KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Galau

Kisah Penerima Beasiswa: Galau

Aku takut. Frustasi. Aku sedang tidak baik-baik saja. Aku terlalu takut dengan ekspektasi keluargaku, orang-orang yang support aku. Aku sering menangis. Aku jadi rindu Ibu. Ah, aku ingin peluk Ibu. Kapan terakhir aku memeluknya? SD? TK? Aku hanya ingat, malam itu aku meletakkan kepalaku di pangkuan Ibu, dan Ibu membelai kepalaku, sebelum lusanya Ibu pergi selamanya. Dulu sekali. Tidak ada yang bisa menggantikan pelukan Ibu. Di rumah pun aku sulit mengungkapkan perasaanku, sulit mengungkapkan kalau aku frustasi. Orang rumah melihatku sebagai pribadi yang lucu yang nyantai. Namun yang sebenarnya aku menyembunyikan semua itu. Sulit juga cerita ke temanku. Mau cerita tapi batal, cerita enggak ya, cerita? Akhirnya enggak. Sempat aku menjauh dari teman-teman. Sedikit membantu, tapi ujung-ujungnya emosi sendiri untuk kesekian kalinya. Aku terlalu takut sampai aku kurang fokus melakukan aktivitas bahkan misa online. Aku takut. Uh-oh banyak tangisan di semester ini. Tapi, ketika aku merasa insecure dengan apa yang akau kerjakan, teman-temanku menguatkanku. “You have been a great job. Start-nya orang bisa sama, tapi finish-nya orang itu beda-beda. Nikmati dulu rasa sakitnya sebelum kamu menyambut hal baru.” Biasanya, aku jarang terhibur dengan kata-kata mutiara. Namun kali ini, aku dikuatkan oleh kata-kata tersebut. Atau, karena dari temanku ya?

Kesal banget. Kemarin aku di-prank sistem. Nilaiku E. Mentalku kena, susah tidur. Kok bisa? Padahal, aku sudah mengerjakan sampai Bab VI loh. Kalau pun kurang, akan aku tambah di waktu revisi. Lalu paginya, aku tanya dosen pembimbingku. Dosen pembimbingku mengirim surat keterangan lapor nilai. Ternyata, aku dapat nilai B+. Terima kasih Tuhan… itu hanya kesalahan sistem! Pas banget terjadi di hari ulang tahunku, aku merayakan sendiri (aku di Yogya dan tidak bisa pulang karena Sleman dan Temanggung zona merah), tidak bisa berkumpul lalu makan-makan dengan teman. Aku hanya bisa buat pudding kesukaanku dan aku makan sambil menangis. Hari ulang tahunku diakhiri dengan hati yang porak-poranda. Untung, itu hanya kesalahan sistem.

Survey lokasi untuk bahan skripsi.

Aku ingin mencari pekerjaan part time untuk menambah biaya uang saku. Aku tidak tahu kapan masa waktu pensiunan Ibu berhenti. Aku berusaha mencari pekerjaan part time sebagai barista atau ilustrasi vector. Namun masih belum ada panggilan, setelah beberapa kali mengirim CV dan surat lamaran. Belajar pakai make up juga biar tampilan menarik dan mulai menyusun portofolio-ku.

Aku cuma berharap untuk bisa segera lulus. Aku sulit berpikir kedepannya mau bagaimana, masih seperti yang dulu atau bagaimana. Yang pasti, untuk yang paling mendesak, aku harus segera lulus. Dalam nama Tuhan Yesus …

Yogyakarta, 7 Juli 2021
Brigitta Pramesthi Saraswati
Mahasiswa Program Studi Arsitektur UAJY Angkatan 2017
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA