KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Kesehatan Mental Bukan Aib!

Opini: Kesehatan Mental Bukan Aib!

Mental adalah hal-hal yang berkaitan dengan batin dan watak manusia. Dengan kata lain, kesehatan mental adalah kondisi ketika batin dan watak manusia dalam keadaan normal, tenteram, dan tenang, sehingga dapat menjalankan aktivitasnya secara produktif dan menikmati kehidupan sehari-hari. Kesehatan mental ini menjadi salah satu hal penting yang harus dijaga agar tetap dalam keadaan sehat layaknya kesehatan jasmani kita. Lalu, mengapa kesehatan mental penting untuk dijaga?

Kesehatan mental berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berpikir, merasa, bertindak, serta membuat keputusan, juga bagaimana seseorang menangani stres dan berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, seseorang yang sehat secara mental dapat beraktivitas dengan produktif dan menggunakan potensi yang dimilikinya dengan maksimal. Tak hanya itu, mereka juga mampu berpikir secara jernih dan positif sehingga ketika menghadapi masalah mereka mampu menemukan solusi atau jawaban untuk permasalahan tersebut. Hal tersebut merupakan dampak yang bisa seseorang rasakan untuk dirinya sendiri ketika mereka sehat secara mental namun rupanya dampak ini juga dapat dirasakan oleh orang sekitarnya. Orang dengan mental yang sehat akan dapat berkomunikasi lebih baik, mudah bergaul, dan memiliki pertemanan yang sehat. Bahkan, mereka juga lebih mampu memberikan kontribusi yang baik pada komunitas atau orang-orang di sekitarnya.

Melihat bahwa kesehatan mental ini tak kalah penting dari kesehatan jasmani, maka seharusnya hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan mental tidak menjadi sebuah aib atau hal yang tabu atau memalukan untuk dibicarakan. Namun sayangnya, di Indonesia kesehatan mental masih dianggap sebagai suatu aib dan tidak penting untuk dibahas. Masih banyak orang yang berpikir bahwa kesehatan mental itu tidak penting, mereka yang sakit mentalnya adalah mereka yang terlalu mudah baper atau terlalu over dalam menanggapi suatu masalah. Seperti yang kita ketahui bahwa tiap orang punya ketahanan fisik yang berbeda-beda dan hal ini pun berlaku sama terhadap kesehatan mental. Bahkan tak jarang mereka yang merasa memiliki gangguan mental dianggap sebagai orang yang tidak waras, harus diasingkan, tidak punya agama, dan masih banyak stigma negatif lainnya yang justru semakin memperparah kondisi pasien atau mereka yang sedang mengalami gangguan mental. Padahal, seharusnya kita bisa menjadi pendengar yang baik untuk mereka yang saat ini sedang terganggu mentalnya dan butuh sandaran dan telinga yang mau menerima dan mendengarkan keluh kesah mereka.

Untuk itu, mulai dari sekarang tiap orang harus mulai menyadari bahwa kesehatan mental itu bukan hal nomor dua dalam kehidupan kita. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan jasmani. Jika setiap orang paham dengan pentingnya kesehatan mental ini, maka stigma negatif terkait dengan gangguan mental ini bisa diminimalisir sehingga setiap orang pun bisa saling membantu untuk meringankan beban yang selama ini mengganggu mental kita. Selain itu, angka kematian yang disebabkan oleh gangguan mental tersebut bisa ditekan jika semua orang mau menjaga kesehatan mentalnya. Luka yang tidak segera disembuhkan akan semakin parah, bahkan bisa infeksi. Dan jika infeksi pun sudah parah, bisa saja kemudian berubah menjadi penyakit dan menular ke orang lain. Hal ini pun sama dengan kesehatan mental. Permasalahan atau luka di masa lalu yang belum sembuh dapat menjadikan mental kita terganggu. Apabila hal ini terus berlanjut, maka akan tertular ke orang sekitar kita. Dan yang paling punya kemungkinan besar tertular adalah keturunan kita. Oleh karena itu, jangan merasa malu jika memang merasa ada yang salah dengan mental kita. Segera sempatkan diri untuk melakukan konsultasi ke pihak yang ahli terkait dengan psikologi atau bisa juga melakukan healing secara mandiri. Dengan begitu, beban pun menjadi lebih ringan dan kesehatan mental bisa terus terjaga kesehatannya.

Makassar, 16 Desember 2021

Patricia Devita Samara
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2019
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Wokandapix from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA