KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Saksi dalam Semua Tindakan

Lentera Atma: Saksi dalam Semua Tindakan

Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Rasul 1:10-11)

Suatu kejadian akan menjadi pengingat bagi kita. Sebagai umat, selalu ada rasa tenang dan rasa takut saat setiap manusia menuju titik yaitu kematian. Dalam peringatan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, kita juga diingatkan bahwa di dalam Tuhan Yesus ada pengharapan. Yang sakit disembuhkan, yang terpuruk dibangkitkan, jalan yang buntu dibukakan, keluarga yang berantakan dipulihkan, usaha, pekerjaan, serta pembelajaran diberkati oleh-Nya. Ketika kita melihat diri kita kurang mampu dalam memenuhi ekspektasi dunia, ingatlah dalam perjuangan-Nya, kekuatan-Nya serta iman teguh-Nya. Pesan yang disampaikan-Nya dalam firman-firman-Nya, membuat kita bangkit dari keterpurukan. Bukan dengan kehampaan serta kesengsaraan yang terus-menerus di belakang, tetapi penting untuk disadari bahwa kesaksian kita tentang Kristus itu menyangkut seluruh diri kita dan berkaitan dengan cara hidup kita setiap hari.

Sebagai umat dan manusia yang cenderung mementingkan ego, kita sekaligus bisa mencari ilham dari kejadian tersebut, yaitu suatu keseimbangan. Ketika kita sudah dapat mencerna, mengulik serta meresapi makna hari Kenaikan-Nya, peristiwa kenaikan juga menegaskan hal penting bahwa Yesus secara fisik tidak lagi hadir bersama para murid-Nya. Dan apakah itu berarti bahwa Yesus meninggalkan para murid sendirian? Sama sekali tidak. Dalam amanat agung perpisahan-Nya, ia telah menegaskan, “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Matius 28:20). Ia tetap hadir menyertai perutusan para murid-Nya walau tanpa kehadiran fisik. Roh Kuduslah (Roh yang berasal dari Bapa dan Putra) yang hadir dan menjiwai perutusan para murid.

Semoga kita senantiasa menjalankan perutusan tersebut, menyampaikan kabar baik kepada sesama dan saling mengasihi.

Image by Pete Linforth from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA