KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Perfeksionisme dalam Pekerjaan

Opini: Perfeksionisme dalam Pekerjaan

Perfeksionis adalah seseorang yang menuntut agar semua yang dikerjakannya membuahkan hasil yang baik atau sempurna. Seorang perfeksionis mempunyai standar yang tinggi terhadap dirinya atau orang lain. Sehingga, ia selalu menaruh target yang tinggi dan berusaha mencapai target tersebut. Jika tidak berhasil, ia akan merasa gagal atau kesal hingga tertekan. Jadi, apakah sebenarnya perfeksionis itu buruk?  

Perfeksionisme tidak selalu buruk. Terdapat 2 tipe perfeksionis, yaitu perfeksionis maladaptif dan adaptif. Perfeksionis adaptif merupakan jenis perfeksionis yang lebih sehat. Meskipun memiliki standar yang tinggi, perfeksionis adaptif tidak terlalu tertekan ketika gagal memenuhinya. Berbeda dengan perfeksionis maladaptif, mereka akan merasa takut dan tertekan ketika hasil tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Hal ini bisa mempengaruhi kinerja seorang perfeksionis maladaptif dalam pekerjakan.

Perfeksionis memikirkan bagaimana segala sesuatu harus sempurna. Akibatnya, segala hal termasuk yang kecil akan terasa berat. Hal ini bisa membuat seorang perfeksionis jadi sering menunda-nunda pekerjaan karena semua tahap pekerjaan terasa berat. Padahal semakin ditunda, pekerjaan tersebut akan semakin tidak maksimal karena waktu yang berkurang.

Seorang perfeksionis biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengerjakan suatu tugas. Hal ini karena mereka mencoba menyempurnakan semua hal. Misalkan, tugas yang bisa dikerjakan dalam 1 jam bisa memakan waktu berjam-jam lebih lama. Pekerjaan malah menjadi kurang produktif karena diperlukan waktu yang lebih lama. Jika menerima banyak pekerjaan sekaligus, tentunya waktu menjadi lebih terbatas dan harus dibagi untuk setiap pekerjaan. Jadi, wajar saja apabila pekerjaan tidak bisa selesai secara sempurna jika waktu yang tersedia terbatas.

Demi memenuhi ekspektasinya sendiri, seorang perfeksionis akan bekerja lebih keras dari orang lain. Di satu sisi hal ini menyebabkan para perfeksionis menjadi termotivasi. Namun, sering kali mereka mengorbankan hal yang lebih penting seperti kesehatan dan waktu. Akibatnya, mereka menjadi kelelahan karena ekspektasi mereka sendiri. Kita juga perlu menyadari dan menerima kemampuan kita saat mengerjakan sesuatu. Contohnya kita tidak mungkin mendapat hasil sekelas profesional pada proyek pertama kita, karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman. Memang baik untuk mempunyai standar yang tinggi. Namun, jangan sampai kita menjadi tertekan hingga mengorbankan hal yang penting demi memenuhi standar tersebut. Tak jarang standar tersebut juga kurang realistis akibat waktu yang terbatas atau kemampuan yang masih kurang. Semua pekerjaan yang kita lakukan tidak harus sempurna, asal kita berhasil mengerjakannya saja sudah cukup.

Yogyakarta, 9 Juni 2022

Gde Rama Vedanta Yudhistira
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Gerd Altmann from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA