KAMAJAYA Scholarship / Coretan Mahasiswa  / Coretan Mahasiswa: #BreakTheBias

Coretan Mahasiswa: #BreakTheBias

Ketika mendengar kata “perempuan”, apa yang terlintas di benak pembaca? Apakah seseorang dengan rambut pajang terjuntai memakai gaun motif bunga yang sudut bibirnya terangkat manis dan lembut? Atau seseorang dengan kebaya yang rambutnya disanggul? Atau bahkan sosok yang memakai baju rumah ala kadarnya dengan rambut yang terikat berantakan dan selalu menyiapkan sarapan? Apa pun dan siapa pun yang terlintas, tentu mereka memiliki arti yang penting dalam hidup kita, entah sebagai ibu, kakak, adik, nenek, atau bahkan pasangan hidup.

Namun, bias pada perempuan masih saja hadir menjadi masalah yang menghambat para perempuan untuk berkembang. Seperti perempuan yang tidak diberi kesempatan untuk berpendapat, kesenjangan gaji di tempat kerja, stereotip tentang selalu mengedepankan perasaannya, bahkan sampai kepada pelecehan seksual. Padahal sejak dahulu, sudah banyak gerakan dan organisasi yang didirikan untuk mengupayakan dan memperjuangkan hak-hak perempuan. Pada tahun 1900-an, R.A. Kartini yang merupakan pelopor pergerakan nasional yang berjuang agar perempuan juga bisa mengenyam pendidikan yang sama dengan laki-laki. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya, bermunculan organisasi-organisasi perempuan seperti Poetri Mardika (1912), Pawijitan Wanita (1915), Wanita Susilo (1918), Gerakan Wanita Indonesia (1950), dan banyak gerakan lainnya.

Sekarang, sudah saatnya kita untuk #BreakTheBias. Tidak hanya melalui organisasi ataupun gerakan yang ada, tetapi mulai dari diri kita sendiri untuk selalu melihat semuanya sama. Melihat bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama. Memahami bahwa perbedaan yang ada bukanlah sebuah masalah, melainkan menjadi sebuah keberagaman menuju keadaan yang adil, inklusif, dan bebas dari bias.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA