KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2021/2022  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Anindhya Laksmi Fajarasti

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Anindhya Laksmi Fajarasti

Anindhya Laksmi Fajarasti

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

31 Mei 1999

Daerah Istimewa Yogyakarta

Fakultas Bisnis dan Ekonomika Prodi Manajemen semester 4 (Mei 2022)

Anindhya Laksmi Fajarasti

Mahasiswi Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY Prodi Manajemen

Kesempatan

Saya Anindhya Laksmi Fajarasti, teman-teman biasa memanggil saya Anin. Lahir di Yogyakarta dan sekarang menginjak usia 23 tahun, tinggal di Yogyakarta. Saya tinggal bersama eyang putri dan mama saya. Papa saya meninggalkan keluarga sejak kakak laki-laki tertua saya dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya memiliki saudara perempuan yang sekarang sudah memiliki keluarga sendiri dan tidak tinggal bersama dengan saya. Ketika saya lahir, saya belum sempat melihat kakak laki-laki saya sampai dengan umur saya sekarang ini.

Papa saya adalah seorang polisi yang bekerja di Jakarta. Menurut saya, Papa tidak bertanggung jawab ketika meninggalkan keluarganya saat kakak saya berumur 8 tahun. Ia melepas tanggung jawab sebagai seorang ayah. Saya hanya mengetahui jika papa saya tidak ingin lagi mengurusi keluarganya dan ia sudah memiliki keluarga baru yang lebih ia pilih.

Di situasi seperti ini sejak saya lahir, mama saya sudah mengalami depresi mental karena perlakuan ayah saya sehingga eyang kakung dan eyang putri yang merawat saya serta mengurusi dan mencukupi kebutuhan keluarga. Eyang kakung sudah dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa saat saya duduk di kelas 1 SMA. Sejak saat itu seiring berjalannya waktu, Pakde (kakak laki-laki Mama) yang mengambil peran dalam keluarga kami sebagai tulang punggung. Sejak kecil, kakak dan saya diurus oleh Pakde dan sampai sekarang.

Ketika saya duduk di bangku SD dan SMP, Eyang Kakung yang membiayai segala kebutuhan hidup kami sekeluarga. Saya bersekolah di SD Negeri Babarsari dan SMP Budi Mulia Dua. eyang saya memberikan semua yang terbaik pada saat itu untuk saya dan keluarga. Setelah Eyang Kakung mengalami sakit stroke dan telah berpulang ke Tuhan Yang Maha Kuasa pada saat saya duduk di kelas 1 di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, Pakde yang membantu serta mengatur semua perekonomian di keluarga.

Kesempatan memiliki sosok seorang ayah hanya saya dapatkan di dalam diri Eyang Kakung dan Pakde. Sehingga ketika Eyang Kakung dipanggil Tuhan, saya merasa bingung. Akan tetapi, Pakde mengatakan bahwa dia yang akan berusaha mengatur dan menjalankan semuanya.

Pakde adalah seorang wiraswasta yang hanya memiliki 3 kamar untuk disewakan sebagai kos-kosan. Pakde juga berusaha sejak lama mencari pengobatan untuk Mama, bolak-balik ke rumah sakit untuk bisa membuat Mama sehat akal pikirannya lagi. Namun sekarang, sejak semakin banyak pembatasan kegiatan masyarakat, Pakde memilih untuk merawat Mama di rumah saja.

Ketika pandemi COVID-19 ini merebak, beberapa penyewa kamar kos memberhentikan sewanya. Dengan demikian, penghasilan Pakde hanya bergantung pada satu warung yang disewakan di depan rumah Pakde. Selama pandemi ini juga, saya membantu Pakde untuk mencukupi biaya kebutuhan sehari-hari dengan bekerja part time di salah satu coffee shop di daerah Pogung, Yogyakarta. Gaji yang saya dapatkan bisa untuk mencukupi sebagian kebutuhan sehari-hari, sehingga ketika Pakde sama sekali tidak punya uang, saya masih punya sedikit uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Kesempatan untuk dapat tetap kuliah dan bekerja adalah salah satu motivasi saya untuk tetap menjaga nilai akademik agar sesuai dengan target yang ingin saya capai. Kemudian sejak Semester 1, Pakde sudah berusaha mencari peluang lain untuk membayar biaya kuliah saya dan mendapatkan kabar mengenai Beasiswa KAMAJAYA. Dengan adanya kabar mengenai Beasiswa KAMAJAYA, kemudian saya berusaha untuk belajar lebih giat saat perkuliahan online ini, sehingga dapat memenuhi persyaratan untuk mendaftar Beasiswa KAMAJAYA. Ketika bekerja dan di tempat bekerja saya, pemiliknya sangat baik. Beliau memberikan bantuan dengan memberikan izin untuk menggunakan fasilitas coffee shop seperti WiFi dan printer sehingga saya tetap dapat mengerjakan dan mengumpulkan tugas-tugas mata kuliah. Dengan cara demikian, saya bisa menjaga nilai mata kuliah agar tetap bagus dengan IPK di atas 3,50.

Ketika Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa KAMAJAYA Periode TA. 2021/2022, saya sangat bersyukur serta berterima kasih karena diberi kesempatan untuk menjadi Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan V. Ke depannya, saya harus menjadi pribadi yang lebih lagi dalam bersyukur dan tidak cepat senang atas capaian yang didapatkan, karena semua hasil baik membutuhkan kesabaran dan ketekunan serta rasa bersyukur yang harus terus melekat dalam setiap kegiatan yang saya lakukan.

Sudah hampir 1 tahun, saya bekerja sebagai part time server di tempat saya bekerja. Ada keinginan besar saya untuk dapat mengimplementasikan setiap detail kegiatan bekerja yang sehat suatu hari nanti, jika mendapat kesempatan menjadi seorang pemilik sebuah coffee shop. Ini adalah keinginan kecil saya ke depannya, sehingga mendorong saya lebih giat dalam belajar dan haus akan materi perkuliahan di Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Akan tetapi terlebih dari itu, keseimbangan saat saya bekerja sama dengan orang lain dalam 1 tim untuk dapat mencapai target terlebih dahulu, menjadi sarana belajar saya untuk mematangkan kepribadian dan keterampilan saya. Setiap kegiatan yang saya lakukan (bekerja part time, kuliah, kegiatan sosial kemasyarakatan) akan semakin membentuk dan mendewasakan kepribadian saya.

Ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilakukan kembali 1 minggu, saya dirumahkan untuk menekan kenaikan kasus COVID-19, saya dengan berat hati harus beraktivitas di rumah seraya menunggu kabar baik. Pakde juga menyempatkan untuk membeli keperluan untuk bekerja di rumah (#WFH). Ada berita baik ketika itu, yaitu saya diperbolehkan untuk naik pangkat menjadi barista karena dinilai sudah mampu membuat minuman secara mandiri.

Saya sangat bersyukur dan sangat berterima kasih karena sudah diterima menjadi bagian dari keluarga Beasiswa KAMAJAYA. Ini adalah salah satu cara untuk meringankan beban Pakde dalam mengatur perekonomian keluarga. Menjadi salah seorang Penerima Beasiswa KAMAJAYA juga semakin memotivasi saya untuk dapat terus belajar dengan lebih giat dan mempertahankan nilai yang telah saya dapat dengan semaksimal mungkin. Beasiswa KAMAJAYA telah memberikan kesempatan baru kepada saya untuk meraih impian dan harapan saya akan masa depan yang cerah.

Foto saat saya dan rekan kerja di Relasi menjadi ucapan Idulfitri.
Saat saya bekerja membantu menjadi kasir.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA