KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Mengasah Soft Skill

Opini: Mengasah Soft Skill

Setiap orang memiliki kemampuan dan pengetahuan masing-masing. Semasa hidup kita mengasah kemampuan dan pengetahuan tersebut agar bisa berkembang sebagai individu. Dalam dunia kerja, individu dilihat berdasarkan kemampuan dan pengetahuan ini. Kemampuan kita bisa dibedakan menjadi dua, yaitu hard skill dan soft skill. Lantas, yang mana sebaiknya kita kembangkan?

Hard skill merupakan kemampuan akademis dan teknik. Hard skill biasanya spesifik ke satu bidang. Setiap pekerjaan memerlukan hard skill yang berbeda. Contohnya seorang web developer memerlukan kemampuan coding, UI/UX, dan manajemen database. Hard skill bisa kita asah dengan pendidikan atau pelatihan. Dalam pendidikan formal yang kita miliki, para pelajar dinilai kemampuannya berdasarkan hard skill semata. Hal ini menyebabkan masyarakat lebih mementingkan hard skill dan kurang memperhatikan soft skill. Padahal, soft skill tidak kalah penting, bahkan jauh lebih penting.

Soft skill merupakan kemampuan di luar kemampuan akademis dan teknis. Soft skill menggunakan kecerdasan emosional kita sehingga lebih mengutamakan kemampuan intra dan personal. Soft skill tak hanya berupa kemampuan komunikasi, tapi juga termasuk kesadaran diri, pengembangan diri, kesadaran sosial, dan kemampuan bersosialisasi. Soft skill dibutuhkan untuk semua pekerjaan. Berbeda dengan hard skill, kita bisa menggunakan soft skill untuk semua jenis pekerjaan. Untuk mengembangkan soft skill, kita perlu pengalaman langsung dengan dunia nyata. Pengalaman yang dimaksud adalah berinteraksi dengan orang dan mengamati lingkungan sekitar.

Dalam pekerjaan, kita tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Kita juga perlu berkoordinasi dalam pengerjaan tugas tersebut. Walaupun kita pandai dalam bidang pekerjaan kita, jika tak mampu untuk berkomunikasi, akan tetap mengalami kesulitan. Terutama dalam bekerja sebagai tim. Sebuah tim dengan kemampuan teknis yang kuat namun memiliki koordinasi yang buruk tidak akan bekerja secara optimal. Tak hanya komunikasi, soft skill juga menyangkut bagaimana kita mengatur waktu dan motivasi diri. Kedua hal ini sangat penting agar kita bisa bekerja dengan produktif.

Tak hanya dalam pekerjaan, soft skill juga akan membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai makhluk sosial, kita pasti akan berinteraksi dengan sesama. Dengan soft skill, kita bisa menjalin hubungan yang baik dengan sesama. Selain itu, banyak peluang yang bisa datang dari relasi.

Kita memang harus mengembangkan kemampuan teknis kita atau hard skill. Namun, kita juga perlu mengembangkan soft skill. Hard skill yang baik dapat membantu kita dalam menyelesaikan tugas yang diberikan secara langsung. Sedangkan soft skill akan mendukung kita dalam proses penyelesaian tugas tersebut dalam hal koordinasi dan produktivitas. Kedua kemampuan ini saling mendukung satu sama lain. Oleh karena itu, kita perlu menyeimbangkan hard skill dan soft skill untuk meningkatkan kualitas diri kita.

Yogyakarta, 30 Juni 2022

Gde Rama Vedanta Yudhistira
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Gerd Altmann from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA