KAMAJAYA Scholarship / Coretan Mahasiswa  / Coretan Mahasiswa: Mengapa Tuhan Mati?

Coretan Mahasiswa: Mengapa Tuhan Mati?

Paskah menjadi serangkaian kegiatan peringatan akan kematian sekaligus kebangkitan Yesus. Tentu, ketika saat ini kita memperingatinya, kita merayakannya dengan sukacita penuh. Karena sebagai orang yang percaya bahwa Yesus adalah juru selamat, kematian-Nya adalah sebuah kematian pengganti dan menjadi penebusan atas hidup kita. Tentunya karena kasih karunia Allah sajalah hidup kita dijamin.

Namun, saya tidak bisa membayangkan jika hidup pada masa itu. Mungkin saja saya akan meragukannya, Petrus seorang murid-Nya saja menyangkalnya sampai tiga kali. Belum lagi kematian-Nya, bagaimana sosok yang mengaku Anak Allah dan sudah ada sebelum Abraham ada bisa mati? Apakah kematian-Nya merupakan sebuah keterdesakan atas ketidakmampuan-Nya membebaskan diri dari segala tuduhan yang dijatuhkan? Ataukah dia tidak bisa melepaskan diri-Nya begitu saja dari salib, bukankah Ia Tuhan?

Ya, rupanya kematian-Nya bukanlah kematian yang terjadi pada kebanyakan orang. Pada hari yang ketiga, Yesus bangkit. Hal ini menjadi bukti bahwa Ia berkuasa atas maut. Lantas kenapa harus mati? Karena tidak ada hal lain yang dapat dijadikan sebuah penebusan selain kematian.

Image by Pete Linforth from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA