KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Potret Pahlawan

Opini: Potret Pahlawan

Pahlawan menurut saya merupakan orang yang dapat memperjuangkan kemerdekaan. Kemerdekaan? Ya, saat zaman perang, memperjuangkan kemerdekaan bangsa dengan mengangkat senjata dan melawan prajurit musuh. Pada saat ini, pahlawan tidak lagi mengangkat senjata dan berperang melawan prajurit musuh. Siapa pun dapat menjadi pahlawan, pahlawan bagi orang-orang di sekitar kita. Bahkan jika belum bisa menjadi pahlawan yang dapat memperjuangkan kemerdekaan bagi orang-orang di sekitar kita, kita bisa menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri. Dengan menuntun diri kita sendiri agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang akan membuat kita “tidak merdeka” seperti kemalasan, foya-foya yang tidak berguna, dan hal-hal negatif lainnya. Bawa diri kita pada jalan yang akan membuat kita kelak menjadi pribadi yang “merdeka”.

Di samping itu, banyak sekali pahlawan yang ada dalam kehidupan kita. Menurut saya, pahlawan yang paling dekat adalah orang tua. Mereka yang mendampingi kita, yang membimbing kita kepada hal-hal yang baik. Tidak ada orang tua yang ingin menyesatkan atau menjerumuskan anaknya ke dalam hal-hal yang buruk. Dalam dunia pendidikan, para guru adalah pahlawan bagi murid-muridnya, yang pada awalnya para murid belum paham mengenai pengetahuan-pengetahuan yang ada. Melalui materi yang disampaikan para guru, wawasan para murid akan lebih terbuka. Contoh berikutnya adalah petani. Secara tidak langsung, petani-petani merupakan pahlawan bagi banyak orang. Merekalah yang membantu kita untuk “merdeka” dalam hal pangan. Tukang cukur menurut saya juga merupakan pahlawan, karena secara tidak langsung mereka membuat kita semakin percaya diri dan hal tersebut juga dapat diartikan “merdeka”, karena kita merasa percaya diri untuk tampil di tempat umum. Saya mengambil contoh-contoh yang random karena memang menurut saya semua orang dapat menjadi pahlawan bagi kita. Apa pun yang orang-orang lakukan, jika hal itu baik, mereka adalah pahlawan, baik bagi diri mereka sendiri dan orang lain.

Namun, pada zaman ini, banyak sekali tantangan untuk menjadi “pahlawan”. Ada banyak hal yang membuat kita tidak merdeka seperti misalnya kemalasan. Memang, bermalas-malasan adalah hal yang “nikmat”, lebih enak rebahan daripada kerja, lebih enak scrolling Instagram, TikTok, Twitter daripada belajar. Memang, istirahat itu perlu. Akan tetapi, semua memiliki porsinya, jangan sampai kita sendiri yang menuntun diri kita ke jalan yang justru tidak menjadikan kita sebagai “pahlawan” bahkan bagi diri kita sendiri.

Semoga kita semua dapat menjadi pahlawan bagi orang-orang di sekitar kita, dimulai dari menjadi pahlawan bagi diri kita terlebih dahulu.

Yogyakarta, 4 November 2021

Silvester Septian Geraldo
Mahasiswa Program Studi Arsitektur UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA