KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Hidup Adalah Marathon

Kisah Penerima Beasiswa: Hidup Adalah Marathon

Enam bulan terakhir di masa kuliah ini mengajarkan saya banyak hal. Saya mulai menggarap tugas akhir sejak liburan Semester 6. Saya mengambil topik tugas akhir sistem informasi dalam bentuk aplikasi mobile. Topik yang mengharuskan saya keluar dari zona nyaman. Awalnya, saya ragu bisa menguasai bahasa pemrograman beserta perancangan antarmuka untuk membangun aplikasi tersebut. Perasaan dilema dan gelisah memenuhi pikiran. Perasaan itu makin runyam kala melihat banyak dari teman seangkatan yang sudah ujian pendadaran, sedangkan progres tugas akhir saya masih jauh dari kata selesai. Saya juga kesal dengan diri sendiri. Sengaja tidak mengambil pekerjaan paruh waktu di semester ini dengan harapan dapat fokus dan menyelesaikan tugas akhir dengan cepat.

Kegelisahan ini seringkali saya curhatkan ke Mama. Beliau menyemangati saya dan berpesan, “Kalau capek, istirahat sebentar, tapi jangan menyerah dan berpikir tidak bisa. Tidak masalah bila kemajuanmu lambat yang penting tiap hari ada yang dikerjakan.” Sontak saya teringat pula perkataan Romo Sigit (Pembimbing Rohani saya) yang menggambarkan kehidupan sebagai marathon. Beliau berpesan bahwa hidup ini adalah marathon sehingga saya harus tetap menjaga energi agar bisa terus berlari sampai garis finish. Oleh karena itu, jangan menganggap semuanya harus diselesaikan dengan tergesa-gesa karena melihat orang lain sudah berlari lebih jauh. Kalau saya menghabiskan energi di awal maupun tengah, saya tidak akan punya tenaga lagi untuk lari. Tetaplah berusaha dan selesaikan satu per satu.

Tantangan lain yang saya alami yakni mudah terlena. Seringkali saat program yang saya buat mengalami error, saya kehilangan mood dan mumet karena tak kunjung mendapatkan solusinya. Alhasil, saya istirahat sejenak untuk menyegarkan pikiran tapi malah kebablasan. Menyadari hal tersebut, saya medorong diri dan membatasi diri agar lebih fokus terhadap tugas akhir saya, tapi tidak mengesampingkan istirahat yang cukup. Selama belum mencapai tahap pendaftaran ujian pendadaran, maka saya tidak boleh nonton, main dan berselancar di media sosial, kecuali untuk keperluan chat.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari Senin pada tanggal 5 Juli 2021, saya mengikuti ujian pendadaran. Sehari sebelumnya, saya tidak bisa tidur karena grogi dan takut tidak bisa lolos pendadaran. Puji Tuhan ujian pendadaran dapat saya lalui dengan baik dan dinyatakan lulus. Usaha saya selama 3 tahun 10 bulan akhirnya berbuah baik. Semua yang saya peroleh ini tentu tidak lepas dari berkat Yang Maha Kuasa serta dukungan orang-orang tercinta.

Terima kasih kepada segenap keluarga KAMAJAYA Scholarship yang mempersilahkan saya masuk menjadi bagian dalam keluarga ini. Terima kasih pula kepada para donatur yang tak henti mengulurkan tangan untuk saya dan teman-teman bersama KAMAJAYA Scholarship.

Yogyakarta, 16 Juli 2021
Felicia Oktavia
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Angkatan 2017
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA