KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Berani Berbeda

Opini: Berani Berbeda

Ketika bersosialisasi, kita lebih mudah akrab dengan orang yang memiliki kesamaan dengan kita. Misalnya orang dari daerah yang sama, atau memiliki hobi yang sama. Dengan memiliki kesamaan, kita merasa ada keakraban tersendiri dengan orang tersebut.

Setiap orang tumbuh besar di lingkungan yang berbeda-beda, dengan daerah yang berbeda, keluarga yang berbeda, dan lingkup pertemanan yang berbeda. Selain lingkungan, kita juga memiliki kesukaan dan sifat yang berbeda. Hal ini menyebabkan setiap manusia unik.

Namun kadang dalam hidup bersosialisasi, kita takut menjadi berbeda dan lebih ingin menjadi sama dengan orang lain, hal yang sudah lazim di lingkungan tersebut. Mungkin kita takut dipandang aneh atau dikucilkan. Terkadang sulit untuk mengerti pembahasan yang dibicarakan dalam suatu lingkup sosial ketika kita menjadi orang yang paling berbeda dari yang lainnya. Sehingga kita akhirnya menyesuaikan diri agar terlihat lebih normal dan mudah diterima.

Hal ini juga berlaku dalam hal berpendapat. Kita pasti memiliki pendapat hasil pemikiran kita masing-masing. Tidak jarang kita memiliki pendapat yang berbeda bahkan bertentangan. Jika kita takut menjadi beda dalam berpendapat, pada akhirnya kita malah akan mempertanyakan apakah pendapat kita sendiri benar. Hingga kita memilih untuk memendam pendapat kita dan mengikuti pendapat lain yang telah disetujui banyak orang. Padahal belum tentu pendapat kita salah atau tidak diterima.

Terlalu berusaha menjadi sama dengan orang lain malah membuat kita kehilangan pendirian kita sendiri. Kita mengikuti suara mayoritas seakan-akan itu benar, padahal belum tentu demikian. Menjadi sama belum tentu benar dan sebaliknya, berbeda bukan berarti salah. Terkadang kita memang perlu mengikuti apa yang sudah lazim dilakukan, seperti adat pada suatu tempat. Namun kita tetap mempunyai batasan, jangan sampai kita membuang pendirian kita hanya agar bisa bersikap sama dengan orang lain.

Manusia memang lebih cepat akrab dengan orang lain yang memiliki kesamaan. Walau sebenarnya setiap manusia unik, berbeda satu dengan yang lainnya. Dalam bersosialisasi, kita takut untuk menjadi beda, takut dikucilkan, atau dipandang aneh oleh orang lain dalam lingkungan sosial kita. Karena itu, kita berusaha untuk menyesuaikan diri agar terlihat lebih sama atau lebih normal. Namun jika terlalu berusaha untuk menjadi sama, kita malah akan kehilangan pendirian dan jati diri kita. Kita sekedar menjadi seorang pribadi yang hanya ikut-ikutan. Menyesuaikan diri memang bagus. Akan tetapi, kita masih memerlukan batasan sehingga kita tetap bisa menjadi diri sendiri.

Gianyar, 1 April 2022

Gde Rama Vedanta Yudhistira
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Gerd Altmann from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA