KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Berani Mengambil Keputusan

Opini: Berani Mengambil Keputusan

Pahlawan menurut saya merupakan orang yang dapat memperjuangkan kemerdekaan. Kemerdekaan? Ya, saat zaman perang, memperjuangkan kemerdekaan bangsa dengan mengangkat senjata dan melawan prajurit musuh. Pada saat ini, pahlawan tidak lagi mengangkat senjata dan berperang melawan prajurit musuh. Siapa pun dapat menjadi pahlawan, pahlawan bagi orang-orang di sekitar kita. Bahkan jika belum bisa menjadi pahlawan yang dapat memperjuangkan kemerdekaan bagi orang-orang di sekitar kita, kita bisa menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri. Dengan menuntun diri kita sendiri agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang akan membuat kita “tidak merdeka” seperti kemalasan, foya-foya yang tidak berguna, dan hal-hal negatif lainnya. Bawa diri kita pada jalan yang akan membuat kita kelak menjadi pribadi yang “merdeka”.

Di dalam hidup ada banyak keputusan yang mesti kita ambil. Kadang kita ragu mengambil keputusan karena kita tidak tahu bagaimanakah caranya mengambil keputusan dengan baik. Namun, adakalanya kita tidak mengambil keputusan karena kita takut. Alhasil, kita sering “ketinggalan kereta” alias kehilangan kesempatan baik karena lamban mengambil keputusan.

Bagaimanakah caranya untuk mengatasi ketakutan supaya kita berani mengambil keputusan?

1. Percayalah pada dirimu sendiri.

Menjadikan orang lain sebagai penentu keputusan, justru membuatmu merasa tak bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Jadi ketika keputusan itu salah, kamu tidak merasa sakit karena keputusan itu bukan kamu yang membuatnya, dan bisa melampiaskan emosi kepada orang lain. Stop melakukan hal itu. Percayalah pada dirimu sendiri. Jika keputusan itu salah, setidaknya kamu sendiri yang memilih dan menentukan. Jadikan dirimu sebagai pemimpin untuk diri sendiri. Dengan pemikiran matang sebelumnya, kamu pasti bisa membuat keputusan yang benar. Kamu jugalah yang akan merasa begitu puas.

2. Bersikaplah tegas.

Kalau kamu tidak mulai berinisiatif menentukan pilihan, hal ini hanya akan menahan diri kamu sendiri. Kamu akan kehilangan kesempatan-kesempatan baik di masa depan. Membuat diri tidak terbuka dalam perubahan akan mengurangi kualitas hidup berdasarkan yang kamu inginkan. Jangan sampai hal ini terjadi. Kamu akan terus beranjak dewasa dan banyak tantangan dalam hidup. Mulailah tegas dalam membuat sebuah keputusan.

3. Jangan mengelak dari kesalahan.

Ketika kamu salah dalam mengambil keputusan, jangan buat ini sebagai alasan untuk kamu yang tidak mau lagi menjadi seorang pemimpin. Jadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran. Jangan coba mengelak. Hal ini cuma akan buat kamu berkecil hati dan tak bisa menerima kenyataan, hingga akhirnya takut untuk membuat pilihan lagi ke depannya.

4. Seimbangkan perasaan dan logika.

Dalam membuat sebuah keputusan, kita cenderung memilih hal yang kita sukai saja. Memang tidak salah. Siapa juga yang tidak ingin hidup dengan hal yang kita senangi. Namun, ada batasan-batasan tertentu untuk hal tersebut. Pikirkan dulu, apakah dengan memilih hal yang kamu senangi ini akan memberikan dampak yang baik pula untukmu, atau malah sebaliknya? Keluar atau tidaknya kamu dari dalam zona nyaman, yang terpenting adalah bagaimana kamu menjalaninya secara bijaksana.

5. Tak perlu takut dengan hal baru.

Tak perlu takut memilih hal baru dalam hidupmu. Jangan cuma karena takut, kamu tidak jadi memilih yang sebenarnya memberikan banyak keuntungan. Tidak ada salahnya memilih hal yang kamu takuti bila itu pilihan terbaik untukmu. Saat keputusan itu telah dijalani, kamu juga yang akan merasakan manfaatnya.

Yogyakarta, 11 November 2021

Elvania Jeannette Wibowo
Mahasiswa Program Studi Manajemen UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Arek Socha from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA