KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Berbagi kepada Sesama, Begitu Sulitkah?

Lentera Atma: Berbagi kepada Sesama, Begitu Sulitkah?

Berbagi kepada sesama … sebuah tindakan yang kadang mudah diucapkan tetapi tidak mudah dilaksanakan. Ada saja halangan yang muncul pada saat kita mempunyai keinginan untuk berbagi. Mulai dari kebutuhan pribadi, kebutuhan keluarga, maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya yang semuanya mendesak. Niat untuk berbagi akhirnya batal. Tentu saja kita selalu punya alasan yang membenarkan tindakan kita untuk membatalkan/menunda niat berbagi tersebut. “Aah … masih ada kesempatan lain … nunggu gajian bulan depan saja dech baru berbagi. Sekarang masih banyak kebutuhan ….” Ada beribu-ribu alasan yang bisa kita berikan.

Kadang kala, sebuah nilai rupiah … katakanlah lima puluh ribu rupiah, terasa begitu besar nilainya pada saat harus disumbangkan di gereja (koleksi), di masjid (infaq), atau diberikan kepada sesama yang membutuhkan. Akan tetapi, nilai tersebut begitu kecilnya saat kita belanjakan di supermarket, di rumah makan, atau di café. Mengapa demikian?

Berbagi tidak perlu menunggu kita kaya dulu, punya simpanan uang banyak di bank, menduduki jabatan tinggi dengan gaji besar, atau lainnya. Berbagi bisa kita lakukan mulai dari sekarang … ya … sekarang! Jika kita belum bisa berbagi dalam jumlah besar, tidak masalah … kita bisa mulai dari jumlah yang kecil. Bukankah Tuhan Yesus sudah mengajarkan kepada kita tentang berbagi melalui perumpamaan tentang Persembahan Seorang Janda Miskin (Markus 12:41-44, Lukas 21:1-4). Berapa pun nilai yang kita bagikan, asalkan semua diberikan dengan penuh keikhlasan, semua akan diterima dengan suka cita dan akan sangat berarti bagi sesama yang membutuhkan.

Mari kita belajar berbagi mulai dari nilai yang kecil semampu kita dengan penuh keikhlasan dan sukacita.

Image by Shameer Pk from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA