KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Bangkit Kembali

Opini: Bangkit Kembali

Tanggal 17 April 2022 diperingati sebagai Hari Paskah. Paskah merupakan hari raya umat Kristiani yang dirayakan setiap hari Minggu pertama setelah bulan purnama titik balik musim semi. Paskah merupakan perayaan kebangkitan Yesus Kristus setelah disalib. Paskah dirayakan tiga hari setelah Hari Jumat Agung, yaitu hari ketika Yesus disalib. Wafatnya Yesus di kayu salib merupakan pengorbanan-Nya demi menebus dosa umat manusia. Sedangkan kebangkitan Yesus memberikan harapan kepada umatnya yang percaya kepadanya.

Di akhir tahun 2019, terjadi wabah penyakit COVID-19 yang menyebar ke seluruh dunia, hingga masuk ke Indonesia. Wabah ini menyebabkan dampak yang besar bagi kehidupan manusia. Korban yang berjatuhan terhitung mencapai ratusan juta jiwa, dengan ribuan korban per harinya. Orang-orang menjadi panik hingga takut untuk keluar. Lembaga pendidikan dari TK hingga kuliah menghentikan pembelajaran tatap muka. Ekonomi pun semakin melemah. Sektor pariwisata terancam karena tak ada pengunjung yang datang untuk berlibur. Banyak kantor yang tidak dapat menggaji karyawan karena kurangnya pemasukan. Kita telah mengalami beberapa tahun belakangan ini dengan penuh perjuangan.

Namun, kita tidak tinggal diam begitu saja. Demi menghentikan pandemi ini, kita melakukan berbagai upaya. Kita keluar dengan menggunakan masker, menyemprotkan sanitizer ke berbagai tempat, dan menjaga jarak satu sama lain. Lembaga pendidikan melaksanakan pembelajaran daring sebagai ganti pertemuan tatap muka. Meski tidak seefektif pembelajaran luring, tetapi cukup untuk menjadi pengganti. Orang-orang memulai bisnis online sebagai sumber pemasukan. Usaha ini membuahkan hasil, angka penyebaran mulai menurun. Daerah-daerah dengan zona merah mulai berkurang. Pertemuan tatap muka pun mulai dilakukan. Perlahan kita mulai bangkit dari situasi terpuruk karena pandemi.

Ketika disalib, Yesus berkorban demi menebus dosa umat manusia. Untuk bisa bangkit, terkadang memang ada yang harus dikorbankan. Di balik angka kematian COVID-19 yang berkurang, ada tenaga medis yang bertaruh nyawa demi menyelamatkan pasien-pasien. Banyak usaha yang akhirnya bangkrut karena kurangnya pemasukan. Kita mengorbankan kebebasan kita untuk pergi ke luar untuk memutus rantai penyebaran virus. Ada orang-orang yang mengorbankan sebagian kekayaannya demi membagikan makanan gratis kepada yang membutuhkan. Semua pengorbanan ini mendukung bangkitnya kita dari masa terpuruk.

Selamat Hari Raya Paskah bagi yang merayakan. Semoga Kebangkitan Yesus memberikan harapan kepada kita. Mau betapa sulitnya cobaan yang kita hadapi, betapa sakitnya penderitaan kita saat ini, selama kita bersatu dan saling percaya, kita pasti bisa bangkit kembali. Terkadang memang ada yang harus kita korbankan untuk bisa bangkit. Namun, pengorbanan tersebut tidak akan sia-sia, karena pengorbanan tersebutlah yang mendukung kita untuk bangkit.

Gianyar, 14 April 2022

Gde Rama Vedanta Yudhistira
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Sasin Tipchai from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA