banyak hal yang baik, yang membuatku berkembang, seperti tahun 2020. Layaknya mystery box (suka nonton Master Chef nih hihihi…) yang tiba-tiba ada, ga tau apa isinya dan ketika dibuka banyak hal yang terjadi. Namun di balik itu semua, kita ternyata ditempa oleh alam untuk hidup dengan baik, peduli lingkungan, peduli sosial, quality time dengan keluarga, mengembangkan diri, hidup sehat dan masih banyak lagi. Kira-kira, gimana ya Mystery Box 2021?

Yogyakarta, 15 Januari 2021
Brigitta Pramesthi Saraswati
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3
Mahasiswa Program Studi Arsitektur UAJY Angkatan 2017

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA