KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Terima Kasih KAMAJAYA Scholarship

Kisah Penerima Beasiswa: Terima Kasih KAMAJAYA Scholarship

Saya bersyukur dengan semua perjalanan hidup yang sudah saya lalui. Perjalanan yang membuat saya kuat, yang memampukan saya untuk bangkit kembali setelah banyaknya kegagagalan yang saya alami. Ketika Semester 5, saya sudah berencana untuk menyelesaikan masa studi dalam waktu 7 semester saja. Oleh karena itu, beberapa mata kuliah Semester 7 saya ambil di Semester 5 dan 6 supaya nantinya Semester 7 saya bisa fokus skripsi sekaligus KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Di Semester 6, dengan semangat saya mengambil kelas seminar proposal yang mana seharusnya kelas tersebut di Semester 7. Banyak kendala saat mengambil kelas seminar proposal. Di awal Semester 6, saya berada di pulau terpencil yang ada di Maluku Utara, jauh dari jaringan karena mengikuti program pengabdian masyarakat. Puji Tuhan, setelah saya kembali ke Jogja saya mengikuti perkuliahan dengan baik. Ketinggalan pelajaran selama berada di luar Jogja bisa diatasi dengan langsung bertanya ke teman-teman yang satu kelas dengan saya. Saya bersyukur memiliki teman-teman yang selalu mendukung saya.

Awalnya, saya mengira akan mengulang kelas seminar proposal di Semester 7 nanti. Akan tetapi ketika hasil nilai UAS keluar, saya melihat nilai yang saya dapatkan memuaskan. Jadi, saya bisa melanjutkan skripsi di Semester 7. Awal di Semester 7, saya sempat mempertimbangkan untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu skripsi atau saya mengulang beberapa mata kuliah supaya nantinya saya lulus dengan nilai memuaskan predikat cum laude. Namun setelah saya pertimbangkan berulang-ulang terkait biaya yang diperlukan selama satu semester kemudian waktu yang dibutuhkan mengulang tidak sebentar juga, maka saya memutuskan untuk melanjutkan ke tahap skripsi supaya saya segera menyelesaikan studi kemudian bisa bekerja membantu perekonomian keluarga.

Di semester 7, yang saya mengira bahwa perjalanan satu semester ini tidak akan sesibuk semester sebelumnya (yang mengambil 24 SKS), tapi ternyata semua itu di luar dugaan saya. Awalnya saya sempat stres karena sulit membagi waktu pengerjaan skripsi dan tugas-tugas KKN. KKN diadakan secara daring, namun tugas yang diberikan sangat banyak. Tuntutan kampus cukup tinggi, apalagi jika dibarengi dengan skripsi rasanya terlalu berat. Masa pengerjaan tugas-tugas KKN diberikan sejak bulan September hingga Desember 2021. Puji Tuhan, saya bisa menyelesaikan dan mendapat persetujuan (ACC) dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di awal bulan November 2021, tepatnya satu bulan sebelum deadline saya mengupload ke situs KKN.

Setelah saya menyelesaikan semua tugas KKN, saya langsung berpindah fokus untuk mengejar skripsi, saya berencana untuk bisa pendadaran di bulan Januari 2022. Sejak September 2021, saya sudah memulai bimbingan skripsi bersama dosen pembimbing saya. Bulan September dan Oktober 2021, saya tidak rutin mengerjakannya karena fokus saya terbagi ke tugas-tugas KKN. Setelah saya mendapat ACC dari DPL KKN, sejak bulan November 2021 saya rajin mengerjakan skripsi kemudian di awal Desember 2022 saya mengajukan kolokium. Tidak berlangsung lama, dalam waktu 7 hari kolokium saya di-ACC oleh Kepala Program Studi. Puji Tuhan, penelitian saya diterima dan bisa melanjutkan pada bab selanjutnya.

Di bulan Desember 2021 hingga pertengahan Januari 2022, saya menyelesaikan skripsi hingga Bab 5 (penutup). Awalnya, saya bersikeras untuk segera maju pendadaran di bulan Februari 2022. Namun, saya belum mendapat ACC dari dosen pembimbing. Oleh karena itu, saya belum bisa mendaftar untuk pendadaran di bulan Januari 2022. Pada tanggal 16 Februari 2022, tepat pukul 08.00 WIB, saya mendapat ACC dari dosen pembimbing saya, yang mana tanggal 16 tersebut merupakan hari terakhir pendaftaran pendadaran. Puji Tuhan, saya sudah menyiapkan semua berkas yang diperlukan. Pagi itu juga saya langsung mendaftar secara online, supaya saya bisa maju pendadaran di bulan Maret 2022.

Singkat cerita saya mengikuti ujian pendadaran secara daring, dikarenakan saat itu COVID-19 sedang meningkat. Saya berhasil mengikuti ujian pendadaran dengan baik dan dinyatakan lulus dengan revisi. Setelah menyelesaikan ujian pendadaran, saya bersiap untuk menyelesaikan revisi agar tidak terlalu lama masa studi saya, karena sudah mundur dari jadwal yang saya rencanakan.

Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus karena telah memimpin langkah saya untuk bisa sampai di titik ini. Banyak kesulitan khususnya masalah ekonomi yang dihadapi oleh keluarga saya. Melalui uluran tangan para donatur KAMAJAYA Scholarship, saya bisa menyelesaikan studi dengan baik.

Saya mewakili kedua orang tua saya mengucapkan terima kasih banyak kepada alumni, pengurus, dan donatur KAMAJAYA Scholarship karena telah membantu saya dalam biaya pendidikan selama perkuliahan dan juga para konselor KAMAJAYA Scholarship yang telah membantu saya dalam memberikan bimbingan konseling di setiap semester. KAMAJAYA Scholarship merupakan bagian penting dari perjalanan hidup saya di bangku perkuliahan.

Yogyakarta, 21 April 2022

Threesya Siburian
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan UAJY Angkatan 2018
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-4

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA