KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Sukacita Natal dan Kemuliaan Tuhan

Lentera Atma: Sukacita Natal dan Kemuliaan Tuhan

Bulan Desember adalah penutup dari perjalanan satu tahun yang sudah kita lalui. Bulan yang penuh kesempatan untuk merefleksikan dan mengevaluasi diri setelah menjalani berbagai macam pengalaman suka dan duka selama satu tahun yang cukup panjang. Bagi umat Kristiani, Desember adalah bulan sukacita, yang dibuka dengan Minggu Adven selama 4 minggu, nama Adven diambil dari kata Latin Adventus yang artinya adalah “Kedatangan”. Empat Minggu Adven memiliki makna masing-masing yaitu harapan, kesetiaan dan cinta, sukacita, dan perdamaian yang dilambangkan dengan lilin Adven.

Minggu adven menjadi pekan bagi umat Kristiani dalam mempersiapkan peringatan kedatangan Yesus Kristus. Tepatnya pada tanggal 25 Desember, umat Kristiani tentunya sangat bergembira menyambut dan merayakan Natal, berbahagia dapat berkumpul dengan keluarga, melaksanakan ibadah bersama, ataupun menikmati liburan bersama yang sudah dinanti dan dipersiapkan dengan sukacita. Namun, di tahun 2021 ini menjadi tahun kedua kita merayakan Natal di tengah pandemi COVID-19, sehingga perayaan natal tidak berjalan seperti dahulu kala. Tak menurunkan semangat dan dengan penuh sukacita, Natal tahun ini akan selalu tetap membawa kebahagiaan, dengan tema nasional perayaan Natal 2021 yaitu “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan”.

Berdasarkan tema yang telah diperkenalkan kepada kita, perayaan Natal kali ini menjadi penuh refleksi dan permenungan. Mengingat dari perubahan yang kita rasakan beberapa tahun lalu, Natal selalu identik dengan misa besar, berkumpul bersama dan beramai-ramai memuji dan memuliakan Tuhan dengan kemegahan. Tetapi karena pandemi, kita diajak untuk merayakannya sendirian di rumah, bersama keluarga kecil kita. Hal ini bisa saja menjadikan loyo semangat Natal kita. Kedatangan Yesus Kristus seharusnya sudah menjadi simbol semangat dan sukacita, tanpa syarat apa pun. Dan hal ini menjadi permenungan bagi kita selama ini, berkaitan dengan tema Natal kita, apakah kita sudah menjalin persaudaraan dengan sesama kita dengan penuh kasih, kepada tetangga, teman, orang-orang yang membenci kita, bahkan di keluarga kecil kita sendiri? Apakah kita sudah memperhatikan sesama kita yang membutuhkan? Apakah kita sudah menjadi pengikut Kristus yang memberi kasih tanpa memandang siapa dia? Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menjalin persaudaraan kembali, dimulai dari lingkungan yang kecil, dari yang biasanya kita jauh, menjadi didekatkan. Dan sukacita itu tidak akan pernah meninggalkan kita, karena Tuhan Yesus tidak meninggalkan kita. Kehadiran Tuhan Yesus, khususnya peringatan hari raya Natal adalah kesempatan dan sukacita kita terhadap cinta kasih persaudaraan.

Dengan hati yang bijaksana dan cinta kasih, kita semakin mantap untuk menyambut kedatangan Kristus. Karena Natal bukan hanya sekadar mempersiapkan jiwa, tapi hati dan pikiran, perkataan, perbuatan kita juga menjadi salah satu hal penting untuk menyambut kedatangan-Nya. Jika hati dan jiwa kita telah siap, kita dapat memuliakan-Nya di hari di mana Tuhan akan datang.

Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Lukas 2:14)

Selamat Natal 2021 dan menyambut Tahun Baru 2022. Semoga damai dan suka cita Natal hadir di tengah-tengah Keluarga kita.

Sumber gambar: https://pgi.or.id/wp-content/uploads/2021/12/PESAN-NATAL-PGI-KWI-2021.pdf

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA